Surah 8Ayat 70 / 75

Al Anfaal

Rampasan PerangMadaniyahJuz 10Halaman 186
Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAllah Maha Pengampun lagi Maha PenyayangTawanan perang di perang BadrSimbol kekuasaan

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْٓ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰٓىۙ اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ ﴿٧٠﴾

Yā ayyuhan-nabiyyu qul liman fī aidīkum minal-asrā, iy ya‘lamillāhu fī qulūbikum khairay yu'tikum khairam mimmā ukhiża minkum wa yagfir lakum, wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Terjemahan

Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik dari apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 70 - Tawanan Perang Badar Walau Sudah Masuk Islam tetap Harus Bayar Tebusan

Ayat ini turun berkenaan dengan para tawanan Perang Badar, di antaranya al-‘Abbas bin ‘Abdul-Muttalib, paman Nabi. Ketika Nabi menuntutnya membayar tebusan, ia menolak dan menyatakan diri telah masuk Islam. Namun demikian, Nabi bersikeras menuntut tebusan darinya.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: لمَاَّ جَاءَتْ أَهْلُ مَكَّةَ فِيْ فِدَاءِ أُسَارَاهُمْ، بَعَثَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ فِدَاءِ أَبِي الْعَاصِ، وَبَعَثَتْ فِيْهِ بِقِلَادَةٍ كَانَتْ خَدِيْجَةُ أَدْخَلَتْهَا بِهَا عَلَى أَبِيْ الْعَاصِ حِيْنَ بَنَى عَلَيْهَا، فَلَمَّا رَآهَا رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عليه وآله وَسَلَّمَ رَقَّ لَهَا رِقَّةٌ شَدِيْدَةٌ، وَقَالَ: إِنْ رَأَيْتُمْ أَنْ تُطْلِقُوْا لَهَا أَسِيْرَهَا وَتَرُدُّوْا عَلَيْهَا الَّذِيْ لَهَا فَافْعَلُوْا، قَالُوْا: نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَرَدُّوْا عَلَيْهِ الَّذِيْ لَهَا .قَالَ: وَقَالَ الْعَبَّاسُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّيْ كُنْتُ مُسْلِمًا ، فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلّى الله عليه وآله وَسَلَّم : أَلله ُأَعْلَمُ بِإِسْلَامِكَ، فَإِنْ يَكُنْ كَمَا تَقُوْلُ فَاللهُ يَجْزِيْكَ، فَافْدِ نَفْسَكَ وَابْنَيْ أَخَوَيْكَ نَوْفَلَ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ وَعُقَيْلَ بْنَ أَبِيْ طَالِبِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، وَحَلِيْفَكَ عُتْبَةَ بْنَ عَمْرِو بْنِ جَحْدَمٍ أَخَا بَنِي الْحَارِثِ بْنِ فِهْرٍ. فَقَالَ: مَا ذَاكَ عِنْدِيْ يَا رَسُوْلَ الله؟ قال: فَأَيْنَ الْمَالُ الَّذِيْ دَفَنْتَ أَنْتَ وَأُمُّ الْفَضْلِ، فَقُلْتَ لَهَا إِنْ أُصِبْتُ فَهَذَا الْمَالُ لِبَنِي الْفَضْلِ وَعَبْدِ اللهِ وَقُثَمَ؟ فَقَالَ: وَاللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ الله ، إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ مَا عَلِمَهُ أَحَدٌ غَيْرِيْ وَغَيْرُ أُمِّ الْفَضْلِ، فَاحْسِبْ لِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا أَصَبْتُمْ مِنِّيْ عِشْرِيْنَ أُوْقِيَّةً مِنْ مَالٍ كَانَ مَعِيْ، فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلّى الله عليه وآله وَسَلَّم: اِفْعَلْ. فَفَدَى الْعَبَّاسُ نَفْسَهُ وَابْنَيْ أَخَوَيْهِ وَحَلِيْفَهُ، وَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ: (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِيْ أَيْدِيْكُمْ مِنَ اْلأَسْرَى إِنْ يَعْلَمِ اللهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ) فَأَعْطَانِيْ مَكَانَ الْعِشْرِيْنَ الْأُوْقِيَّةِ فِيْ الْإِسْلَامِ عِشْرِيْنَ عَبْدًا، كُلُّهُمْ فِيْ يَدِهِ مَالٌ يَضْرِبُ بِهِ مَعَ مَا أَرْجُوْ مِنْ مَغْفِرَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. (1)

Ahu ‘alaihi wasallam, mengirimkan sebuah kalung miliknya untuk menebus Abu al-‘A al-‘Ahu ‘alaihi wasallam sangat terharu ketika melihatnya. Beliau berkata, “Jika kalian tidak keberatan, bebaskanlah Abu al-As, ia berkata, ‘Sungguh, aku sudah masuk Islam, wahai Rasulullah.’ Beliau menjawab, ‘Allah lebih tahu apakah engkau masuk Islam atau tidak. Bila pengakuanmu benar, pasti Allah akan membalasnya. Tebuslah dirimu, kedua keponakan yaitu Naufal bin Haris bin ‘Abdil Muttalib dan ‘Uqail bin Abi Talib bin ‘Abdil Muttalib, dan sekutumu, ‘Utbah bin ‘Amr bin Jahdam yang juga saudara Bani Haris bin Fihr.’ ‘Abbas berkata, ‘Aku tidak sanggup, wahai Rasulullah.’ Beliau berkata, ‘Dimanakah harta yang engkau dan istrimu, Ummu Fadl, simpan? Bukankah engkau pernah berpesan kepadanya bahwa jika engkau tertangkap maka harta itu akan kauwariskan kepada Bani Fadl, ‘Abdullah, dan Qusam?’ ‘Abbas berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku bersaksi engkau adalah utusan Allah. Sungguh, hanya aku dan Ummu Fadl yang tahu tentang hal itu. Ambilah dua puluh keping uang yang ada padaku agar engkau membebaskanku.’ Beliau bersabda, ‘Baiklah.’ Akhirnya, ‘Abbas pun menebus dirinya, kedua keponakannya, dan sekutunya. Dalam hal ini turunlah firman Allah qul liman fi aidikum minal-asra in ya‘lamillahu fi qulubikum khairan yu’tikum khairan mimma ukhiza minkum wa yagfir lakum wallahu gafurur-rahim. ‘Abbas berkata, ‘Setelah aku masuk Islam, sebagai ganti dua puluh keping uang itu, Allah memberiku dua puluh budak yang masing-masing menggenggam uang yang banyak. Selain itu, aku pun punya harapan untuk mendapat ampunan dari Allah.’”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Baihaqiy. Al-Hakim mengatakan sanad hadis ini sahih berdasarkan syarat Muslim. az-Z|ahabiy pun setuju dengan pendapat tersebut. Lihat: al-Mustadrak, dalam Kitab Ma‘rifah as-Sahabah, juz 3, hlm. 366–367, hadis nomor 5409; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab Qism al-Fai’ wa al-Ganimah, Bab ma Ja’a fi Mufadah ar-Rijal minhum bi al-Mal, juz 6, hlm. 523–524, hadis nomor 12489.

SekutuTawanTebusan

Asbabun Nuzul Surat Al-Anfal Ayat 70 - Imam as Suyuthi : Berbuat Baik Pada Tawanan Adalah Salah Cara Yang Baik Untuk Mengambil Hati Mereka

“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu. ” Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam kitabnya Al-Ausath dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Al-Abbas berkata, “Demi Allah, mengenai dirikulah ayat itu turun; yaitu ketika aku memberi tahu Rasulullah S bahwa aku masuk Islam dan aku meminta beliau memberiku sesuatu dengan harga dua puluh uqiyah yang ada di tanganku, maka beliau memberiku dua puluh budak yang semuanya dapat memperdagangkan harta bendaku, di samping ampunan Allah yang juga aku harapkan.” (1)
1. Ath-Thabarani (8/104) dalam kitabnya Al-Ausath. Al-Qurthubi mengatakan bahwasanya Ibnu Abbas berkata, “Tawanan-tawanan dalam ayat ini adalah Abbas dan para sahabatnya, mereka berkata kepada Nabi S: “kami beriman kepada apa yang engkau bawa, dan kami bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah, maka kami akan menasihati kaum kami untuk juga mengikutimu,” maka turunlah ayat ini (4/2978). Ibnu Katsir berkata (2/432): “Bahwa orang yang paling banyak memberikan imbalan di antara tawanan perang Badar adalah Abbas bin Abdul Muthalib karena ia adalah seorang yang kaya, ia memberikan imbalan emas sebesar seratus Uqiyah.” Hadits ini dasarnya dari Al-Bukhari (5/109) dan Ibnu Katsir telah menyebutkannya (2/432).
duniawihartatawanan

Tafsir Lengkap

Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, yakni kekuasaanmu dan sahabat-sahabatmu, “Jika Allah mengetahui, baik pada saat ini maupun akan datang, ada kebaikan di dalam hatimu, berupa keimanan yang benar, tobat yang tulus, niat yang baik serta tekad yang kuat untuk taat kepada Allah dan RasulNya serta menolong agama-Nya, niscaya Dia akan memberikan, kamu wahai kaum musyrik, anugerah yang lebih baik, berupa ampunan dan surga, dari apa yang telah diambil dari kamu berupa tebusan, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kamu.” Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertobat dengan sebenar-benarnya, Maha Penyayang terhadap kaum mukmin dengan senantiasa memberi pertolongan, taufik dan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.

Dibaca 19 kali