Surah 8Ayat 19 / 75

Al Anfaal

Rampasan PerangMadaniyahJuz 9Halaman 179
Bertahan di medan perang

اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَاۤءَكُمُ الْفَتْحُۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَعُوْدُوْا نَعُدْۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَوْ كَثُرَتْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَࣖ ﴿١٩﴾

In tastaftiḥū faqad jā'akumul-fatḥ(u), wa in tantahū fa huwa khairul lakum, wa in ta‘ūdū na‘ud, wa lan tugniya ‘ankum fi'atukum syai'aw wa lau kaṡurat, wa anallāha ma‘al-mu'minīn(a).

Terjemahan

Jika kamu (kaum kafir) meminta putusan (tentang pihak mana yang benar), sungguh putusan itu telah datang kepadamu (kemenangan kaum muslim pada Perang Badar). Jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), itulah yang lebih baik bagimu. Jika kamu kembali (melakukan kezaliman serupa), niscaya Kami akan kembali (mengalahkan kamu). Pasukanmu sedikit pun tidak akan dapat menolak bahaya darimu biarpun (banyak jumlahnya). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 19 - Kemenangan Kaum Muslimin pada Perang Badar

Pada perjalanan dari Mekah ke Badar, pasukan musyrik berdoa agar Tuhan memberi mereka kemenangan atas pasukan muslim. Berkaitan dengan itulah Allah menurunkan ayat ini.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ بْنِ صُعَيْرٍ قَالَ: إِنَّ أَبَا جَهْلٍ قَالَ يَوْمَ بَدْرٍ: اَللَّهُمَّ أَيُّنَا كَانَ أَقْطَعَ لِلرَّحِمِ وآتَى لِمَا لَا نَعْرِفُ فَافْتَحِ الْغَدَا. وَكَانَ ذَلِكَ اسْتِفْتَاحَهُ. فَأَنْزَلَ اللهُ: (إِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ). (1)

(1) Sahih; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy dan al-Hakim. Dalam tahqiq-nya atas riwayat an-Nasa’iy, Hasan ‘Abdul-Mun‘im Syalabiy mengatakan bahwa ini adalah salah satu hadis sahih yang hanya diriwayatkan oleh an-Nasa’iy dan tidak diriwayatkan dalam al-Kutub as-Sittah yang lain. Sementara itu, al-Hakim menilai hadis ini sahih berdasarkan syarat al-Bukhariy dan Muslim; suatu penilaian yang disetujui oleh az\-Z|ahabiy. Lihat: an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Anfal, juz 10, hlm. 106, hadis nomor 11137; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-An‘am, juz 2, hlm. 357–358, hadis nomor 3264.

BadarMekkahPerang

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 19 - Imam as Suyuthi : Orang Kafir Yang Juga Berdoa Ketika Perang Badar

“Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lehih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.”
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Abdullah bin Tsa’labah bin Sha’ir bahwasanya ia berkata, “Orang yang mencari keputusan itu adalah Abu Jahal. Ketika kedua rombongan (kaum Muslimin dan kaum musyrikin) bertemu, ia berucap, “Ya Allah, siapa pun di antara kami yang lebih memutus tali kekerabatan dan membawakan kami sesuatu yang tidak kami kenali, maka binasakanlah ia hari ini.” Ucapan ini adalah istiftaah (pencarian atau permohonan keputusan). Maka Allah menurunkan firman- Nya, “Jika kamu (orang-orangmusyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu...” hingga firman-Nya, “sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.” (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Athiyyah bahwa Abu Jahal berdoa pada waktu Perang Badar, “Ya Allah, tolonglah yang termulia di antara kedua kelompok ini.” Maka turunlah ayat ini. (2)
1. Shahih: Al-Hakim (2/328) dalam Al-Mustadrak dan ia menshahihkannya seperti yang dikatakan oleh Adz-Dzahabi, Ibnu Jarir (9/138). 2. Ibnu Katsir mengatakan (4/393-394) bahwasanya As-Suddi berkata, “Dahulu orang-orang musyrik ketika mereka keluar dari Makkah menuju Badar, mereka mengambil penutup Ka’bah dan meminta pertolongan kepada Allah, mereka berkata, “Ya Allah tolonglah yang tertinggi di antar dua tentara ini, termulia di antara dua golongan ini, dan yang terbaik di antara dua kabilah ini.” dan Al-Qurthubi mengatakan (4/2911) bahwasanya Nadhr bin Harits berkata, “Ya Allah jika ini adalah kebenaran yang datang dari sisimu, maka turunkanlah hujan berupa batu dari langit atau datangkanlah kepada kami adzabmu yang pedih,” dan setelah itu ia adalah salah seorang yang terbunuh dalam perang Badar.
BadarPerangPertolongan Allah

Tafsir Lengkap

Demikianlah Allah akan melemahkan tipu daya orang-orang kafir, oleh karenanya jika kamu kaum kafir meminta keputusan perihal siapa yang benar, dengan cara bergelantungan pada kain penutup Kakbah, agar Dia memutuskan perkara antara kamu dengan orang-orang beriman, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu yaitu kemenangan kaum muslim pada Perang Badar; dan jika kamu berhenti memusuhi Rasul dan tidak melakukan hal-hal lain yang tidak direstui Allah, maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali melakukan kedurhakaan serupa, dan memerangi Nabi Muhammad dan para pengikutnya, niscaya Kami kembali mengalahkan kamu dan memberi pertolongan kepada kaum muslim seperti saat Perang Badar; dan pasukanmu yang bergelimang dosa tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlah pasukan dan perlengkapannya banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman yang percaya dan tunduk pada kebenaran.

Dibaca 18 kali