Surah 33Ayat 23 / 73

Al Ahzab

Golongan Yang BersekutuMadaniyahJuz 21Halaman 421
Mereka sabar dengan segala cobaanPara mu'minin bertahan dan percaya dengan janji Allah

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًاۙ ﴿٢٣﴾

Minal-mu'minīna rijālun ṣadaqū mā ‘āhadullāha ‘alaih(i), faminhum man qaḍā naḥbah(ū), wa minhum may yantaẓir(u), wa mā baddalū tabdīlā(n).

Terjemahan

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu.614) Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)

Catatan Kaki:614) Yang dimaksud dengan ‘menunggu’ pada ayat ini adalah menunggu salah satu di antara dua kebaikan, yakni menang atau mati syahid.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 23 - Penghormatan dan Pengakuan atas Pengorbanan Anas bin an-Nadr dalam Pertempuran

Anas bin an-Nad}r adalah salah satu sahabat yang mati syahid pada Perang Uhud. Beliau gugur setelah bertempur dengan gagah berani, sesuai sumpahnya kepada Allah setelah ia tidak dapat turut serta dalam Perang Badar. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَنَسَ بْنَ النَّضْرِ تَغَيَّبَ عَنْ قِتَالِ بَدْرٍ فَقَالَ تَغَيَّبْتُ عَنْ أَوَّلِ مَشْهَدٍ شَهِدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ رَأَيْتُ قِتَالًا لَيَرَيَنَّ اللَّهُ مَا أَصْنَعُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ انْهَزَمَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ أَنَسٌ فَرَأَى سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ مُنْهَزِمًا فَقَالَ يَا أَبَا عَمْروٍ أَيْنَ أَيْنَ قُمْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ الْجَنَّةِ دُونَ أُحُدٍ فَحَمَلَ حَتَّى قُتِلَ فَقَالَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا اسْتَطَعْتُ مَا اسْتَطَاعَ فَقَالَتْ أُخْتُهُ فَمَا عَرَفْتُ أَخِي إِلَّا بِبَنَانِهِ وَلَقَدْ كَانَتْ فِيهِ بِضْعٌ وَثَمَانُونَ ضَرْبَةً مِنْ بَيْنِ ضَرْبَةٍ بِسَيْفٍ وَرَمْيَةٍ بِسَهْمٍ وَطَعْنَةٍ بِرُمْحٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ (رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ إِلَى قَوْلِهِ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا). (1)

Anas (bin Malik) mengisahkan bahwa (pamannya yang bernama) Anas bin an-Nadr tidak dapat ikut serta dalam Perang Badar. Merasa menyesal, ia berkata, “Aku telanjur tidak ikut dalam perang pertama yang dipimpin oleh Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam. Bila nanti aku mendapat kesempatan untuk ikut perang berikutnya, pasti Allah akan melihat apa yang dapat aku lakukan.” Ketika Perang Uhud berkecamuk dan banyak sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam yang lari dalam keadaan kacau (karena nyaris kalah), Anas maju dengan gagah berani. Begitu ia melihat Sa‘d bin Mu‘az\ lari mundur, ia berkata, “Wahai Abu ‘Amr, mau kemanakah engkau? Mau kemanakah engkau? Kembalilah! Demi Allah yang menggenggam jiwaku, aku benar-benar mencium bau surga di Bukit Uhud sana.” Ia terus merangsek maju hingga ia pun gugur. Mengetahui hal itu Sa‘d bin Mu‘az\ berkata, “Aku bahkan tidak sanggup berbuat seperti dirinya (Anas bin an-Nadr).” Saudarinya (yakni bibiku yang bernama Rubayyi‘ binti an-Nadr) berkata, “Aku tidak dapat mengenali jasad saudaraku kecuali dari ujung jari-jari tangannya. Lebih dari delapan puluh luka aku temukan di tubuhnya, mulai dari luka sabetan pedang, tancapan anak panah, hingga tusukan tombak.” Allah ‘azza wajalla lalu menurunkan ayat yang berkaitan dengan dirinya, rijalun sadaqu ma ‘ahadullaha ‘alaihi … hingga firman-Nya, wama baddalu tabdila.

(1) Sahih; diriwayatkan oleh Ahmad, al-Musnad, juz 21, hlm. 242, hadis nomor 13658. Dalam redaksi yang agak berbeda namun dengan jalan cerita yang serupa hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Jihad, Bab min al-Mu’minina Rijal Sadaqu ma ‘ahadu Allah ‘alaih, hlm. 694, hadis nomor 2805; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Imarah, Bab s\ubut al-Jannah li asy-Syahid, hlm. 1512, hadis nomor 1903.

BadarSumpahUhud

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 23 - Imam as Suyuthi : Orang Mukmin Tidak Akan Berkhianat Kepada Allah Dan Rasul-Nya

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).”
Muslim, At-Tirmidzi dan lainnya meriwayatkan dari Anas, ia mengatakan; pamanku yang bernama Anas bin An-Nadhar tidak ikut ketika Perang Badar. Hal itu menjadi beban berat baginya. Ia (pamanku) berkata, “Perang pertama yang diikuti Rasulullah tidak bisa aku ikuti. Seandainya Allah memperlihatkan peperangan kepadaku bersama Rasulullah maka Allah akan benar-benar melihat apa yang akan aku perbuat.” Ia akhirnya bisa mengikuti Perang Uhud. Ia berperang hingga terbunuh. Di tubuhnya terdapat delapan puluh lebih tebasan, tusukan, dan bekas anak panah yang mengenainya. Turunlah ayat ini, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah... ” (1)
1. Shahih: Diriwayatkan Muslim (1903) dalam Bab Imarah, At-Tirmidzi (3200) dalam Bab At-Tafsir, dan disebutkan oleh Ibnu Katsir (4/236). Begitu pula Al-Qurthubi (7/5419).
amanahjanjimukmin

Tafsir Lengkap

Di antara sifat mulia beliau yang harus diteladani oleh setiap mukmin adalah memenuhi janji. Di antara orang-orang mukmin yang beriman dengan sesungguhnya itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah untuk sabar dan tegar menghadapi kesulitan. Dan di antara mereka ada yang gugur, seperti pada perang Uhud, dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu apa yang Allah janjikan, seperti pertolongan-Nya pada Perang Khandak, dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.

Dibaca 11 kali