Surah 2Ayat 272 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 3Halaman 46
Allah memberi hidayah kepada siapa yang dikehendakiAllah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki

۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ ﴿٢٧٢﴾

Laisa ‘alaika hudāhum wa lākinnallāha yahdī may yasyā'(u), wa mā tunfiqū min khairin fa li'anfusikum, wa mā tunfiqūna illabtigā'a wajhillāh(i), wa mā tunfiqū min khairiy yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamūn(a).

Terjemahan

Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 272 - Anjuran untuk Bersedekah pada Fakir Miskin Meski Mereka Belum Beriman

Allah meminta umat Islam untuk tidak enggan bersedekah kepada fakir miskin hanya karena mereka belum beriman. Ayat ini turun berkaitan dengan kisah beberapa sahabat yang tidak mau bersedekah kepada kerabat mereka sendiri yang masih musyrik

عَنِ ابْنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كانوا يَكْرَهونَ أن يرضَخوا لأنسابِهِم منَ المشرِكينَ ، فسألوا فرُخِّصَ لَهُم فَنَزَلَتْ: (لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ) حَتَّى بَلَغَ (وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ) قَالَ: فَرُخِّصَ لَهُمْ. (1)

Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma berkata, “Dahulu para sahabat enggan bersedekah kepada kerabat-kerabat mereka yang masih musyrik. Mereka menanyakan hal itu kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam hingga mereka pun diberi keringanan. Berkaitan dengan pertanyaan itu turunlah firman Allah, laisa ‘alaika hudahum walakinnallaha yahdi man yasya’ ... hingga firman-Nya, wa antum la tuzlamun.” “Mereka pun diperbolehkan bersedekah kepada kerabat mereka yang masih musyrik,” kata Ibnu ‘Abbas melanjutkan ceritanya.

(1) Sahih; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy, al-Hakim, at-Tabraniy, dan al-Baihaqiy. Lihat: an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qaulih Ta‘ala Laisa ‘Alaika Hudahum, juz 10, hlm. 37–38, hadis nomor 10986; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab min Surah al-Baqarah, juz 2, hlm. 313–314, hadis nomor 3128; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Kabir, juz 12, hlm. 54, hadis nomor 3128; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab az-Zakah, Bab Sadaqah an-Nafilah ‘ala al-Musyrik, juz 4, hlm. 321, hadis nomor 7842. Al-Hakim menyatakan sanad hadis ini sahih, bahkan az\-Z|ahabiy menilai sanad hadis ini sahih sesuai syarat al-Bukhariy dan Muslim. Sementara itu, hadis riwayat at-Tabraniy dinilai daif oleh al-Hais\amiy; ia menyatakan, “Hadis ini diriwayatkan oleh at-Tabraniy dari gurunya, ‘Abdullah bin Muhammad bin Sa‘id bin Abi Maryam, seorang yang daif.” Lihat: al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, juz 7, hlm. 28, nomor hadis 10882. Namun demikian, dengan adanya hadis serupa dari perawi lain yang berkualitas sahih, kualitas hadis riwayat at-Tabraniy pun ikut terangkat.

KerabatMusyrikSedekah

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 272 - Imam as Suyuthi : Keharusan Orang Beriman Untuk Tetap Memberikan Sebagian Hartanya Kepadanya Yang Tetap Musyrik

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah). Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak ada dianiaya (dirugikan).”
Diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Al-Hakim, Al-Bazzar, Ath-Thabarani, dan yang lainnya dari Ibnu Abbas berkata, “Dahulu orang-orang Muslim tidak ingin memberikan bagian kepada keturunan mereka yang musyrik, kemudian keturunan-keturunan mereka meminta bagian mereka, maka mereka diberikan keringanan dan turunlah firman Allah, “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk” hingga firman Allah, “sedang kamu sedikitpun tidak ada dianiaya (dirugikan)". (1) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas , bahwasanya Rasulullah memerintahkan kepada setiap orang Muslim untuk tidak bersedekah kepada selain Muslim, maka turunlah firman Allah, “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk”, maka kemudian diperintahkan untuk bersedekah kepada setiap orang yang meminta dari setiap agama.”
1. Al-Qurthubi berkata dalam Tafsir-nya (2/1259): “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Dahulu beberapa orang dari kaum Anshar mempunyai kerabat dari Bani Quraizhah dan Nadhir, dan mereka enggan untuk memberikan kerabatnya sedekah dengan tujuan ketika mereka membutuhkan maka kerabat mereka akan masuk Islam, maka turunlah ayat ini karena mereka. Dan beberapa ulama tafsir menceritakan bahwasanya Asma binti Abu Bakar Ash-Shiddiq ingin bersilaturahmi kepada kakeknya Abu Kuhafah, kemudian ia membatalkan niatnya tersebut karena kakeknya masih kafir, maka turunlah ayat ini.
HartaMusyrikSedekah

Tafsir Lengkap

Jangan kaitkan bantuan sedekah dengan hidayah Tuhan. Kita hanya diminta membantu dengan bersedekah. Dahulu para Sahabat pernah enggan berinfak kepada sanak kerabat mereka yang musyrik. Ayat ini, menurut Ibnu Abbas, turun untuk merespons sikap mereka, dan memerintahkan mereka bersedekah, selain yang wajib, kepada setiap yang membutuhkan bantuan terlepas dari apa agama dan keyakinannya. Bukanlah kewajibanmu, wahai Nabi Muhammad, apalagi orang selain engkau, menjadikan mereka, yakni orang-orang kafir dan sesat, mendapat petunjuk yang membuat mereka melaksanakan tuntunan Allah secara benar. Engkau hanyalah sekadar penyampai risalah secara lisan dan dengan keteladanan melalui cara-cara yang terbaik, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, atau keluarkan, maka kebaikannya akan kembali untuk dirimu sendiri selama kamu berusaha keras dan melakukannya secara ikhlas untuk mendapatkan keridaan-Nya. Dan janganlah kamu berinfak mengeluarkan harta melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi balasan secara penuh bahkan akan dilipatgandakan balasannya dan kamu tidak akan dizalimi atau dirugikan, bahkan diuntungkan, sebab seperti dinyatakan dalam Surah an-Nahl/16: 96, harta yang ada pada seseorang akan habis dan punah, sedangkan yang disedekahkan untuk mencari keridaan Allah akan kekal ganjarannya hingga hari kiamat.

Dibaca 11 kali