Surah 29Ayat 8 / 69

Al 'Ankabut

Laba-LabaMakkiyahJuz 20Halaman 397
Larangan untuk mensekutukan AllahPeringatan/hati-hati dalam menta'ati orang kafirPerintah Berbakti kepada kedua orang tuaHarus dihormatiKewajiban anak terhadap orang tua

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًاۗ وَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاۗ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ﴿٨﴾

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi ḥusnā(n), wa in jāhadāka litusyrika bī mā laisa laka bihī ‘ilmun falā tuṭi‘humā, ilayya marji‘ukum fa'unabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a).

Terjemahan

Kami telah mewasiatkan (kepada) manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Ankabut Ayat 8 - Kisah Sahabat yang Dipaksa Ibunya untuk Keluar dari Agama Islam

Turunnya ayat ini dilatarbelakangi kejadian yang menimpa Sa‘d bin Abi> Waqqa>s}. Berhari-hari ibunya mogok makan untuk memaksanya keluar dari Islam.

عَنْ سَعْدٍ بْنِ أَبِي الوَقَّاصِ أَنَّهُ نَزَلَتْ فِيهِ آيَاتٌ مِنَ الْقُرْآنِ قَالَ حَلَفَتْ أُمُّ سَعْدٍ أَنْ لاَ تُكَلِّمَهُ أَبَدًا حَتَّى يَكْفُرَ بِدِينِهِ وَلاَ تَأْكُلَ وَلاَ تَشْرَبَ‏.‏ قَالَتْ زَعَمْتَ أَنَّ اللَّهَ وَصَّاكَ بِوَالِدَيْكَ وَأَنَا أُمُّكَ وَأَنَا آمُرُكَ بِهَذَا‏.‏ قَالَ مَكَثَتْ ثَلاَثًا حَتَّى غُشِيَ عَلَيْهَا مِنَ الْجَهْدِ فَقَامَ ابْنٌ لَهَا يُقَالُ لَهُ عُمَارَةُ فَسَقَاهَا فَجَعَلَتْ تَدْعُو عَلَى سَعْدٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ هَذِهِ الآيَةَ ‏(وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا‏)‏ (وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي)‏ وَفِيهَا ‏(وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا). (1)

Sa‘d bin Abi Waqqas bercerita bahwa ada beberapa ayat Al-Qur’an yang diturunkan berkenaan dengan dirinya. Ibunya bersumpah tidak akan berbicara dengannya dan tidak akan makan dan minum hingga Sa‘d keluar dari agamanya (Islam). Ibunya berkata, “Wahai Sa‘d, engkau mengatakan bahwa Allah memerintahmu untuk selalu menaati kedua orang tua. Aku ini ibumu, dan aku memerintahmu keluar dari Islam.” Ibu Sa‘d bertahan tidak makan dan minum selama tiga hari hingga lemas dan jatuh pingsan. Melihat ibunya pingsan, ‘Umarah, saudara Sa‘d, memberinya minum. Begitu siuman, sang ibu mendoakan hal-hal buruk kepada Sa‘d. Berkaitan dengan peristiwa ini Allah menurunkan ayat wawassainal-insana biwalidaihi husna dan ayat wa in jahadaka ‘ala an tusyrika bi … hingga firman-Nya, wasahibhuma fid-dunya’ ma‘rufa (Luqman/31: 15).

(1) Diriwayatkan oleh Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab Fada’il as-Sahabah, Bab Fadilah Sa‘d bin Abi Waqqas, hlm. 1877, hadis nomor 1748. Ini merupakan penggalan dari hadis yang bercerita tentang beberapa ayat yang Allah turunkan terkait Sa‘d bin Abi Waqqas. Penggalan lainnya dapat dilihat dalam sebab nuzul Surah al-Ma’idah/5: 90 dan al-Anfal/8: 1.

Al-Qur’anIslamMogok

Asbabun Nuzul Surat Al-Ankabut Ayat 8 - Imam as Suyuthi : Kewajiban Menaati Orangtua, Namun Boleh Menolak Jika Memaksa Melakukan Sesuatu Yang Dilarang Oleh Islam

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Sebab Turunnya Ayat
Imam Muslim, At-Tirmidzi, dan yang lainnya meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash, ia mengatakan; Ummu Sa’ad berkata, “Bukankah Allah telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada orangtua? Demi Allah aku tidak akan pernah makan makanan dan tidak akan pernah minum minuman hingga aku mati atau engkau kafir.” Maka turunlah ayat, “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku... ” (1)
1. Shahih: Muslim (1748) meriwayatkan dalam Bab Al'Jihad wa AsAiyar. At-Tirmidzi (3189) dalam Bab At'Tafsir, Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan Al-Wahidi menuturkannya dalam hlm. 285 pada ayat yang sama.
amal shalehberbaktikebaikan

Tafsir Lengkap

Setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keniscayaan ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman, berikut ini disebutkan salah satu contoh tersebut, yaitu di saat kedua orang tua yang dicintai memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kewajiban, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar. Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbakti dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tuanya dan menaati keduanya. Dan jika keduanya bersungguh-sungguh memaksamu untuk mempersekutukan Aku dan atau melakukan kemaksiatan dalam bentuk apa pun, dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, atau tidak dapat diterima oleh akal sehat, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Ketaatan kepada manusia tidak boleh dalam bentuk maksiat atau durhaka kepada Tuhan. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu pada hari Kiamat, dan akan Aku beritakan secara rinci kepadamu apa yang telah kamu kerjakan selama di dunia untuk mendapatkan balasan.

Dibaca 17 kali