مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖۚ وَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْۚ وَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْۗ وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ ﴿٤﴾
Terjemahan
Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya, Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia pun tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan sesuatu yang hak dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 4 - Teguran Pada Kaum Munafik yang Berusaha Memecah Belah Umat Islam dengan Tuduhan Palsu Terhadap Rasulullah
Ayat ini turun sebagai tanggapan atas kaum munafik yang menuduh Rasulullah mempunyai dua hati: satu hati bersama sahabatnya, dan satu hati bersama kaum munafik.
عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ أَنَّهُ قَالَ: قُلْنَا لاِبْنِ عَبَّاسٍ: أَرَأَيْتَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: (ما جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ) مَا عَنَى بِذَلِكَ؟ قَالَ: قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا يُصَلِّي، فَخَطَرَ خَطْرَةً، فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ الَّذِينَ يُصَلُّونَ مَعَهُ أَلاَ تَرَى أَنَّ لَهُ قَلْبَيْنِ قَلْبًا مَعَكُمْ وَقَلْبًا مَعَهُمْ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (ما جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ). (1)
Abu Zabyan bercerita, “Kami bertanya kepada Ibnu ‘Abbas, ‘Bagaimana penjelasanmu mengenai maksud firman Allah ‘azza wajalla, ma ja‘alallahu lirajulin min qalbaini fi jaufih?’ Ia menjawab, ‘Pada suatu hari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam salat, lalu terbersitlah sesuatu dalam pikiran beliau. Mengetahui hal itu, orang-orang munafik yang salat bersama beliau mengatakan, "Tidakkah kalian lihat bahwa dia (Muhammad) memiliki dua hati: satu hati bersama kalian (orang-orang munafik) dan satu hati lagi bersama mereka (para sahabatnya)?’ Untuk menanggapi ucapan mereka, Allah ‘azza wajalla lalu menurunkan ayat, ma ja‘alallahu lirajulin min qalbaini fi jaufihi.”
(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy, Ahmad, dan al-Hakim. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-Ahzab, hlm. 722–723, hadis nomor 3199; Ahmad, al-Musnad, juz 4, hlm. 233, hadis nomor 2410; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Ahzab, juz 2, hlm. 450, hadis nomor 3555. Sanad hadis ini sebetulnya masih diperdebatkan kesahihan maupun kedaifannya. Di antara ulama hadis yang menilainya baik adalah at-Tirmiz\iy, al-Hakim. at-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan. al-Hakim menilai sanad hadis ini sahih. Lihat: al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Ahzab, juz 2, hlm. 450, hadis nomor 3555; Ahmad, al-Musnad, hadis nomor 2410; at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, hadis nomor 3199. Sementara itu, di antara ulama yang menilai sanad hadis ini daif adalah az\-Z|ahabiy. Selain persoalan sanad, keterkaitan peristiwa yang dikisahkan dalam hadis ini dengan turunnya ayat di atas juga masih diperdebatkan. at-Tabariy mengatakan, “Para mufasir berbeda pendapat tentang maksud ayat ini. Ada yang mengatakan ayat ini turun untuk menyanggah kaum munafik yang menuduh Nabi mempunyai dua hati. Ada pula yang mengatakan ayat itu turun untuk menyanggah masyarakat yang menjuluki seorang pria Quraisy yang teramat cerdik dengan z\u al-qalbain (orang yang berhati dua). Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini turun terkait Zaid bin Haris\ah yang dijadikan anak angkat oleh Nabi. Menurutku (at-Tabariy), dari sekian banyak pendapat ini, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini turun untuk menyanggah orang yang mengatakan bahwa ada orang yang mempunyai dua hati dalam dadanya. Dengan demikian, ayat ini bisa jadi menyanggah tuduhan kaum munafik kepada Rasulullah dan bisa juga menyanggah julukan masyarakat kepada pria cerdik dari Quraisy sebagai ‘orang yang berhati dua’.” Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 19, hlm. 6–9.
Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 4 - Imam as Suyuthi : Seorang Yang Mengatakan Bahwa Dia Memiliki Rongga Yang Terdapat Dua Hati Yang Jauh Lebih Unggul Dari Muhammad
Tafsir Lengkap
Dibaca 20 kali
