Surah 2Ayat 62 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 1Halaman 10
Keimanan akan selalu bergandengan dengan amal solehPahala bagi orang yang mu'min dari golongan merekaOrang mu'min yang mengamalkan ajarannya

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالنَّصٰرٰى وَالصَّابِــِٕيْنَ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ﴿٦٢﴾

Innal-lażīna āmanū wal-lażīna hādū wan-naṣārā waṣ-ṣābi'īna man āmana billāhi wal- yaumil-ākhiri wa ‘amila ṣāliḥan fa lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn(a).

Terjemahan

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin,29) siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta melakukan kebajikan (pasti) mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.30)

Catatan Kaki:29) ‘Sabiin’ adalah umat terdahulu yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak memeluk agama tertentu. 30) Ayat ini merupakan ketentuan umum bagi setiap umat pada masa mereka masing-masing. Misalnya, umat Yahudi pada masa Nabi Musa a.s. dan umat Nasrani pada masa Nabi Isa a.s.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 62 - Nasib Kaum Nasrani yang Beriman kepada Allah sebelum Nabi Menjadi Rasul

Ayat ini turun untuk menjawab pertanyaan Salman Al-Farisy tentang nasib kaum Nasrani yang tulus beriman kepada Allah dan meninggal sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW.

عَنْ مُجَاهِدٍ قَوْلُهُ: (إِنَّ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا) الآية . قَالَ: سَأَلَ سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُوْلَئِكَ النَّصَارَى، وَمَا رَأَى مِنْ أَعْمَالِهِمْ، قَالَ: لَمْ يَمُوْتُوْا عَلَى الْإِسْلَامِ، قَالَ سَلْمَانُ: فَأَظْلَمَتْ عَلَيَّ الْأَرْضُ وَذَكَرْتُ اجْتِهَادَهُمْ. فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: (إِنَّ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا) فَدَعَا سَلْمَانَ فَقَالَ: نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِيْ أَصْحَابِكَ. ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَاتَ عَلَى دِيْنِ عِيْسَى وَ مَاتَ عَلَى الْإِسْلَامِ قَبْلَ أَنْ يَسْمَعَ بِيْ، فَهُوَ عَلَى خَيْرٍ، وَمَنْ سَمِعَ بِيَ الْيَوْمَ وَلَمْ يُؤْمِنْ فَقَدْ هَلَكَ. (1)

Menjelaskan sebab nuzul firman Allah, innalladina amanu walladina hadu..., hingga akhir ayat, Mujahid berkata, "Salman al-Farisiy bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perihal kaum Nasrani dan bagaimana pendapat beliau tentang amal mereka. Nabi bersabda, ‘Mereka meninggal dalam keadaan tidak beragama Islam (yakni: patuh dan tunduk kepada Allah dengan cara menauhidkan, menaati, dan membebaskan diri dari kemusyrikan).’ Dengan sedih Salman berkata, ‘Jika demikian, sungguh bumi terasa gelap bagiku; aku ingat betul bagaimana kesungguhan mereka (dalam beribadah).’ Berkaitan dengan hal ini turunlah ayat, innalladina amanu walladina hadu. Rasulullah lalu memanggil Salman dan bersabda, ‘Ayat ini turun terkait teman-temanmu.’ Beliau juga bersabda, ‘Siapa saja yang wafat dalam keadaan memegang teguh agama Nabi Isa dan agama Islam sebelum ia mendengar dakwahku, ia berada di atas kebaikan. Sebaliknya, siapa saja yang hari ini mendengar (dakwahku) tetapi enggan beriman kepadaku, sungguh ia telah celaka.’"

(1) Hasan; diriwayatkan oleh Ibnu Jarir at-Tabariy dari jalur al-Hajjaj dari Ibnu Juraij dari Mujahid. Pada sanad ini terdapat keterputusan perawi, yakni antara Mujahid dengan Salman. Namun demikian, sanad ini diperkuat oleh sanad lain, yaitu dari Muhammad bin Humaid dari Salmah bin Fadl dari Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Sa'id bin Jubair dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Sanad riwayat ini dinilai hasan oleh penulis kitab al-Maqbul fi Asbab an-Nuzul. Lihat: Abu ‘Umar Nadi bin Mahmud Hasan, al-Maqbul fi Asbab an-Nuzul, (Kairo: Maktabah al-Amanah, 1997), hlm. 59; Muhammad bin Jarir aT-Thabariy, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil ay al-Qur'an, (Kairo: Dar Hajr, cet. 1, 2001), juz 2, hlm. 45; Isma'il bin ‘Umar bin Kasir ad-Dimasyqiy, Tafsir Al-Qur'an al-'Azim, (Riyadh: Dar Thaibah, 1999), juz 1, hlm. 284.

 

ImanIsaNasrani

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 62 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Terdahulu Yang Masuk Neraka, Kemudian Membuat Sahabat Sedih

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar- benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Diriwayatkan dari Abu Hatim, dan Al-Adani dalam Musnad-nya dari jalur Ibnu Abi Najih dari Mujahid berkata, “Saya bertanya kepada Nabi S tentang penganut agama yang aku dahulu pernah menganutnya, maka aku menyebutkan shalat mereka dan ibadah mereka, maka turunlah ayat, “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani dan orang-orang shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."(1) Diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari jalur Abdullah bin Katsir dari Mujahid bahwasanya ia berkata, “Ketika Salman menceritakan kepada Nabi S tentang sahabatnya, Nabi Bersabda, “Mereka semua di neraka”, Salman berkata, “Mendengar sabda tersebut, bumi ini seakan menjadi gelap bagiku”, maka turunlah ayat, “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi” hingga firman-Nya, “dan tidak (pula) mereka bersedih hati,” kemudian ia berkata, “seakan-akan tersingkap dariku sebuah gunung.” Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari As-Suddi berkata, “Ayat ini turun pada sahabat Salman Al-Farisi” (2)
(1) Disebutkan oleh Ibnu Jarir dalam Tafsir-nya (1/256) dan juga As-Suyuthi dalam kitabnya Ad-Dur Al-Mantsur (1/74) dan juga sesuai dengan yang disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/156). (2) Al-Wahidi menambahkan, “Adapun setelah ayat ini, turun pada orang-orang Yahudi,” hlm. 29.
AmalImanKafir

Tafsir Lengkap

Ayat ini menunjukkan betapa Allah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi rahmat bagi semua manusia, karena sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat Nabi Muhammad, orang-orang Yahudi yang merupakan umat Nabi Musa, orang-orang Nasrani yang merupakan umat Nabi Isa, dan orang-orang Sabi'in, yaitu umat sebelum Nabi Muhammad yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan mempercayai adanya pengaruh bintang-bintang, tentunya siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dengan sebenar-benar iman sebelum diutusnya Nabi Muhammad , dan selalu melakukan kebajikan yang memberikan manfaat bagi yang lainnya, mereka pasti akan mendapat pahala dari Tuhannya berupa surga, selain itu tidak ada rasa takut pada mereka dalam menghadapi kehidupan di dunia maupun akhirat, dan mereka tidak pula bersedih hati ketika menghadapi beragam cobaan.

Dibaca 22 kali