Surah 9020 Ayat
Wahyu Ke-35
1 Ruku

Al Balad

NegeriSurat MakkiyahAl-Balad
Bismillah

لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ﴿١﴾

Lā uqsimu bihāżal-balad(i).

Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Aku bersumpah dengan negeri ini, yakni kota Mekah, kota kelahiran Nabi dan kota suci umat Islam.

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ﴿٢﴾

Wa anta ḥillum bihāżal-balad(i).

sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Makkah) ini.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan engkau, wahai Nabi, bertempat tinggal di negeri Mekah ini, membuatnya bertambah mulia.

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ ﴿٣﴾

Wa wālidiw wa mā walad(a).

(Aku juga bersumpah) demi bapak dan anaknya,

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan demi pertalian bapak dan anaknya, demi Adam dan anak cucunya. Manusia dengan kehendak Allah mengalami siklus dari kanak-kanak menuju dewasa, berkeluarga, beranak pinak, dan berakhir dengan kematian. Inilah fenomena kehidupan yang perlu direnungi.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ ﴿٤﴾

Laqad khalaqnal-insāna fī kabad(in).

sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌۘ ﴿٥﴾

Ayaḥsabu allay yaqdira ‘alaihi aḥad(un).

Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah dia yang Kami ciptakan dalam kepayahan itu mengira bahwa dirinya kuat dan berkuasa sehingga tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? Apakah ia mengingkari kuasa Allah, Pencipta alam semesta, yang mampu menundukkan siapa pun, betapapun kuatnya?

يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ ﴿٦﴾

Yaqūlu ahlaktu mālal lubadā(n).

Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dia dengan angkuh mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” Sikap ini sangat tidak terpuji, apalagi jika dia membelanjakan harta untuk memusuhi Allah dan rasul-Nya.

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ ﴿٧﴾

Ayaḥsabu allam yarahū aḥad(un).

Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah dia bermaksud pamer dengan perbuatannya itu lalu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? Tidak demikian. Semua gerak-gerik manusia, kecil maupun besar, selalu dalam pantauan Allah. Dia akan membalas sekecil apa pun perbuatan manusia.

اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ ﴿٨﴾

Alam naj‘al lahū ‘ainain(i).

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allahlah yang berkuasa atasnya dan melihat setiap perbuatannya. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata untuk membantunya melihat sekeliling,

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ ﴿٩﴾

Wa lisānaw wa syafatain(i).

lidah, dan sepasang bibir,

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan lidah dan sepasang bibir untuk memungkinkannya mencecap, berbicara, dan memberi penjelasan kepada orang lain,

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ ﴿١٠﴾

Wa hadaināhun-najdain(i).

Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan bukankah Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan, yaitu kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, melalui fitrah, akal, dan petunjuk lain? Kami sudah memberinya petunjuk, lalu manusia itu sendiri yang akan memutuskan jalan hidupnya; apakah memilih jalan kesesatan atau kebenaran.

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ ﴿١١﴾

Falaqtaḥamal-‘aqabah(ta).

Maka, tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan (kebajikan) yang mendaki dan sukar?

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami telah menganugerahkan itu semua kepada manusia, tetapi mengapa dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar, padahal itu baik baginya? Melakukan kebaikan tidak jarang memerlukan perjuangan dan kesabaran. Begitulah kehidupan dunia, semuanya terasa berat.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُۗ ﴿١٢﴾

Wa mā adrāka mal-‘aqabah(tu).

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu, sehingga manusia merasa berat untuk menempuhnya?

فَكُّ رَقَبَةٍۙ ﴿١٣﴾

Fakku raqabah(tin).

(Itulah upaya) melepaskan perbudakan

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Jalan yang mendaki dan sukar itu adalah melepaskan hamba sahaya dari perbudakan atau membantunya untuk membebaskan diri, karena perbudakan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,

اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ ﴿١٤﴾

Au iṭ‘āmun fī yaumin żī masgabah(tin).

atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan kepada orang yang sangat membutuhkannya,

يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ ﴿١٥﴾

Yatīman żā maqrabah(tin).

(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

yakni kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat sehingga dia akan mendapat dua pahala kebaikan sekaligus, yakni pahala sedekah dan silaturrahim

اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ ﴿١٦﴾

Au miskīnan żā matrabah(tin).

atau orang miskin yang sangat membutuhkan.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Kepedulian kepada anak yatim dan orang miskin adalah akhlak yang sangat terpuji, namun butuh sifat kedermawanan agar seseorang bisa melakukannya.

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ ﴿١٧﴾

Ṡumma kāna minal-lażīna āmanū wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-marḥamah(ti).

Kemudian, dia juga termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta saling berpesan untuk berkasih sayang.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian, bila dia mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar itu maka dia termasuk orang-orang yang beriman dengan kukuh dan saling berpesan untuk bersabar dalam berbuat baik, menjauhi maksiat, serta menghadapi kesusahan hidup, dan saling berpesan untuk berkasih sayang kepada sesama makhluk.

اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ﴿١٨﴾

Ulā'ika aṣḥābul-maimanah(ti).

Mereka itulah golongan kanan.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apabila mereka berkenan menempuh jalan yang sukar, beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang, mereka adalah golongan kanan yang akan menemui kebahagiaan di akhirat berupa surga dengan segala kenikmatan di dalamnya.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ ﴿١٩﴾

Wal-lażīna kafarū bi'āyātinā hum aṣḥābul-masy'amah(ti).

Adapun orang-orang yang kufur kepada ayat-ayat Kami, merekalah golongan kiri.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan sebaliknya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, baik dengan ucapan maupun tindakan, mereka itu adalah golongan kiri yang akan celaka dan menjumpai azab yang pedih.

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌࣖ ﴿٢٠﴾

‘Alaihim nārum mu'ṣadah(tun).

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Juz 30 · Hal. 594

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat dari semua sisinya. Tidak ada jalan keluar bagi mereka dari neraka itu dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk sekadar beristirahat dari siksanya.