Surah 8Ayat 1 / 75

Al Anfaal

Rampasan PerangMadaniyahJuz 9Halaman 177
Perintah untuk bertaqwa kepada AllahPerintah untuk ta'at kepada AllahTentang Rampasan perangRasulullah saw ditanya oleh ummatnyaKewajiban Taat Kepada Rasulullah sawPerintah kepada Ummat untuk menta'ati Nabinya
Bismillah

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ﴿١﴾

Yas'alūnaka ‘anil-anfāl(i), qulil-anfālu lillāhi war-rasūl(i), fattaqullāha wa aṣliḥū żāta bainikum, wa aṭī‘ullāha wa rasūlahū in kuntum mu'minīn(a).

Terjemahan

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.”

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 1- Perselisihan di Kalangan Pasukan Muslim ketika Mendapat Rampasan Perang

Ayat ini berisi aturan tentang pembagian harta rampasan perang. Ia turun berkaitan dengan perselisihan di kalangan pasukan muslim ketika mendapat rampasan perang. Semua pihak merasa lebih berhak mendapatkan bagian daripada yang lain.

عَنْ عُبَادَةَ قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَهِدْتُ مَعَهُ بَدْرًا، فَالْتَقَى النَّاسُ فَهَزَمَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْعَدُوَّ فَانْطَلَقَتْ طَائِفَةٌ فِيْ آثَارِهِمْ يَهْزِمُوْنَ وَيَقْتُلُوْنَ، فَأَكَّبَتْ طَائِفَةٌ علَى الْعَسْكَرِ يَحُوْزُوْنَهُ وَيَجْمَعُوْنَهُ، وَأَحْدَقَتْ طَائِفَةٌ بِرَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصِيْبُ الْعَدُوُّ مِنْهُ غِرَّةً، حَتَّى إِذَا كَانَ اللَّيْلُ وَفَاءَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ الَّذِيْنَ جَمَعُوْا الْغَنَائِمَ: نَحْنُ حَوَيْنَاهَا وَجَمَعْنَاهَا فَلَيْسَ لِأَحَدٍ فِيْهَا نَصِيْبٌ. وَقَالَ الَّذِيْنَ خَرَجُوْا فِيْ طَلَبِ اْلعَدُوِّ: لَسْتُمْ بِأَحَقَّ بِهَا مِنَّا، نَحْنُ نَفَيْنَا عَنْهَا الْعَدُوَّ وَهَزَمْنَاهُمْ. وَقَالَ الَّذِيْنَ أَحْدَقُوْا بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسْتُمْ بِأَحَقَّ بِهَا مِنَّا، نَحْنُ أَحْدَقْنَا بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخِفْنَا أَنْ يُصِيْبَ الْعَدُوُّ مِنْهُ غِرَّةً وَاشْتَغَلْنَا بِهِ، فَنَزَلَتْ: (يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُوْلِ فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ) فَقَسَمَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى فَوَاقٍ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ. قَالَ: وَكَانَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَغَارَ فِيْ أَرْضِ الْعَدُوِّ نَفَلَ الرُّبُعُ، وَإِذَا أَقْبَلَ رَاجِعًا وَكَّلَ النَّاسُ نَفَلَ الثُّلُثَ، وَكَانَ يَكْرَهُ الْأَنْفَالَ، وَيَقُوْلُ: لِيَرُدَّ قَوِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى ضَعِيْفِهِمْ. (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ بَدْرٍ:‏ مَنْ فَعَلَ كَذَا وَكَذَا فَلَهُ مِنَ النَّفْلِ كَذَا وَكَذَا. قَالَ: فَتَقَدَّمَ الْفِتْيَانُ وَلَزِمَ الْمَشْيَخَةُ الرَّايَاتِ فَلَمْ يَبْرَحُوهَا، فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَالَتِ الْمَشْيَخَةُ: كُنَّا رِدْءًا لَكُمْ، لَوِ انْهَزَمْتُمْ لَفِئْتُمْ إِلَيْنَا، فَلاَ تَذْهَبُوا بِالْمَغْنَمِ وَنَبْقَى. فَأَبَى الْفِتْيَانُ وَقَالُوا: جَعَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَنَا. فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأَنْفَالِ قُلِ الأَنْفَالُ لِلَّهِ ... إِلَى قَوْلِهِ: كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ)‏ يَقُولُ: فَكَانَ ذَلِكَ خَيْرًا لَهُمْ. (2) عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّهُ نَزَلَتْ فِيْهِ آياتٌ مِنَ الْقُرْآنِ. قَال: ... وَأَصَابَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَنِيْمَةً عَظِيْمَةً فَإِذَا فِيْهَا سَيْفٌ، فَأَخَذْتُهُ فَأَتَيْتُ بِهِ الرَّسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: نَفِّلْنِي هَذَا السَّيْفَ فَأَنَا مَنْ قَدْ عَلِمْتَ حَالَهُ. فَقَالَ: رُدَّهُ مِنْ حَيْثُ أَخَذَتْهُ. فَانْطَلَقْتُ حَتَّى إِذَا أَرَدْتُ أَنْ أُلْقِيَهُ فِي الْقَبْضِ لَامَتْنِيْ نَفْسِيْ، فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ: أَعْطِنِيْهِ. قَالَ: فَشَدَّ لِيْ صَوْتَهُ: رُدَّهُ مِنْ حَيْثُ أَخَذَتْهُ. قَالَ: فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: (يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ). (3)

(1) Hasan; diriwayatkan oleh Ahmad, al-Musnad, hlm. 1687, hadis nomor 23142. Salah satu syahid yang menguatkan hadis ini secara garis besar adalah hadis sahih riwayat Abu Dawud dan al-Baihaqiy dari Ibnu ‘Abbas. Selengkapnya lihat catatan kaki nomor berikutnya. Hadis di atas diriwayatkan pula oleh al-Hais\amiy dan al-Hakim. Al-Hais\amiy mengatakan bahwa para perawi hadis ini tepercaya, sedangkan al-Hakim mengatakan hadis ini sahih berdasarkan syarat Muslim. Penilaian al-Hakim ini disetujui oleh az\-Z|ahabiy. Lihat: al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, juz 6, hlm. 90, hadis nomor 10032 dan juz 7, hlm. 67–68, hadis nomor 11024; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab Qism al-Fai’, juz 2, hlm. 147, hlm. 2607. (2) Sahih; diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa’iy, al-Baihaqiy, al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Lihat: Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Jihad, Bab fi an-Nafl, hlm. 309, hadis nomor 2737–2739; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-An‘am, juz 10, hlm. 104–105, hadis nomor 11133; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab Qism al-Fai’, Bab Bayan Masraf al-Ganimah, juz 6, hlm. 477, hadis nomor 12712; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab Qism al-Fai’, juz 2, hlm. 143, hadis nomor 2594; Ibnu Hibban, Sahih} Ibni Hibban, dalam Kitab as-Sulh, Bab Z|ikr as-Sabab allaz\i min Ajlih Unzil Qauluh Ta‘ala wa Aslihu z\ata Bainikum, juz 11, hlm. 490, hadis nomor 5093. Al-Hakim mengatakan hadis ini sahih; suatu penilaian yang disetujui oleh az\-Z|ahabiy. (3) Sahih: lihat catatan kaki mengenai Surah An-Nisa' (4): 51-52

BadarGhanimahPerang

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 1 - Imam as Suyuthi : Harta Rampasan Adalah Urusan Allah Dan Rasul-Nya

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul. Oleh sebab itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul'Nya jika kamu adalah orang'orang yang beriman."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al- Hakim bahwasanya Ibnu Abbas berkata, “Nabi bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seorang musuh, maka ia mendapatkan ini dan itu. Dan barangsiapa menawan seorang musuh, maka ia mendapat ini dan itu. ” Orang- orang tua bertahan di bawah panji-panji perang, sedangkan para pemuda maju membunuhi musuh dan merampas ghanimah. Lalu orang-orang yang tua itu berkata kepada para pemuda, “Beri kami bagian, sebab kami adalah tulang punggung kalian. Seandainya terjadi sesuatu pada kalian pasti kalian mundur kepada kami.” Mereka bertengkar lalu mereka menghadap kepada Nabi S, maka turunlah firman Allah, “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.. .” (1) Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwasanya ia berkata, “Pada waktu Perang Badar, saudaraku (Umair) terbunuh, maka sebagai pembalasannya aku membunuh Sa’id bin Al-Ash, dan aku ambil pedangnya dan kemudian kubawa menghadap Nabi lalu Beliau bersabda, “Gabungkan pedang itu ke dalam barang-barang rampasan perang.’’ Aku pun kembali dengan membawa kesedihan yang tidak terkira akibat terbunuhnya saudaraku dan diambilnya barang rampasanku. Belum jauh aku berjalan, Allah menurunkan surat Al-Anfal. Lalu Nabi & bersabda, “Pergilah dan ambil pedangmu! ” (2) Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i meriwayatkan dari Sa’ad, ia menuturkan, “Pada waktu Perang Badar, aku merampas sebilah pedang, lalu Aku katakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah membalaskan sakit hatiku terhadap kaum musyrikin. Hadiahkan pedang ini kepadaku.” Akan tetapi Beliau bersabda, “Ini bukan hakku, juga bukan hakmu.” Aku pun berkata, “Boleh jadi pedang ini diberikan kepada seseorang yang tidak bertempur seperti apa yang kulakukan.” Kemudian Rasulullah mendatangiku dan bersabda: “Tadi engkau memintaku ketika hal ini bukan menjadi hakku. Sekarang ia telah menjadi hakku, dan pedang itu milikmu. ” (3) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid bahwasanya para sahabat bertanya kepada Nabi tentang Khumus (bagian seperlima) sisa dari 4/5, maka turunlah ayat, “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang... ” (4)
1. Abu Dawud (2737) dalam BabAl-Jihad, Al-Hakim (2/326) dalam Mustadrahnya. 2. Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad (1/180) dan Ibnu Jarir (9/117) dalam Bab At-Tafsir, dan Ibnu Katsir (5/376). 3. Shahih: diriwayatkan oleh At-Tirimidzi (3079) dalam Bab A t'Tafsir, dan ia berkata, “Hasan Shahih.” Al-Qurthubi telah menyebutkan riwayat dari Ubadah bin Shamit (4/2886) dan derajatnya dha ’ if, diriwayatkan oleh Al-Hakim dan ia menshahihkannya, dan Adz-Dzahabi sepakat dengan Al- Hakim, akan tetapi yang mereka berdua katakan tidak benar. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (2/377) dengan redaksi yang panjang. 4. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (2/375-376) dan ia menisbahkannyakepada IbnuNajih dari Mujahid. Catatan: Ibnu Katsir berkata, “Surat ini Madaniyyah, ayatnya berjumlah tujuh puluh tiga, seribu tiga puluh satu kata, dan lima ribu dua ratus sembilah puluh empat huruf” Sa’id bin Jubair berkata, “Aku berkata kepada Ibnu Abbas tentang surat Al-Anfal, lalu ia berkata, “surat ini turun pada perang Badar.” Ibnu Katsir (2/375). Al-Qurthubi berkata, “Surat ini adalah Madaniyyah Badariyyah” Ibnu Abbas berkata, “Surat ini Madaniyyah kecuali tujuh ayat dari firman Allah, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu... ” hingga akhir tujuh ayat setelahnya.”
GhanimahpembagianPerang

Tafsir Lengkap

Ketika terjadi Perang Badar Besar, antara kaum mukmin dan pasukan musyrik, kemenangan yang gemilang ada di pihak orang-orang mukmin. Harta rampasan pun cukup banyak melimpah, sehingga sempat mengundang perselisihan menyangkut persoalan pembagiannya. Mereka para sahabat menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang bagaimana cara pembagian harta rampasan perang Badar. Sebagai jawaban, katakanlah kepada mereka, “Harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul, sehingga Rasul yang akan membagikannya menurut ketentuan Allah. Janganlah kalian berbeda pendapat menyangkut persoalan harta itu, cukuplah kalian menjadikan rasa takut dan taat pada Allah sebagai simbol kebanggaan kalian, maka bertakwalah kepada Allah. Hindari perselisihan yang akan terjadi akibat pembagian harta rampasan dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, serta jadikanlah rasa cinta kasih dan keadilan sebagai asas tali persaudaraan. Dan taatlah kepada Allah dalam segala perintah dan larangan-Nya dan demikian juga kepada Rasul-Nya jika memang kamu adalah orang-orang yang beriman yang telah mantap keimanan dalam hati."

Dibaca 19 kali