Surah 33Ayat 4 / 73

Al Ahzab

Golongan Yang BersekutuMadaniyahJuz 21Halaman 418
Ibumu ialah ibu yang melahirkan kamuRasulullah saw mengangkatnya sebagai anak

مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖۚ وَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْۚ وَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْۗ وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ ﴿٤﴾

Mā ja‘alallāhu lirajulim min qalbaini fī jaufih(ī), wa mā ja‘ala azwājakumul-lā'ī tuẓāhirūna minhunna ummahātikum, wa mā ja‘ala ad‘iyā'akum abnā'akum, żālikum qaulukum bi'afwāhikum, wallāhu yaqūlul-ḥaqqa wa huwa yahdis-sabīl(a).

Terjemahan

Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya, Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia pun tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan sesuatu yang hak dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 4 - Teguran Pada Kaum Munafik yang Berusaha Memecah Belah Umat Islam dengan Tuduhan Palsu Terhadap Rasulullah

Ayat ini turun sebagai tanggapan atas kaum munafik yang menuduh Rasulullah mempunyai dua hati: satu hati bersama sahabatnya, dan satu hati bersama kaum munafik.

عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ أَنَّهُ قَالَ: قُلْنَا لاِبْنِ عَبَّاسٍ: أَرَأَيْتَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ ‏(‏ما جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ‏)‏ مَا عَنَى بِذَلِكَ؟ قَالَ: قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا يُصَلِّي، فَخَطَرَ خَطْرَةً، فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ الَّذِينَ يُصَلُّونَ مَعَهُ أَلاَ تَرَى أَنَّ لَهُ قَلْبَيْنِ قَلْبًا مَعَكُمْ وَقَلْبًا مَعَهُمْ؟‏‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ‏:‏ ‏(‏ما جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ‏). (1)

Abu Zabyan bercerita, “Kami bertanya kepada Ibnu ‘Abbas, ‘Bagaimana penjelasanmu mengenai maksud firman Allah ‘azza wajalla, ma ja‘alallahu lirajulin min qalbaini fi jaufih?’ Ia menjawab, ‘Pada suatu hari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam salat, lalu terbersitlah sesuatu dalam pikiran beliau. Mengetahui hal itu, orang-orang munafik yang salat bersama beliau mengatakan, "Tidakkah kalian lihat bahwa dia (Muhammad) memiliki dua hati: satu hati bersama kalian (orang-orang munafik) dan satu hati lagi bersama mereka (para sahabatnya)?’ Untuk menanggapi ucapan mereka, Allah ‘azza wajalla lalu menurunkan ayat, ma ja‘alallahu lirajulin min qalbaini fi jaufihi.”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy, Ahmad, dan al-Hakim. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-Ahzab, hlm. 722–723, hadis nomor 3199; Ahmad, al-Musnad, juz 4, hlm. 233, hadis nomor 2410; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Ahzab, juz 2, hlm. 450, hadis nomor 3555. Sanad hadis ini sebetulnya masih diperdebatkan kesahihan maupun kedaifannya. Di antara ulama hadis yang menilainya baik adalah at-Tirmiz\iy, al-Hakim. at-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan. al-Hakim menilai sanad hadis ini sahih. Lihat: al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Ahzab, juz 2, hlm. 450, hadis nomor 3555; Ahmad, al-Musnad, hadis nomor 2410; at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, hadis nomor 3199. Sementara itu, di antara ulama yang menilai sanad hadis ini daif adalah az\-Z|ahabiy. Selain persoalan sanad, keterkaitan peristiwa yang dikisahkan dalam hadis ini dengan turunnya ayat di atas juga masih diperdebatkan. at-Tabariy mengatakan, “Para mufasir berbeda pendapat tentang maksud ayat ini. Ada yang mengatakan ayat ini turun untuk menyanggah kaum munafik yang menuduh Nabi mempunyai dua hati. Ada pula yang mengatakan ayat itu turun untuk menyanggah masyarakat yang menjuluki seorang pria Quraisy yang teramat cerdik dengan z\u al-qalbain (orang yang berhati dua). Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini turun terkait Zaid bin Haris\ah yang dijadikan anak angkat oleh Nabi. Menurutku (at-Tabariy), dari sekian banyak pendapat ini, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini turun untuk menyanggah orang yang mengatakan bahwa ada orang yang mempunyai dua hati dalam dadanya. Dengan demikian, ayat ini bisa jadi menyanggah tuduhan kaum munafik kepada Rasulullah dan bisa juga menyanggah julukan masyarakat kepada pria cerdik dari Quraisy sebagai ‘orang yang berhati dua’.” Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 19, hlm. 6–9.

HatiPikiranTerbersit

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 4 - Imam as Suyuthi : Seorang Yang Mengatakan Bahwa Dia Memiliki Rongga Yang Terdapat Dua Hati Yang Jauh Lebih Unggul Dari Muhammad

“Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak, menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). ”
At-Tirmidzi meriwayatkan dan dinilai hasan oleh Ibnu Abbas. ia mengatakan; Nabi suatu ketika shalat dan beliau lupa. Orang-orang munafik yang shalat bersama beliau kemudian mengatakan, “Tidakkah kalian lihat bahwa ia punya dua hati. Satu hati bersama kalian dan satu hati bersamanya.” Maka Allah menurunkan ayat, “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya...”. (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalur Khasyih, dari Sa’id bin Jubair, Mujahid, dan Ikrimah. Mereka mengatakan; Dahulu ada seorang laki-laki yang disebut sebagai pemilik dua hati. Maka turunlah ayat tersebut. Ibnu Jarir meriwaaytkan dari jalur Qatadah dari Al-Hasan hadits yang serupa. Ia menambahkan, laki-laki itu berkata, “Aku memiliki satu jiwa yang menyuruhku dan satu jiwa yang melarangku.” Diriwayatkan dari jalur Ibnu Abi Najih dari Mujahid, ia mengatakan; ayat tersebut turun berkenaan dengan seorang laki-laki dari Bani Fihr yang berkata, “Sesungguhnya dalam ronggaku ada dua hati. Salah satu dari keduanya lebih unggul daripada akal Muhammad.” Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari As-Suddi bahwasanya ayat tersebut turun berkenaan dengan laki-laki Quraisy dari Bani Jamuh, dikatakan bahwa namanya Jamil bin Ma’mar. (2)
1. Hasan: At-Tirmidzi (3199) meriwayatkan dalam Bab At-Tafsir, ia mengatakan hadits ini hasan. 2. Ibnu Katsir (4/223) menuturkan riwayat ini dan menambahkan, ayat tersebut turun berkenaan dengan Zaid bin Haritsah yang kemudian dijadikan perumpamaan; Putra dari laki-laki lain adalah bukan putramu. Ibnu Katsir memilih riwayat ini dan Al-Qurthubi menambahkan riwayat lain. Dia mengatakan; ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abdullah bin Khathal yaitu salah seorang yang dihalalkan darahnya oleh Rasulullah S pada saat Penaklukkan Kota Makkah.
istripernikahanzhihar

Tafsir Lengkap

Beralih dari perintah bertakwa dan larangan menaati orang kafir, Allah melalui ayat ini kemudian berbicara tentang orang yang hatinya tidak istikamah, masalah zihar, dan anak angkat. Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya. Setiap manusia hanya memiliki satu hati dan darinya muncul kehendak atau keinginan. Karena itu, tidak mungkin di satu sisi ia beriman dan takut kepada Allah namun di sisi lain ia takut kepada selain Allah. Dan begitu juga, Dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu. Zihar adalah perkataan suami kepada istri, “Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku,”⁴ atau yang sama maksudnya. Dan Dia juga tidak membenarkanmu menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri. Sejak saat itu hukum anak angkat dibatalkan. Dengan begitu nasab anak itu kembali ke nasab ayah kandungnya. Sesungguhnya yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja yang tidak dilandasi ilmu yang benar. Allah mengatakan dan menetapkan hukum yang sebenarnya dan Dia menunjukkan kepadamu jalan yang benar dan lurus.

Dibaca 20 kali