Surah 6Ayat 108 / 165

Al An'am

Binatang TernakMakkiyahJuz 7Halaman 141
Tidak boleh mencaci tuhan agama lain

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ﴿١٠٨﴾

Wa lā tasubbul-lażīna yad‘ūna min dūnillāhi fa yasubbullāha ‘adwam bigairi ‘ilm(in), każālika zayyannā likulli ummatin ‘amalahum, ṡumma ilā rabbihim marji‘uhum fa yunabbi'uhum bimā kānū ya‘malūn(a).

Terjemahan

Janganlah kamu memaki (sesembahan) yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa (dasar) pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 108 - Larangan Berdakwah dengan Cara Mencaci Maki Sesembahan Orang Kafir

Mulanya, sambil menyebarkan Islam, beberapa sahabat Nabi SAW menghina sesembahan kaum musyrik. Merasa terganggu dengan tindakan tersebut, mereka mengancam akan berbalik memaki Allah. Ayat ini lalu turun untuk melarang cara dakwah yang demikian.

عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَى: (وَلا تَسُبُّوا الّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُون الله فَيَسُبّوا اللّهَ عَدْوًا بغيرِ عِلْمٍ) قال: قَالُوْا: يَا مُحَمَّدُ، لَتَنْتَهِيَنَّ عَنْ سَبِّ أَوْ شَتْمِ آلِهَتِنَا أَوْ لَنَهْجُوَنَّ رَبَّكَ، فَنَهَاهُمُ اللهُ تَعَالَى أَنْ يَسُبُّوْا أَوْثَانَهُمْ فَيَسُبُّوْا اللهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ. (1)

Terkait latar belakang turunnya firman Allah wala tasubbul-laz\ina yad‘una min dunillahi, Ibnu ‘Abbas berkata, “Suatu hari kaum kafir Mekah berkata kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, “Berhentilah memaki dan menghujat Tuhan kami, wahai Muhammad! Bila tidak, pasti akan kami hujat Tuhanmu.” Karena itulah Allah melarang umat Islam mencela berhala-berhala kaum musyrik agar mereka tidak membalas dengan memaki Allah secara zalim dan tanpa berdasar pengetahuan.”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim secara mausul dari jalur ‘Aliy bin Abi Talhah dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, juz 9, hlm. 480; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, hlm. 1366, hadis nomor 7760. Hadis ini mempunyai syahid dengan sanad yang mursal namun sahih—para perawinya juga merupakan perawi-perawi al-Bukhariy dan Muslim—yang diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Qatadah. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, juz 9, hlm. 480; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, hlm. 1366, hadis nomor 7761. Lihat pula: Ibrahim Muhammad al-‘Aliy, Sahih} Asbab an-Nuzul, hlm. 113; Abu ‘Umar Nadi, al-Maqbul min Asbab an-Nuzul, hlm. 324. Secara tekstual riwayat ini tidak secara tegas menceritakan sebab turunnya ayat di atas, namun secara konteks tampak adanya kesesuaian yang sangat erat antara keduanya.

AllahIslamKafir

Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 108 - Imam as Suyuthi : Tidak Boleh Mengnina Agama Lain

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Abdurrazzaq berkata, “Ma’mar memberi tahu kami bahwasanya Qatadah berkata, “Dahulu kaum Muslimin memaki berhala-berhala kaum kafir sehingga kaum kafir tersebut memaki-maki Allah. Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah... ”
1. Al-Qurthubi mengatakan (3/2582) bahwasanya Ibnu Abbas berkata, “Orang-orang kafir berkata kepada Abu Thalib, “Perintahkanlah kepada Muhammad dan para sahabatnya untuk berhenti menghina tuhan-tuhan kami, atau kami akan menghina Tuhannya,” maka turunlah ayat ini. Disebutkan juga oleh Ibnu katsir (2/222-223) riwayat-riwayat yang serupa dan senada.
AgamaKafirMenghina

Tafsir Lengkap

Ayat ini secara khusus ditujukan kepada kaum muslim tentang bagaimana seharusnya bersikap menghadapi sesembahan kaum musyrik. Dan janganlah kamu, wahai kaum muslim, memaki sesembahan seperti berhala-berhala dan lainnya yang mereka sembah selain Allah, karena jika kamu memakinya, maka akibatnya mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas atau tanpa berpikir dan tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, sudah menjadi sebuah ketentuan yang berlaku sepanjang masa bahwa Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kemudian pada saat yang telah ditentukan, kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan untuk mendapatkan balasan yang setimpal.

Dibaca 21 kali