Surah 2Ayat 158 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 2Halaman 24
Maha Lembut, Maha Mengetahui, Maha Mengetahui hal-hal yang ghaibSa'i

۞ اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ ﴿١٥٨﴾

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā'irillāh(i), faman ḥajjal-baita awi‘tamara falā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa‘a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm(un).

Terjemahan

Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.43) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i 44) antara keduanya. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, 45) lagi Maha Mengetahui.

Catatan Kaki:43) Yang dimaksud dengan syiar adalah simbol-simbol keagungan agama Allah Swt. 44) Sai berarti ‘berjalan dan berlari-lari kecil tujuh kali antara Safa dan Marwah ketika melakukan ibadah haji atau umrah’. Ungkapan ‘tidak ada dosa’ dimaksudkan untuk menghilangkan rasa keberatan sebagian sahabat untuk mengerjakan sai karena Safa dan Marwah bekas tempat berhala. 45) Allah Swt. mensyukuri hamba-Nya, memberi pahala terhadap amalnya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmatnya dan sebagainya.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 158 -Allah Melestarikan Hukum dari Sa'i antara Safa dan Marwah

Sa‘i antara Safa dan Marwah merupakan salah satu syiar yang Allah lestarikan hukumnya. Ayat ini turun untuk menjawab keraguan sebagian kaum muslim untuk sa‘i antara kedua bukit tersebut karena khawatir dianggap mengikuti perilaku kaum jahiliah

عَنْ عُرْوَةَ أَنَّهُ قَالَ: قُلتُ لِعَائِشَةَ زَوْجِ النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، وأَنَا يَومَئذٍ حَديثُ السِّنِّ: أرَأَيْتِ قَوْلَ اللَّهِ تَبَارَكَ وتَعَالَى: (إنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ فمَن حَجَّ البَيْتَ أوِ اعْتَمَرَ فلا جُنَاحَ عليه أنْ يَطَّوَّفَ بهِمَا). فَما أُرَى علَى أحَدٍ شيئًا أنْ لا يَطَّوَّفَ بهِمَا؟ فَقالَتْ عَائِشَةُ: كَلَّا، لو كَانَتْ كما تَقُولُ، كَانَتْ: فلا جُنَاحَ عليه أنْ لا يَطَّوَّفَ بهِمَا، إنَّما أُنْزِلَتْ هذِه الآيَةُ في الأنْصَارِ، كَانُوا يُهِلُّونَ لِمَنَاةَ، وكَانَتْ مَنَاةُ حَذْوَ قُدَيْدٍ، وكَانُوا يَتَحَرَّجُونَ أنْ يَطُوفُوا بيْنَ الصَّفَا والمَرْوَةِ، فَلَمَّا جَاءَ الإسْلَامُ سَأَلُوا رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عن ذلكَ، فأنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: (إنَّ الصَّفَا والمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ فمَن حَجَّ البَيْتَ أوِ اعْتَمَرَ فلا جُنَاحَ عليه أنْ يَطَّوَّفَ بهِمَا). (1) عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِىيَ الله عَنْهُ عَنِ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ،‏‏ فَقَالَ كُنَّا نَرَى أَنَّهُمَا مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا كَانَ الإِسْلاَمُ أَمْسَكْنَا عَنْهُمَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى (‏إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ فمَن حَجَّ البَيْتَ أوِ اعْتَمَرَ فلا جُنَاحَ عليه أنْ يَطَّوَّفَ بهِمَا)‏‏.‏ (2)

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, dalam Kitab al-‘Umrah, Bab Yaf'al bi al- ‘Umrah ma Yaf'al bi al-Hajj, hlm. 431, hadis nomor 1790 dan dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qaulih Inna as-Safa wa al-Marwah, hlm. 1102, hadis nomor 4495; Muslim, Sahih Muslim, dalam Kitab al-Hajj, Bab Bayan Anna as-Sa'y Baina as-Safa wa al-Marwah Rukn, juz 2, hlm. 928, hadis nomor 1277. (2) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qaulih Inna as-Safa wa al-Marwah, hlm. 1102, hadis nomor 4496; Muslim, Sahih Muslim, dalam Kitab al-Hajj, Bab Bayan Anna as-Sa‘y Baina as-Safa wa al-Marwah Rukn, juz 2, hlm. 930, hadis nomor 1278.

MarwahSa'iSafah

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 158 - Imam as Suyuthi : Anggapan Bahwa Shafa Dan Marwah Adalah Bagian Dari Warisan Jahiliyah

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengann kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan selainnya dari Urwah berkata, aku berkata kepada Aisyah, “Apakan engkau telah melihat firman Allah, ““Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya’’, maka tidak mengapa bagi seorang pun untuk tidak melakukan thawaf (sa’i) di antara keduanya.
(1) Diriwayatkan oleh Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-iman, Bab Bayan Annah Subhanah wa Ta‘ala lam Yukallif illa ma Yutaq, hlm. 115, hadis nomor 125.
JahiliyahMarwaShafa

Tafsir Lengkap

Usai menjelaskan perihal kiblat, Allah lalu beralih menguraikan apa yang terkait dengan Masjidilharam, yaitu bukit Safa dan Marwah. Sesungguhnya Safa dan Marwah, dua bukit di dekat Kakbah (sekarang dalam lingkup Masjidilharam) merupakan sebagian syi'ar agama Allah, karena orang yang haji dan umrah melakukan ritual ubudiyah dengan berlari kecil di antara keduanya. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Lakukanlah sai sesuai tuntunan Allah dan janganlah kamu merasa berdosa oleh istiadat kaum Jahiliah yang mengusap patung di pucuk kedua bukit itu. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri dengan memberikan pahala yang agung atas kebajikannya itu, dan Dia pun Maha Mengetahui.

Dibaca 20 kali