Surah 46Ayat 10 / 35

Al Ahqaaf

AhqafMakkiyahJuz 26Halaman 503
Allah tidak memberi hidayah kepada orang yang zalimOrang yang zalimKata-kata Bani Isra'il dalam al-Qur'anAllah tidak memberi hidayah kepada kaum yang zalim

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَكَفَرْتُمْ بِهٖ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى مِثْلِهٖ فَاٰمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَࣖ ﴿١٠﴾

Qul ara'aitum in kāna min ‘indillāhi wa kafartum bihī wa syahida syāhidum mim banī isrā'īla ‘alā miṡlihī fa āmana wastakbartum, innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Terjemahan

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku bagaimana pendapatmu jika ia (Al-Qur’an) itu datang dari Allah dan kamu mengingkarinya, padahal seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an lalu dia beriman,689) sedangkan kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Catatan Kaki:689) Yang dimaksud dengan ‘seorang dari Bani Israil’ ialah Abdullah bin Salam. Dia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad saw. setelah memperhatikan bahwa di antara isi Al-Qur’an ada yang sesuai dengan Taurat, seperti ajaran tauhid, janji dan ancaman, kerasulan Nabi Muhammad saw, adanya kehidupan akhirat, dan sebagainya.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahqaf Ayat 10 - Menegur Sikap Orang Yahudi yang Enggan Beriman Kepada Nabi karena Kesombongan Mereka

Ayat ini turun untuk menegur sikap orang Yahudi yang enggan beriman kepada Nabi karena kesombongan mereka. Ketika seorang alim yang sangat berpengaruh di kalangan mereka, yakni ‘Abdulla>h bin Sala>m, menyatakan kebenaran risalah Nabi, mereka malah mencaci makinya.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: انْطَلَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا وَأَنَا مَعَهُ حَتَّى دَخَلْنَا كَنِيسَةَ الْيَهُودِ بِالْمَدِينَةِ يَوْمَ عِيدٍ لَهُمْ، فَكَرِهُوْا دُخُوْلَنَا عَلَيْهِمْ، فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ أَرُونِي اثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا يَشْهَدُونَ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ يُحْبِطْ اللَّهُ عَنْ كُلِّ يَهُودِيٍّ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ الْغَضَبَ الَّذِي غَضِبَ عَلَيْهِ. قَالَ: فَأَسْكَتُوْا مَا أَجَابَهُ مِنْهُمْ أَحَدٌ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِمْ فَلَمْ يُجِبْهُ أَحَدٌ ثُمَّ ثَلَّثَ فَلَمْ يُجِبْهُ أَحَدٌ، فَقَالَ: أَبَيْتُمْ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَنَا الْحَاشِرُ وَأَنَا الْعَاقِبُ وَأَنَا النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى، آمَنْتُمْ أَوْ كَذَّبْتُمْ ثُمَّ انْصَرَفَ وَأَنَا مَعَهُ، حَتَّى إِذَا كِدْنَا أَنْ نَخْرُجَ نَادَى رَجُلٌ مِنْ خَلْفِنَا: كَمَا أَنْتَ يَا مُحَمَّدُ. قَالَ: فَأَقْبَلَ فَقَالَ ذَلِكَ الرَّجُلُ: أَيَّ رَجُلٍ تَعْلَمُوْنَ فِيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ؟ قَالُوْا: وَاللَّهِ مَا نَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ فِينَا رَجُلٌ أَعْلَمُ بِكِتَابِ اللَّهِ مِنْكَ وَلَا أَفْقَهُ مِنْكَ وَلَا مِنْ أَبِيكَ قَبْلَكَ وَلَا مِنْ جَدِّكَ قَبْلَ أَبِيكَ، قَالَ: فَإِنِّي أَشْهَدُ لَهُ بِاللَّهِ أَنَّهُ نَبِيُّ اللَّهِ الَّذِي تَجِدُونَهُ فِي التَّوْرَاةِ. قَالُوا: كَذَبْتَ. ثُمَّ رَدُّوا عَلَيْهِ قَوْلَهُ، وَقَالُوا فِيهِ شَرًّا. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَذَبْتُمْ لَنْ يُقْبَلَ قَوْلُكُمْ، أَمَّا آنِفًا فَتُثْنُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْخَيْرِ مَا أَثْنَيْتُمْ، وَلَمَّا آمَنَ كَذَّبْتُمُوهُ وَقُلْتُمْ فِيهِ مَا قُلْتُمْ فَلَنْ يُقْبَلَ قَوْلُكُمْ. قَالَ: فَخَرَجْنَا وَنَحْنُ ثَلَاثَةٌ، رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ (قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ...). (1)

(1) Sahih; diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, at-Tabraniy, dan al-Hakim. Al-Hakim menilai hadis ini sahih berdasarkan syarat al-Bukhariy dan Muslim. Al-Hais\amiy mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh at-Tabraniy dari para perawi kitab Sahih}. Lihat: Ahmad, al-Musnad, juz 39, hlm. 409, hadis nomor 23984; Ibnu Hibban, Sahih} Ibni Hibban, juz 16, hlm. 116–118, hadis nomor 7162; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Kabir, juz 18, hlm. 46–47, hadis nomor 83; al-Hakim, al-Mustadrak, juz 3, hlm. 469–470, hadis nomor 5756. Diriwayatkan bahwa beberapa ulama, seperti Masruq dan asy-Sya‘biy, meragukan keberadaan peristiwa yang terekam dalam hadis ini sebagai sebab nuzul Surah al-Ahqaf/46: 10. Menurut mereka, status ayat ini adalah Makkiyah seperti halnya status Surah al-Ahqaf itu sendiri, sedangkan ‘Abdullah bin Salam masuk Islam di Madinah. Menjawab keraguan ini, Ibnu Hajar, mengutip Ibnu Sirin, mengatakan bahwa sah-sah saja dalam surah yang statusnya Makkiyah terdapat satu atau beberapa ayat yang turun di Madinah, atau sebaliknya. Bukan tidak mungkin juga bila ayat ini memang turun di Mekah namun ia mengisyaratkan sesuatu yang akan terjadi setelah hijrah. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 22, hlm. 103; Ibnu Kas\ir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 13, hlm. 11; Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 7, hlm. 161.

berimanCemoohYahudi

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahqaf Ayat 10 - Imam as Suyuthi : Orang Yahudi Mengingkari Al-Qur'An Sedangkan Bani Israel Mengakui Kebenarannya Dalam Kitabnya

“Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al- Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an lalu ia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”
Ath-Thabarani meriwayatkan dengan sanad shahih dari Auf bin Malik Al-Asyja’i, ia mengatakan; Nabi pergi, dan aku bersama beliau. Hingga kita masuk ke dalam rumah ibadah orang-orang Yahudi di hari raya mereka. Orang-orang Yahudi merasa tidak senang dengan masuknya kami kepada mereka. Rasulullah kemudian berkata kepada mereka, “Wahai sekalian orang Yahudi, perlihatkan kepadaku dua belas orang di antara kalian yang akan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah. Dengan itu, maka Allah akan melebur kemarahan-Nya dari setiap orang Yahudi yang ada di bawah langit ini.” Mereka hanya terdiam dan tidak ada seorang pun yang memberi jawaban. Selanjutnya beliau pergi meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berada di belakang beliau berkata, “Sebagaimana yang engkau inginkan wahai Muhammad.” Maka beliau menoleh kemudian laki- laki itu berkata, “Siapa laki-laki yang memiliki pengetahuan lebih daripada aku, wahai sekalian orang-orang Yahudi?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak menemukan ada seorang di antara kami yang lebih mengetahui terhadap Kitabullah dan yang lebih memahaminya daripada engkau. Juga tidak ada seorang sebelum masa ayahmu yang dulu maupun masa nenek moyang sebelum ayahmu.” Laki-laki kemudian berkata, “Sungguh aku bersaksi bahwsanya dialah Nabi yang kalian temukan dalam kitab Taurat.” Mereka kemudian berkata, “Sungguh engkau dusta.” Mereka kemudian menolak laki-laki itu dan mengatakan hal-hal buruk tentang laki-laki itu. Maka Allah menurunkan ayat, “Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya. ” (1) Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash, ia mengatakan; Turunlah ayat berkenaan dengan Abdullah bin Salam, “Dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an.” (2) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah bin Salam dan berkata, “Ayat itu turun berkenaan dengan aku.” (3)
1. Shahih: Al-Haitsami (7/106) meriwayatkan Al-Majma’. Ia mengatakan; Ath-Thabarani meriwayatkannya dan para perawinya adalah perawi yang shahih. 2. Shahih: Muttafaq Alaihi. Al-Bukhari (3812) meriwayatkan dalam Bab Al-Manaqib dan Muslim (2483) dalam Bab Fadhail Ash-Shahabah. 3. Al-Qurthubi (9/6236) mengatakan; Kisah ini ditolak karena surat ini adalah Surat Makkiyyah, padahal Abdullah bin Sallam masuk Islam di Madinah yaitu setelah hijrahnya Rasulullah. Ibnu Katsir (5/213) mengatakan; Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Malik dari Amir bin Sa’ad dari ayahnya, ia mengatakan; Aku tidak pernah Rasulullah mengatakan kepada seseorang yang berjalan di muka bumi bahwa dia adalah ahli surga, kecuali terhadap Abdullah bin Sallam Radhiyallahu Anhu. Dan berkenaan dengan dirinyalah ayat ini turun, “Dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an. ” Sa’ad juga mengatakan; Masruq dan Asy-Sya’bi berkata, “Ayat ini bukanlah Makkiyyah karena Abdullah bin Sallam masuk Islam di Madinah.”
Al-Qur'anberimanwahyu

Tafsir Lengkap

“Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya Al-Qur’an yang kusampaikan kepadamu ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya dengan menuduh bahwa aku telah mengada-adakannya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui kebenaran yang serupa dengan yang disebut dalam Al-Qur’an, yakni wahyu Allah yang disebut dalam kitab Taurat dan kitab-kitab sebelumnya yang mengajarkan tentang tauhid, hari akhir dan ajaran-ajaran lainnya yang serupa dengan ajaran Al-Qur’an lalu dia beriman kepada apa yang tertulis di dalamnya, sedangkan kamu menyombongkan diri, tidak percaya kepada ajaran serupa itu yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim, disebabkan keengganan mereka untuk menerima petunjuk-Nya.

Dibaca 20 kali