Surah 6Ayat 33 / 165

Al An'am

Binatang TernakMakkiyahJuz 7Halaman 131

قَدْ نَعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ ﴿٣٣﴾

Qad na‘lamu innahū layaḥzunukal-lażī yaqūlūna fa innahum lā yukażżibūnaka wa lākinnaẓ-ẓālimīna bi'āyātillāhi yajhadūn(a).

Terjemahan

Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang zalim itu selalu mengingkari (ayat-ayat Allah).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 33 - Kaum Kafir Mendustakan Ayat Al-Quran yang Disampaikan tetapi tidak Menuduh Nabi Berdusta

Ayat ini turun berkenaaan dengan sikap kaum kafir terhadap Nabi SAW. Sebenarnya mereka tidak menuduh Nabi berdusta karena mereka mengakui Nabi sebagai orang yang jujur (al-Amin), namun mereka mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an yang beliau sampaikan.

عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّ أَبَا جَهْلٍ، قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّا لاَ نُكَذِّبُكَ وَلَكِنْ نُكَذِّبُ بِمَا جِئْتَ بِهِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ:‏ ‏(فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ‏). (1)

Aliy bercerita bahwa suatu hari Abu Jahal berkata kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Kami tidak mendustakanmu. Kami hanya mendustakan apa yang kau bawa (Al-Qur’an).” Terkait peristiwa itulah Allah menurunkan ayat fa’innahum la yukaz\z\ibunaka walakinnaz-zalimina bi’ayatillahi yajhadun.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy secara mausul dan mursal, at-Tabariy secara mursal, dan al-Hakim secara mausul. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-An‘am, hlm. 686, hadis nomor 3064; at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, juz 9, hlm. 222–223; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-An‘am, juz 2, hlm. 345, hadis nomor 3226. At-Tirmiz\iy mengatakan bahwa hadis dengan sanad mursal lebih kuat daripada yang mausul. Sementara itu, al-Hakim mengatakan hadis ini sahih berdasarkan syarat al-Bukhariy dan Muslim. Pendapat ini dikritisi oleh az\-Z|ahabiy karena menurutnya kedua imam tersebut tidak meriwayatkan dari jalur Najiyah (salah satu perawi dalam sanad al-Hakim) sama sekali. Ahmad Syakir mengatakan, “Al-Hakim meriwayatkan secara mausul dari sanad yang berbeda dari sanad at-Tirmiz\iy. Ke-mausul-an sanad merupakan tambahan dari dua perawi yang tepercaya sehingga dapat diterima secara yakin. Ia juga mengomentari kritikan az\-Z|ahabiy atas al-Hakim. Menurutnya, al-Bukhariy dan Muslim memang tidak meriwayatkan hadis dari Najiyah, namun demikian, Najiyah adalah perawi yang tepercaya. Karena itu, hadis riwayat al-Hakim bisa dikatakan sahih meski tidak sesuai dengan syarat al-Bukhariy dan Muslim.” Lihat: Ahmad Syakir, ‘Umdah at-Tafsir, juz 1, hlm. 770.

Al-Qur’anDustaNabi

Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 33 - Imam as Suyuthi : Abu Jahal Percaya Nabi, Tapi Tidak Dengan Ajarannya

“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang'orang yang zhalim itu mengingkari ayat'ayat Allah. ”
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ali bahwasanya Abu Jahal berkata kepada Nabi “Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, akan tetapi kami mendustakan ajaran yang kamu bawa.” Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang'orang yang zhalim itu mengingkari ayat'ayat Allah. ” (1)
1. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (3230) dalam Bab At-Tafsir. Dan Ibnu Katsir berkata (2/178): pada suatu hari Nabi bertemu dengan Abu Jahal, lalu Nabi menjabat tangannya, lalu seseorang berkata kepada Abu Jahal: “Kenapa engkau menjabat tangan seseorang yang berpindah dari agama kita?” lalu Abu Jahal berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui bahwasanya ia adalah seorang Nabi, akan tetapi kita adalah orang-orang yang mengikuti agama Bani Abdi Manaf,” maka turunlah ayat ini. Al-Qurthubi mengatakan (3/2501) bahwasanya Abu Maisarah berkata, “Pada suatu hari Nabi berpapasan dengan Abu Jahal dan para sahabatnya, lalu mereka berkata, “Wahai Muhammad, demi Allah kami tidak membohongimu dan kami tahu engkau adalah seorang yang berkata benar, akan tetapi kami mengingkari apa yang engkau bawa.” Ibnu Katsir telah menyebutkan bahwasanya sahabat Abu Jahal pada saat itu adalah Akhnas bin Syuraiq dan Abu Sufyan bin Harb. Dan Ibnu Katsir meriwayatkan kisah ini dengan riwayat yang panjang (2/179).
Abu JahalHatiSedih

Tafsir Lengkap

Manusia yang tertipu kehidupan dunia itu mengingkari ayat-ayat Allah dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan Rasulullah. Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan bahwa hidup ini hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan pernah dibangkitkan untuk hidup di akhirat setelah kita mati, itu benar-benar menyedihkan hatimu, wahai Nabi Muhammad. Bersabarlah menghadapi mereka, janganlah bersedih, karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau. Nurani mereka mengakui kebenaran engkau sebagai rasul Allah, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah karena kesombongan dan ketertutupan hati mereka.

Dibaca 16 kali