قَدْ نَعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ ﴿٣٣﴾
Terjemahan
Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang zalim itu selalu mengingkari (ayat-ayat Allah).
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 33 - Kaum Kafir Mendustakan Ayat Al-Quran yang Disampaikan tetapi tidak Menuduh Nabi Berdusta
Ayat ini turun berkenaaan dengan sikap kaum kafir terhadap Nabi SAW. Sebenarnya mereka tidak menuduh Nabi berdusta karena mereka mengakui Nabi sebagai orang yang jujur (al-Amin), namun mereka mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an yang beliau sampaikan.
عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّ أَبَا جَهْلٍ، قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّا لاَ نُكَذِّبُكَ وَلَكِنْ نُكَذِّبُ بِمَا جِئْتَ بِهِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ). (1)
Aliy bercerita bahwa suatu hari Abu Jahal berkata kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Kami tidak mendustakanmu. Kami hanya mendustakan apa yang kau bawa (Al-Qur’an).” Terkait peristiwa itulah Allah menurunkan ayat fa’innahum la yukaz\z\ibunaka walakinnaz-zalimina bi’ayatillahi yajhadun.”
(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy secara mausul dan mursal, at-Tabariy secara mursal, dan al-Hakim secara mausul. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-An‘am, hlm. 686, hadis nomor 3064; at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, juz 9, hlm. 222–223; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-An‘am, juz 2, hlm. 345, hadis nomor 3226. At-Tirmiz\iy mengatakan bahwa hadis dengan sanad mursal lebih kuat daripada yang mausul. Sementara itu, al-Hakim mengatakan hadis ini sahih berdasarkan syarat al-Bukhariy dan Muslim. Pendapat ini dikritisi oleh az\-Z|ahabiy karena menurutnya kedua imam tersebut tidak meriwayatkan dari jalur Najiyah (salah satu perawi dalam sanad al-Hakim) sama sekali. Ahmad Syakir mengatakan, “Al-Hakim meriwayatkan secara mausul dari sanad yang berbeda dari sanad at-Tirmiz\iy. Ke-mausul-an sanad merupakan tambahan dari dua perawi yang tepercaya sehingga dapat diterima secara yakin. Ia juga mengomentari kritikan az\-Z|ahabiy atas al-Hakim. Menurutnya, al-Bukhariy dan Muslim memang tidak meriwayatkan hadis dari Najiyah, namun demikian, Najiyah adalah perawi yang tepercaya. Karena itu, hadis riwayat al-Hakim bisa dikatakan sahih meski tidak sesuai dengan syarat al-Bukhariy dan Muslim.” Lihat: Ahmad Syakir, ‘Umdah at-Tafsir, juz 1, hlm. 770.
Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 33 - Imam as Suyuthi : Abu Jahal Percaya Nabi, Tapi Tidak Dengan Ajarannya
Tafsir Lengkap
Dibaca 16 kali
