Surah 2Ayat 238 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 2Halaman 39
Shalat al-Wushto

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ ﴿٢٣٨﴾

Ḥāfiẓū ‘alaṣ-ṣalawāti waṣ-ṣalātil-wusṭā, wa qūmū lillāhi qānitīn(a).

Terjemahan

Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wusṭā. 75) Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk.

Catatan Kaki:75) Menurut pendapat yang masyhur, salat Wusṭā adalah salat Asar.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 238 - Anjuran tidak Gaduh di Masjid Saat Sholat

Sebelum ayat ini turun, banyak sahabat yang salat sambil berbicara satu dengan lainnya, membuat suasana di dalam masjid gaduh dan salat menjadi tidak khusyu‘. Ayat ini kemudian turun untuk menegur kebiasaan tersebut.

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: إِنْ كُنَّا لَنَتَكَلَّمُ فِي الصَّلاَةِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يُكَلِّمُ أَحَدُنَا صَاحِبَهُ بِحَاجَتِهِ حَتَّى نَزَلَتْ (‏حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُوْمُوْا لِلَّهِ قَانِتِيْنَ)، فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ وَ نُهِيْنَا عَنِ الْكَلَامِ. (1)

Zaid bin Arqam radiyallahu 'anhu ma berkata “Sungguh, dahulu pada masa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam kami masih saja berbicara ketika salat; kami berbicara satu sama lain terkait suatu topik. Hal ini berlangsung hingga turun ayat, hafizu ‘alas-salawati wassalatil-wusta waqumu lillahi qanitin. Setelah ayat ini turun, kami pun diminta untuk diam dan tidak lagi berbicara ketika salat.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-‘Amal fi as-halah, Bab Ma Yunha Min al-Kalam fi as-halah, hlm. 289–290, hadis nomor 1200, dan dalam Kitab at-Tafsir, Bab Wa Qumu Lillahi Qanitin, hlm. 1110–1111, hadis nomor 4534; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Masajid wa Mawadi‘ as-Salah, Bab Tahrim al-Kalam fi as-Salah, juz 1, hlm. 383, hadis nomor 539.

BicaraKhusyu'Salat

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 238 - Imam as Suyuthi : Anjuran Untuk Lebih Mendahului Salat Daripada Tidur Siang Dan Perniagaan

“Peliharalah segala shalatmu, dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.”
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari dalam torik/i-nya, Abu Dawud, Al-Baihaqi, dan Ibnu Jarir dari Zaid bin Tsabit. “Bahwasanya Nabi & dahulu ketika shalat zhuhur tengah hari, dan shalat ini adalah shalat yang paling berat bagi para sahabat, maka turunlah firman Allah, “Peliharalah segala shalatmu, dan (perihalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Jarir dari Zaid bin Tsabit, “Bahwasanya Nabi dahulu shalat zhuhur pada waktu siang hari, dan di belakangnya hanya satu hingga dua shaff, dan orang-orang pada saat itu ada yang sedang tidur siang dan dalam perniagaan mereka, maka turunlah firman Allah, ““Peliharalah segala shalat)mu, dan (perihalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.” (1) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dan yang lainnya dari Zaid bin Arqam berkata, “dahulu pada zaman Rasulullah & kami berbicara kepada teman kami yang berada di samping kami pada waktu kami sendang mengerjakan shalat hingga turun firman Allah, “Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu”, kemudian kami diperintahkan untuk untuk diam dan dilarang untuk berbicara.” Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mujahid berkata, “Dahulu para sahabat berbicara ketika mengerjakan shalat, dan seseorang memerintahkan saudaranya untuk suatu keperluan, maka turunlah firman Allah, “Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu." (2)
1. Hadits ini disebutkan oleh Al-Qurthubi (1/1122) dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Zaid bin Tsabit . Ibnu Katsir juga menyebutkannya (392/1). Ibnu Katsir berpendapat bahwasanya yang dimaksud dengan Shalatul Wustha adalah shalat Ashar (1/393). Dan ia memperkuat pendapatnya dengan hadits Nabi, “Mereka (kaum musyrikin) telah menyibukkan kita dari shalat Al-Wustha, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi rumah dan kubur mereka dengan api neraka.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Bab Al-Masajid (202, 205, 206). 2. Al-Qurthubi berkata (11254126/1) bahwasanya Ad'Dhahhak berkata, “Setiap kata Qunut di dalam Al-Qur'an bermakna ketaatan.” ARMujahid berkata, “Arti dari Qanitin yaitu Khasyi’in (orang-orang yang khusyu’).” Makna AbQunut adalah panjangnya ruku’ dan khusyu’, merendahkan pandangan, merendahkan diri. Ar-Rabi’ berkata, UAI-Qunut adalah lamanya waktu berdiri dalam shalat.”
NiagaShalatTidur

Tafsir Lengkap

Usai menjelaskan hukum keluarga dalam beberapa ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menjelaskan hukum asasi antara manusia dengan Allah, yakni salat. Hal ini seakan mengingatkan agar persoalan keluarga tidak membuat manusia lupa akan kewajiban asasinya, yaitu salat. Karena itu, ayat ini dimulai dengan kata perintah. Peliharalah secara sungguh-sungguh, baik secara pribadi maupun saling mengingatkan antara satu dengan lainnya tentang semua salat, dan peliharalah secara khusus salat wusta, yakni salat asar dan subuh, karena keutamaannya. Dan laksanakanlah salat karena Allah Pemilik kemuliaan dan keagungan dengan khusyuk, yakni dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.

Dibaca 16 kali