Fikih Islam05 Jun 2026

Sholat Jamak Qashar: Tata Cara, Niat, Syarat, Dalil, dan Ketentuannya Lengkap

Pelajari panduan lengkap sholat jamak qashar, mulai dari niat, syarat sah, dalil, hingga tata cara yang benar sesuai sunnah. Mudah dipahami untuk musafir.

Ahmad Sanusi

Ahmad Sanusi

9 min read · 16 views

Sholat Jamak Qashar: Tata Cara, Niat, Syarat, Dalil, dan Ketentuannya Lengkap

Pendahuluan: Kemudahan Islam dalam Ibadah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sahabat blog Ahmad Sanusi, pernahkah Anda berada dalam sebuah perjalanan jauh yang melelahkan, lalu bingung bagaimana menunaikan sholat fardhu tepat waktu? Islam, sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), memberikan berbagai kemudahan (rukhsah) bagi umatnya dalam menjalankan ibadah, terutama dalam kondisi tertentu seperti bepergian jauh (safar).

Salah satu bentuk kemudahan terindah tersebut adalah Sholat Jamak dan Qashar. Ini bukan sekadar keringanan, melainkan wujud kasih sayang Allah SWT agar hamba-Nya tetap dapat menjaga tiang agama tanpa merasa terbebani. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas seluk-beluk sholat jamak qashar, mulai dari pengertian, dalil, syarat, niat, hingga tata caranya yang benar sesuai tuntunan syariat. Mari kita pelajari bersama agar ibadah kita di perjalanan menjadi lebih sempurna dan menenangkan.

Apa Itu Sholat Jamak dan Qashar?

Sebelum melangkah lebih jauh, penting bagi kita untuk memahami definisi dari masing-masing istilah ini. Meskipun sering disebut bersamaan, jamak dan qashar adalah dua konsep yang berbeda.

1. Sholat Jamak (Menggabungkan)

Secara bahasa, jamak artinya mengumpulkan atau menggabungkan. Dalam istilah fiqih, sholat jamak adalah menggabungkan dua sholat fardhu dan mengerjakannya dalam satu waktu. Sholat yang bisa dijamak adalah Dzuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya. Sholat Subuh tidak bisa dijamak dengan sholat apapun.

  • Jamak Taqdim: Menggabungkan dua sholat dan mengerjakannya di waktu sholat yang pertama. Contoh: Mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Dzuhur.
  • Jamak Takhir: Menggabungkan dua sholat dan mengerjakannya di waktu sholat yang kedua. Contoh: Mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Ashar.

2. Sholat Qashar (Meringkas)

Secara bahasa, qashar artinya meringkas atau memendekkan. Dalam istilah fiqih, sholat qashar adalah meringkas jumlah rakaat sholat fardhu yang aslinya 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Sholat yang bisa diqashar hanyalah Dzuhur, Ashar, dan Isya. Sholat Maghrib dan Subuh tidak bisa diqashar.

Jadi, Sholat Jamak Qashar adalah menggabungkan dua sholat fardhu sekaligus meringkas rakaatnya. Misalnya, mengerjakan sholat Dzuhur 2 rakaat dan Ashar 2 rakaat di waktu Dzuhur (Jamak Taqdim Qashar).

Dalil dan Landasan Hukum Sholat Jamak Qashar

Keringanan ini bukanlah inovasi, melainkan memiliki landasan yang kuat dari Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Dalil dari Al-Qur'an (Untuk Qashar)

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 101:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ

Artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar sembahyang(mu)..." (QS. An-Nisa: 101)

Ayat ini secara jelas memberikan legitimasi untuk meringkas sholat ketika sedang dalam perjalanan.

Dalil dari Hadits (Untuk Jamak dan Qashar)

Banyak sekali hadits yang menceritakan praktik jamak dan qashar oleh Rasulullah SAW. Salah satunya adalah hadits dari Anas bin Malik RA:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيغَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ ، ثُمَّ نَزَلَ فَجَمَعَ بَيْنَهُمَا ، فَإِنْ زَاغَتْ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berangkat (safar) sebelum matahari tergelincir (waktu Dzuhur), beliau mengakhirkan sholat Dzuhur ke waktu Ashar, kemudian beliau singgah lalu menjamak keduanya. Dan jika matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu Dzuhur) sebelum beliau berangkat, maka beliau sholat Dzuhur terlebih dahulu kemudian baru beliau berangkat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi dasar utama untuk pelaksanaan Jamak Taqdim dan Jamak Takhir.

Syarat Sah Melaksanakan Sholat Jamak dan Qashar

Untuk bisa mendapatkan rukhsah ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Para ulama, seperti yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih semisal Safinatun Najah dan syarahnya, telah merincikannya sebagai berikut.

Syarat Umum (Berlaku untuk Jamak & Qashar)

  1. Tujuan Perjalanan Bukan untuk Maksiat. Perjalanan yang dilakukan harus memiliki tujuan yang dibenarkan syariat, bukan untuk mencuri, menipu, atau perbuatan dosa lainnya.
  2. Jarak Tempuh Minimal (Masafah). Jarak perjalanan harus mencapai batas minimal yang ditetapkan. Mayoritas ulama mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali menetapkan jaraknya adalah 2 marhalah atau sekitar 81-89 kilometer. Sebagaimana disebutkan dalam Kitab Safinatun Najah mengenai syarat qashar, salah satunya adalah perjalanan harus mencapai jarak 16 farsakh.
  3. Masih Berstatus Musafir. Seseorang harus sudah keluar dari batas wilayah tempat tinggalnya dan belum sampai di tempat tujuan atau belum berniat menetap (iqamah) lebih dari 4 hari.

Syarat Khusus Jamak Taqdim

  • Niat Jamak di Sholat Pertama. Niat untuk menjamak harus dilakukan pada saat sholat yang pertama (misalnya saat sholat Dzuhur). Waktu niatnya adalah di antara takbiratul ihram hingga salam.
  • Tertib. Harus mendahulukan sholat yang pertama. Dzuhur dulu baru Ashar, atau Maghrib dulu baru Isya.
  • Muwalah (Berurutan). Antara sholat pertama dan kedua tidak boleh ada jeda yang lama. Jeda singkat seperti berwudhu atau iqamah masih diperbolehkan. Kitab I'anatut Thalibin menjelaskan bahwa jeda yang dianggap lama adalah sekira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dengan ringan.
  • Masih dalam Perjalanan. Syarat safar harus masih terpenuhi hingga takbiratul ihram sholat yang kedua.

Syarat Khusus Jamak Takhir

  • Niat Jamak Takhir di Waktu Sholat Pertama. Seseorang harus sudah berniat di dalam hati untuk mengakhirkan sholatnya (misalnya, saat waktu Dzuhur masih ada, ia sudah berniat akan mengerjakan sholat Dzuhur di waktu Ashar nanti).
  • Masih dalam Perjalanan. Status musafir harus masih melekat hingga selesainya sholat yang kedua.

Syarat Khusus Sholat Qashar

  • Sholat yang Diqashar adalah Sholat 4 Rakaat. Hanya Dzuhur, Ashar, dan Isya.
  • Tidak Bermakmum pada Imam yang Sholat Tamam (Sempurna). Jika seorang musafir sholat di belakang imam yang tidak meng-qashar (sholat 4 rakaat), maka ia wajib mengikuti imam dan menyempurnakan sholatnya menjadi 4 rakaat.

Tata Cara Lengkap Sholat Jamak Qashar

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melaksanakan sholat jamak qashar.

1. Jamak Taqdim Qashar (Dzuhur & Ashar)

Dilakukan di waktu Dzuhur. Meringkas Dzuhur menjadi 2 rakaat dan Ashar menjadi 2 rakaat.

  1. Berwudhu dan menghadap kiblat.
  2. Lakukan adzan dan iqamah (sunnah).
  3. Niat Sholat Dzuhur (Qashar & Jamak Taqdim).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhodh dhuhri rok'ataini qoshron majmuu'an ilaihil 'ashru jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Dzuhur dua rakaat, diringkas, dengan menjamak Ashar kepadanya, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  4. Kerjakan sholat Dzuhur 2 rakaat seperti biasa, lalu salam.
  5. Langsung berdiri lagi (tanpa jeda lama) untuk sholat Ashar. Dianjurkan untuk iqamah lagi.
  6. Niat Sholat Ashar (Qashar & Jamak Taqdim).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol 'ashri rok'ataini qoshron majmuu'an iladh dhuhri jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Ashar dua rakaat, diringkas, dengan menjamak kepada Dzuhur, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  7. Kerjakan sholat Ashar 2 rakaat seperti biasa, lalu salam. Selesai.

2. Jamak Takhir Qashar (Dzuhur & Ashar)

Dilakukan di waktu Ashar. Meringkas Dzuhur menjadi 2 rakaat dan Ashar menjadi 2 rakaat.

  1. Pastikan sudah berniat untuk jamak takhir saat masih di waktu Dzuhur.
  2. Saat masuk waktu Ashar, berwudhu dan bersiap sholat.
  3. Boleh mengerjakan Dzuhur dulu atau Ashar dulu, namun lebih utama (afdhal) mengerjakan Dzuhur terlebih dahulu.
  4. Niat Sholat Dzuhur (Qashar & Jamak Takhir).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhodh dhuhri rok'ataini qoshron majmuu'an ilal 'ashri jam'a ta'khiirin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Dzuhur dua rakaat, diringkas, dengan menjamak kepada Ashar, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
  5. Kerjakan sholat Dzuhur 2 rakaat, lalu salam.
  6. Langsung berdiri untuk sholat Ashar.
  7. Niat Sholat Ashar (Qashar & Jamak Takhir).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol 'ashri rok'ataini qoshron majmuu'an iladh dhuhri jam'a ta'khiirin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Ashar dua rakaat, diringkas, dengan menjamak kepada Dzuhur, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
  8. Kerjakan sholat Ashar 2 rakaat, lalu salam. Selesai.

3. Jamak Taqdim (Maghrib & Isya)

Dilakukan di waktu Maghrib. Ingat, sholat Maghrib tidak bisa diqashar. Jadi, Maghrib tetap 3 rakaat, sedangkan Isya bisa diqashar menjadi 2 rakaat.

  1. Niat Sholat Maghrib (Jamak dengan Isya).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعِشَاءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol maghribi tsalaatsa roka'aatin majmuu'an ilaihil 'isyaa'u jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat, dengan menjamak Isya kepadanya, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  2. Kerjakan sholat Maghrib 3 rakaat, lalu salam.
  3. Langsung berdiri untuk sholat Isya (yang diqashar).
  4. Niat Sholat Isya (Qashar & Jamak Taqdim).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol 'isyaa'i rok'ataini qoshron majmuu'an ilal maghribi jam'a taqdiimin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Isya dua rakaat, diringkas, dengan menjamak kepada Maghrib, dengan jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  5. Kerjakan sholat Isya 2 rakaat, lalu salam. Selesai.

4. Jamak Takhir (Maghrib & Isya)

Dilakukan di waktu Isya. Maghrib 3 rakaat, Isya bisa 4 rakaat atau diqashar 2 rakaat.

  1. Pastikan sudah berniat untuk jamak takhir saat masih di waktu Maghrib.
  2. Saat masuk waktu Isya, bersiap sholat.
  3. Niat Sholat Maghrib (Jamak Takhir).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَjْمُوْعًا إِلَى الْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol maghribi tsalaatsa roka'aatin majmuu'an ilal 'isyaa'i jam'a ta'khiirin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat, dengan menjamak kepada Isya, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
  4. Kerjakan sholat Maghrib 3 rakaat, lalu salam.
  5. Langsung berdiri untuk sholat Isya (misalnya diqashar).
  6. Niat Sholat Isya (Qashar & Jamak Takhir).
    Lafadz niatnya:
    أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
    Usholli fardhol 'isyaa'i rok'ataini qoshron majmuu'an ilal maghribi jam'a ta'khiirin lillaahi ta'aalaa.
    Artinya: "Aku niat sholat fardhu Isya dua rakaat, diringkas, dengan menjamak kepada Maghrib, dengan jamak takhir, karena Allah Ta'ala."
  7. Kerjakan sholat Isya 2 rakaat, lalu salam. Selesai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa lama seorang musafir boleh menjamak dan meng-qashar sholat?

Seorang musafir boleh mengambil rukhsah ini selama ia masih dalam perjalanan dan belum berniat untuk menetap (iqamah) di suatu tempat selama 4 hari penuh atau lebih, tidak termasuk hari kedatangan dan kepulangan. Jika ia berniat tinggal selama 4 hari atau lebih, maka sejak niat itu muncul ia sudah tidak boleh lagi menjamak atau meng-qashar sholat dan wajib sholat tamam (sempurna).

Bolehkah menjamak sholat tapi tidak meng-qashar?

Tentu boleh. Ini disebut jamak saja (jamak tamam). Misalnya, dalam perjalanan Anda menggabungkan Dzuhur dan Ashar, namun mengerjakannya masing-masing 4 rakaat. Hal ini sah dilakukan.

Bagaimana jika saya tiba di tujuan sebelum waktu sholat kedua habis saat jamak takhir?

Jika Anda melakukan jamak takhir (misalnya Dzuhur-Ashar di waktu Ashar) dan Anda tiba di rumah (sudah bukan musafir lagi) sementara waktu Ashar masih ada, Anda tetap wajib mengerjakan sholat tersebut. Namun, para ulama berbeda pendapat apakah harus tamam (sempurna) atau boleh tetap jamak qashar. Pendapat yang lebih hati-hati adalah mengerjakannya secara sempurna (Dzuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat) karena 'udzur safar-nya telah hilang.

Apakah sholat sunnah rawatib tetap dianjurkan saat jamak qashar?

Menurut pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi'i, sholat sunnah rawatib (qabliyah dan ba'diyah) tidak terlalu ditekankan bagi musafir yang mengambil rukhsah jamak qashar, karena tujuannya adalah untuk meringankan. Namun, sholat sunnah lainnya seperti Witir dan Tahajud tetap sangat dianjurkan.

Penting diingat: Niat adalah rukun yang paling fundamental. Pastikan niat di dalam hati sesuai dengan jenis sholat jamak/qashar yang akan dilakukan. Lafadz niat yang disebutkan di atas hanyalah untuk membantu memantapkan niat di hati.

Kesimpulan

Sholat Jamak dan Qashar adalah bukti nyata betapa fleksibel dan penuh kasihnya ajaran Islam. Keringanan ini diberikan agar kita, sebagai hamba-Nya, tidak pernah meninggalkan sholat dalam kondisi apapun, termasuk saat berada dalam perjalanan yang mungkin sulit dan melelahkan.

Dengan memahami syarat, niat, dan tata cara yang benar, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan sah dan percaya diri. Kunci utamanya terletak pada pemenuhan syarat sebagai musafir, niat yang tepat saat memulai sholat, dan pelaksanaan yang berurutan (khususnya untuk jamak taqdim). Semoga panduan lengkap ini bermanfaat bagi sahabat semua yang akan atau sedang melakukan perjalanan. Jangan pernah sia-siakan kemudahan dari Allah, karena di dalamnya terdapat keberkahan yang luar biasa.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ahmad Sanusi

Written by

Ahmad Sanusi

Senior Full-Stack Developer with 15+ years of experience in building scalable digital solutions.

Responses

No responses yet. Be the first to share your thoughts.

All articles