Surah 8Ayat 17 / 75

Al Anfaal

Rampasan PerangMadaniyahJuz 9Halaman 179
Maha Mendengar, Mengetahui dan MelihatAllah akan menolong mereka yang menolong AllahPertolongan Allah kepada mereka yang disakiti di jalan AllahBertahan di medan perang

فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ﴿١٧﴾

Falam taqtulūhum wa lākinnallāha qatalahum, wa mā ramaita iż ramaita wa lākinallāha ramā, wa liyubliyal-mu'minīna minhu balā'an ḥasanā(n), innallāha samī‘un ‘alīm(un).

Terjemahan

Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik.308) Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Catatan Kaki:308) Peristiwa ini terkait Perang Badar sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Dia bercerita bahwa ketika Perang Badar berkecamuk, Nabi Muhammad saw. berkata kepada Ali, “Ambilkan aku segenggam pasir!” Ali segera mengambil pasir tersebut dan menyerahkannya kepada beliau. Lalu, beliau melemparkan pasir itu ke muka para musuh sehingga tidak seorang pun yang matanya luput darinya. Oleh karena itu, hancurlah mereka.” (Hadis riwayat aṭ-Ṭabrani).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 17 - Peristiwa Rasulullah Melemparkan Kerikil ke Muka Musuh pada Perang Badar sebagai Bentuk Perlawanan

Dalam Perang Badar, sebagai suatu bentuk perlawanan kepada pasukan musyrik, Rasulullah melemparkan kerikil-kerikil ke arah muka para musuh. Allah membuat lemparan itu sampai ke mata mereka, membuat mereka sangat terganggu. Pada peristiwa itu turunlah ayat ini.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَلِيٍّ: نَاوِلْنِيْ كَفًّا مِنْ حَصَى. فَنَاوَلَهُ فَرَمَى بِهِ وُجُوْهَ الْقَوْمِ، فَمَا بَقِيَ أَحَدٌ مِنَ الْقَوْمِ إِلَّا امْتَلَأَتْ عَيْنَاه مِنَ الْحَصْبَاءِ، فَنَزَلَتْ: (وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللهَ رَمَى). (1)

Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma bercerita bahwa (ketika Perang Badar berkecamuk), Nabi berkata kepada ‘Aliy, “Ambilkan aku segenggam pasir!” Aliy segera mengambil dan menyerahkannya kepada beliau. Beliau lalu melemparkan pasir itu ke muka para musuh hingga tidak seorang musuh pun yang matanya luput darinya. Saat itu turunlah firman Allah, wama ramaita iz\ ramaita walakinnallaha rama.

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Kabir, juz. 11, hlm. 285, hadis nomor 11750; al-Mu‘jam al-Ausat, (Kairo: Dar al-Haramain, 1995), juz 5, hlm. 344, hadis nomor 5502. Menurut al-Hais\amiy, para perawi dalam sanad at-Tabraniy pada al-Mu‘jam al-Kabir merupakan perawi Sahih} al-Bukhariy, sedangkan pada al-Mu‘jam al-Ausat terdapat Yahya bin Ya‘la yang merupakan perawi yang daif. Lihat: al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, dalam Kitab al-Magazi wa as-Sair, Bab Gazwah Badr, juz 6, hlm. 80, hadis nomor 9999, dan dalam Bab Gazwah Hunain, hlm. 195, hadis nomor 10281.

KerikilMusuhPasir

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 17 - Imam as Suyuthi : Bantuan Allah Dengan Menurunkan Pasukan Malaikat Saat Badar

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Aliahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang'orangmukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Firman Allah: “Wa ma ramaita idz ramaita” (dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar) Al-Hakim meriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyib bahwasanya ayahnya berkata, “Pada Perang Uhud, Ubay bin Khalaf mendatangi Nabi dan Orang-orang memberikan jalan baginya, lalu Mush’ab bin Umair menghadapinya. Rasulullah melihat tulang selangka Ubay dari celah kecil antara baju besi dan helm besinya, kemudian Rasulullah menikamnya dengan tombak beliau hingga Ubay tersungkur dari kudanya. Tikaman itu tidak mengeluarkan darah, tetapi mematahkan salah satu tulang rusuknya. Lalu ia dijemput oleh kawan-kawannya, sementara ia menguak seperti suara kerbau. Kawan-kawannya pun berkata, “Mengapa kamu demikian ketakutan? Ini hanya luka kecil!” Maka ia menuturkan kepada mereka tentang perkataan Rasulullah yaitu; “Akulah yang membunuh Ubay!" Kemudian iia melanjutkan, “Demi Tuhan, seandainya luka yang aku alami ini menimpa penduduk Dzul Majazir, pasti mereka semua mati." Akhirnya Ubay benar-benar mati sebelum ia benar-benar sampai di kota Makkah. Lalu Allah menurunkan firman-Nya, “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar...” Hadits ini sanadnya shahih, akan tetapi ia gharib. (1) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdurrahman bin Jubair bahwasanya pada perang Khaibar, Rasulullah S meminta sebuah busur, lalu beliau memanah benteng dan anak panah tersebut meluncur kencang mengenai Ibnu Ubai Al-Huqaiq yang sedang berbaring di ranjangnya hingga ia langsung mati. Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar..." Hadits ini mursal, sanadnya jayyid (bagus), akan tetapi gharib. Yang masyhur bahwa ayat ini turun pada lemparan beliau di saat Perang Badar berkecamuk, yakni ketika beliau melempar dengan segenggam debu.” (2) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan Ath-Thabarani meriwayatkan dari Hakim bin Hizam bahwasanya ia berkata, “Saat Perang Badar, kami mendengar suara yang jatuh ke bumi dari langit seperti suara kerikil yang jatuh di atas baskom. Dan, Rasulullah S melemparkan debu itu sehingga kami kalah. Itulah yang dimaksud oleh firman-Nya, “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar...” Abu Asy-Syaikh meriwayatkan hadits serupa dari Jabir dan Ibnu Abbas. Riwayat serupa juga disebutkan oleh Ibnu Jarir dari jalur lain secara mursal. (3)
1. Shahih: Al-Hakim (2/327) dalam Al-Mustadrak dan ia menshahihkannya seperti Adz-Dzahabi, dan disebutkan oleh Al-Qurthubi (4/2910). Dan ia menyebutkan bahwasanya Jibril & berkata kepada Nabi B, “Ambillah segenggam debu” lalu ia mengambil segenggam debu dan melemparkannya ke muka orang-orang musyrik sehingga mengenai mata, rongga hidung, dan mulut mereka. Al- Qurthubi menisbahkannya riwayat ini kepada Ibnu Abbas. 2. Lihat sebelumnya, dan Al-Haitsami berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dan perawinya shahih.” 3. Hasan: diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam kitab Al-Kabir (3/203), Ibnu Jarir (9/136) dalam Bab At-Tafsir. Aku katakan, “Ibnu Katsir menambahkan riwayat yang lain yaitu bahwasanya Rasulullah memerintahkan Ibnu Abi Al-Haqiq di Khaibar untuk mengambil busur panah, maka ia mengambil busur yang panjang. Lalu Nabi bersabda, “Ambil busur yang lain”, dan ia mengambilkan busur yang berukuran sedang, lalu Nabi melepaskan anak panah tersebut, akan tetapi anak panah tersebut berbalik arah dan mengenai Ibnu Abi Al-Haqiq yang sedang berada di atas kasurnya. Maka turunlah firman Allah, “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar....” Ibnu Katsir (4/393). Ibnu Katsir membantah bahwasanya peristiwa ini adalah sebab turun ayat ini karena Surat ini turun pada perang badar.
BadarPerangPertolongan Allah

Tafsir Lengkap

Apabila kamu telah memenangkan peperangan itu dan berhasil membunuh musuh, maka ketahuilah sesungguhnya itu bukan sematamata karena kekuatan kalian. Allahlah yang memenangkan kalian dan Dialah yang membunuh mereka dengan jalan memberikan kekuatan pada kalian dan meniupkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu rasa takut dan gentar. Maka sebenarnya bukan kamu kaum muslim yang membunuh mereka pada saat Perang Badar, melainkan Allah yang membunuh mereka dengan jalan memberikan kekuatan pada kalian dan meniupkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu rasa takut dan gentar. Dan demikian pula bukan engkau Nabi Muhammad yang melempar batu-batu kecil ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar dengan menyampaikan lemparanmu itu ke muka orang-orang musyrik, karena akibat dari lemparan itu tidak mungkin terjadi jika yang melakukannya makhluk biasa. Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin yang mantap imannya, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa dan ucapanmu, baik yang disembunyikan maupun yang dinyatakan, Maha Mengetahui apa yang lebih maslahat untuk hamba-Nya.

Dibaca 23 kali