Surah 7Ayat 31 / 206

Al A'raf

Tempat TertinggiMakkiyahJuz 8Halaman 154
Orang-orang yang berlebih-lebihanLarangan berprilaku boros dan berlebih-lebihanAllah tidak menyukai orang-orang yang boros dan berlebih-lebihanKata-kata Adam dalam al-Qur'an

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ﴿٣١﴾

Yā banī ādama khużū zīnatakum ‘inda kulli masjidiw wa kulū wasyrabū wa lā tusrifū, innahū lā yuḥibbul-musrifīn(a).

Terjemahan

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-A'raf Ayat 31 - Anjuran Memakai Pakaian yang Bagus dan Menutup Aurat Ketika Masuk Masjid

Ayat ini meminta umat Islam untuk mengenakan pakaian yang pantas dan menutupi aurat ketika hendak memasuki masjid; meninggalkan kebiasaan sebagian kaum musyrik yang bertawaf tanpa busana.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَهِيَ عُرْيَانَةٌ، فَتَقُولُ: مَنْ يُعِيرُنِي تِطْوَافًا؟ تَجْعَلُهُ عَلَى فَرْجِهَا وَتَقُولُ: الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ، فَمَا بَدَا مِنْهُ فَلاَ أُحِلُّهُ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةَ (خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ). (1)

Ibnu Abbas berkata, “Dulu ada seorang wanita bertawaf dalam keadaan telanjang. Ia berkata, ‘Siapa yang mau meminjamiku kain untuk tawaf ?’— dimaksudkan untuk menutupi farjinya. Ia berkata demikian sambil mendendangkan syair, ‘Hari ini auratku tampak sebagian, bahkan semuanya; namun aku tidak menghalalkan apa yang tampak darinya.’ (Menanggapi kejadian ini) turunlah ayat khuz\u zinatakum ‘inda kulli masjid.”

(1) Riwayat Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qaulih Ta‘ala Khuz\u Zinatakum ‘Inda Kulli Masjid, hlm. 2320, hadis nomor 3028.

AuratMasjidTawaf

Asbabun Nuzul Surat Al-A'raf Ayat 31 - Imam as Suyuthi : Jangan Masuk Masjid Dengan Keadaan Telanjang Seperti Orang Jahiliyah, Tapi Pakailah Pakaian Yang Baik

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas bahwa dahulu pada masa jahiliyah, seorang wanita berthawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang, hanya kemaluannya yang ditutupi dengan secarik kain. Sambil berthawaf ia bersyair: “Hari ini sebagian atau seluruhnya kelihatan, dan bagian yang kelihatan tidak aku halalkan.” Maka turunlah ayat,. ”. .Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid,” dan turun pula ayat, “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah... ” (1)
1. Shahih: Muslim (3028) dalam Bab At-Tafsir. Al-Qurthubi mengatakan (3/2707) bahwasanya Al-Qhadhi Iyadh berkata, “Wanita tersebut adalah Dhaba’ah binti Amir bin Qirth, bahwa dahulu orang-orang Arab melakukan Thawaf di sekeliling Ka’bah dengan telanjang kecuali pada kesatria yaitu orang-orang Quraisy dan keturunannya, mereka berthawaf tanpa menggunakan busana kecuali jika para kesatria memberikan mereka pakaian.” Ibnu Katsir berkata, “Al-Qurthubi menyebutkan satu Khabar (riwayat) dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Dahulu orang-orang melaksanakan thawaf di sekeliling Ka’bah tanpa menggunakan sehelai busana, para laki-laki pada siang hari dan wanita pada malam hari.” (4/2857).
JahiliyahMasuk MasjidTelanjang

Tafsir Lengkap

Pada ayat yang lalu Allah memerintahkan agar manusia berlaku adil dalam semua urusan, maka pada ayat ini Allah memerintahkan agar memakai pakaian yang baik dalam beribadah, baik ketika salat, tawaf, dan ibadah lainnya. Allah juga memerintahkan manusia untuk makan dan minum secukupnya tanpa berlebih-lebihan. Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus yaitu pakaian yang dapat menutupi aurat kalian atau bahkan yang lebih dari itu ketika kalian beribadah, sehingga kalian bisa melakukan salat dan tawaf dengan nyaman, dan lakukanlah itu pada setiap memasuki dan berada di dalam masjid atau tempat lainnya di muka bumi ini. Dalam rangka beribadah, Kami telah menyediakan makanan dan minuman, maka makan dan minumlah apa saja yang kamu sukai dari makanan dan minuman yang halal, baik dan bergizi, tetapi jangan berlebihan dalam segala hal, baik dalam beribadah dengan menambah cara atau kadarnya, ataupun dalam makan dan minum. Karena sungguh, Allah tidak menyukai, yakni tidak melimpahkan rahmat dan ganjaran-Nya kepada orang yang berlebih-lebihan dalam hal apa pun.

Dibaca 16 kali