Teknologi03 Jun 2026

Pull Request vs Merge Request: Apa Bedanya?

Bingung antara Pull Request (PR) dan Merge Request (MR)? Pelajari perbedaan utama, platform yang menggunakannya (GitHub vs GitLab), dan alur kerjanya di Git.

Ahmad Sanusi

Ahmad Sanusi

7 min read · 8 views

Pull Request vs Merge Request: Apa Bedanya?

Pendahuluan: Mengurai Kebingungan Umum di Dunia Git

Jika Anda berkecimpung di dunia pengembangan perangkat lunak, Anda pasti sering mendengar istilah Pull Request (PR) dan Merge Request (MR). Bagi developer pemula, atau bahkan yang sudah berpengalaman namun baru pindah platform, kedua istilah ini bisa menimbulkan kebingungan. Apakah keduanya adalah hal yang berbeda? Apakah salah satunya lebih baik dari yang lain? Kapan harus menggunakan yang satu dan bukan yang lain?

Tenang, Anda tidak sendirian. Pertanyaan ini sangat umum. Jawaban singkatnya adalah: Pull Request dan Merge Request pada dasarnya adalah hal yang sama. Keduanya merujuk pada fitur kolaborasi inti dalam sistem kontrol versi seperti Git, yang memungkinkan developer mengusulkan perubahan kode untuk ditinjau sebelum digabungkan ke basis kode utama.

Perbedaan utamanya terletak pada terminologi yang digunakan oleh platform hosting Git yang berbeda. Mari kita ibaratkan seperti menyebut "mobil" di Indonesia dan "car" dalam bahasa Inggris—objeknya sama, hanya namanya yang berbeda. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas perbedaan nama ini, filosofi di baliknya, dan yang terpenting, alur kerja yang sama-sama mereka dukung.

Apa Itu Pull Request (PR)?

Istilah Pull Request atau yang sering disingkat PR, dipopulerkan dan digunakan oleh GitHub, platform hosting Git terbesar di dunia. Bitbucket juga menggunakan istilah yang sama. Konsep di balik nama ini sangat berakar pada sifat terdistribusi dari Git.

Bayangkan Anda sedang berkontribusi pada sebuah proyek open-source. Anda tidak memiliki izin untuk menulis langsung ke repositori utama. Alur kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Anda melakukan fork (membuat salinan) dari repositori utama ke akun Anda sendiri.
  2. Anda membuat branch baru di repositori salinan Anda untuk mengerjakan fitur atau perbaikan.
  3. Setelah selesai, Anda mengajukan sebuah "permintaan" kepada pemilik repositori utama.

Permintaan inilah yang disebut Pull Request. Secara harfiah, Anda meminta pemilik proyek untuk "menarik" (to pull) perubahan kode dari branch Anda ke dalam branch utama mereka. Nama ini sangat intuitif dalam konteks kolaborasi terdistribusi di mana kontributor tidak memiliki akses tulis langsung.

Intinya: Sebuah Pull Request adalah permintaan formal untuk meninjau dan kemudian menarik (pull) serangkaian perubahan (commit) dari satu branch ke branch lainnya dalam sebuah repositori Git.

Fitur PR di GitHub menjadi pusat dari alur kerja kolaboratif. Di sinilah proses code review terjadi. Tim dapat berdiskusi baris per baris, memberikan komentar, meminta perubahan, dan menjalankan pengujian otomatis (CI/CD) sebelum perubahan tersebut disetujui dan digabungkan.

Apa Itu Merge Request (MR)?

Di sisi lain, ada Merge Request atau MR. Istilah ini digunakan oleh platform populer lainnya, yaitu GitLab. Beberapa platform lain seperti Gitea juga mengadopsi terminologi ini.

Fungsionalitas Merge Request 100% identik dengan Pull Request. Ia adalah tempat untuk mengusulkan, meninjau, dan mendiskusikan perubahan kode sebelum digabungkan. Alur kerjanya pun sama: buat branch, buat perubahan, lalu buka Merge Request untuk memulai proses review.

Lalu, mengapa namanya berbeda? Filosofi di balik "Merge Request" sedikit lebih langsung. Alih-alih meminta seseorang untuk "menarik" kode Anda, Anda secara eksplisit menyatakan niat Anda: "Saya meminta untuk menggabungkan (to merge) branch fitur saya ini ke dalam branch utama."

Nama ini terasa lebih cocok dalam konteks di mana semua developer bekerja dalam satu repositori terpusat (bukan model fork), seperti dalam sebuah tim di perusahaan. Setiap developer memiliki izin untuk membuat branch di repositori utama, dan MR adalah permintaan formal untuk menggabungkan branch tersebut.

Intinya: Sebuah Merge Request adalah permintaan formal untuk meninjau dan kemudian menggabungkan (merge) serangkaian perubahan dari satu branch ke branch lainnya.

Jadi, jika tim Anda menggunakan GitLab, Anda akan bekerja dengan MR. Jika tim Anda menggunakan GitHub, Anda akan bekerja dengan PR. Proses dan tujuannya tetap sama: memastikan kualitas kode melalui kolaborasi.

Pull Request vs Merge Request: Perbandingan Langsung

Meskipun fungsinya sama, mari kita rangkum perbedaannya agar lebih jelas.

1. Terminologi dan Platform

Ini adalah perbedaan yang paling jelas dan mendasar.

  • Pull Request (PR): Digunakan oleh GitHub dan Bitbucket.
  • Merge Request (MR): Digunakan oleh GitLab dan beberapa alternatif lain seperti Gitea.

Saat Anda berpindah antar platform ini, Anda hanya perlu menyesuaikan nama yang Anda gunakan. Fungsinya akan terasa sangat familiar.

2. Filosofi di Balik Nama

Seperti yang telah dibahas, nama yang berbeda mencerminkan sudut pandang yang sedikit berbeda terhadap tindakan yang sama.

  • Pull Request: Berorientasi pada kontributor. "Tolong tarik perubahan saya." Sangat cocok untuk model kerja terdistribusi (misalnya, open-source) di mana kontributor tidak memiliki akses langsung.
  • Merge Request: Berorientasi pada tindakan. "Saya ingin menggabungkan branch ini." Sangat lugas dan cocok untuk model kerja terpusat di mana semua anggota tim memiliki akses ke repositori yang sama.

3. Alur Kerja Umum yang Sama Persis

Terlepas dari namanya, proses yang Anda lalui untuk mengintegrasikan kode baru hampir selalu sama. Inilah alur kerja standar yang berlaku untuk PR dan MR:

  1. Buat Branch Baru: Anda membuat branch baru dari branch utama (misalnya, main atau master) untuk mengerjakan tugas spesifik. Contoh: git checkout -b fitur/login-baru.
  2. Lakukan Perubahan: Anda menulis kode, melakukan perubahan, dan membuat satu atau lebih commit yang logis.
  3. Push ke Remote: Anda mendorong (push) branch baru Anda ke repositori remote di GitHub/GitLab. Contoh: git push origin fitur/login-baru.
  4. Buka PR/MR: Di antarmuka web GitHub atau GitLab, Anda membuka Pull/Merge Request baru, memilih branch sumber dan branch tujuan. Anda akan menulis judul dan deskripsi yang jelas tentang perubahan yang Anda buat.
  5. Proses Code Review: Inilah inti dari PR/MR. Rekan tim (reviewer) akan memeriksa kode Anda. Mereka bisa meninggalkan komentar, mengajukan pertanyaan, atau meminta perbaikan.
  6. Diskusi dan Iterasi: Anda berdiskusi dengan reviewer dan membuat commit tambahan untuk mengatasi feedback yang diberikan. Commit baru ini akan otomatis muncul di PR/MR yang sama.
  7. Persetujuan (Approval): Setelah semua feedback ditangani dan reviewer puas, mereka akan memberikan persetujuan (approve).
  8. Penggabungan (Merge): Setelah disetujui (dan semua pengujian otomatis lolos), PR/MR tersebut digabungkan ke branch utama. Kode Anda kini menjadi bagian dari basis kode utama.
  9. Pembersihan: Biasanya, branch fitur yang sudah digabungkan akan dihapus untuk menjaga kebersihan repositori.

Seperti yang Anda lihat, baik itu PR di GitHub maupun MR di GitLab, langkah-langkah esensialnya tetap sama.

Jadi, Mana yang Lebih Penting? Nama atau Prosesnya?

Jawabannya sudah jelas: prosesnya jauh lebih penting daripada namanya.

Tujuan utama dari mekanisme Pull/Merge Request adalah untuk meningkatkan kualitas kode dan memfasilitasi kolaborasi tim. Proses code review yang solid adalah salah satu praktik terbaik dalam rekayasa perangkat lunak modern. Ia berfungsi sebagai:

  • Gerbang Kualitas: Mencegah bug dan kode berkualitas rendah masuk ke branch utama.
  • Sarana Berbagi Pengetahuan: Developer junior bisa belajar dari senior, dan sebaliknya, melalui diskusi kode.
  • Peningkatan Konsistensi Kode: Memastikan semua kode yang masuk mengikuti gaya dan standar yang telah disepakati tim.
  • Dokumentasi Kontekstual: PR/MR yang deskriptif berfungsi sebagai catatan historis tentang mengapa suatu perubahan dibuat.

Apakah Anda menyebutnya Pull Request atau Merge Request tidak mengubah manfaat fundamental ini. Yang terpenting adalah bagaimana tim Anda memanfaatkan fitur ini untuk membangun perangkat lunak yang lebih baik secara kolaboratif.

Kesimpulan

Mari kita simpulkan poin-poin utama dari perdebatan Pull Request vs Merge Request.

Pada intinya, Pull Request (digunakan oleh GitHub/Bitbucket) dan Merge Request (digunakan oleh GitLab) adalah dua nama untuk konsep yang sama persis. Keduanya adalah fitur krusial dalam alur kerja Git modern yang memungkinkan developer mengusulkan perubahan, melakukan code review, dan secara aman menggabungkan kode baru ke dalam proyek.

Perbedaan utamanya hanya terletak pada terminologi dan platform yang menggunakannya. Daripada terjebak dalam perdebatan semantik, fokuslah untuk menguasai alur kerja kolaboratif yang mereka fasilitasi. Memahami cara membuat PR/MR yang baik, memberikan feedback yang konstruktif saat review, dan berkolaborasi secara efektif adalah keterampilan yang akan menjadikan Anda developer yang jauh lebih berharga, terlepas dari platform apa pun yang Anda gunakan.

Ahmad Sanusi

Written by

Ahmad Sanusi

Senior Full-Stack Developer with 15+ years of experience in building scalable digital solutions.

Responses

No responses yet. Be the first to share your thoughts.

All articles