وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةًۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ﴿٨٠﴾
Wa qālū lan tamassanan-nāru illā ayyāmam ma‘dūdah (tan), qul attakhażtum ‘indallāhi ‘ahdan falay yukhlifallāhu ‘ahdahū am taqūlūna ‘alallāhi mā lā ta‘lamūn(a).
Terjemahan
Mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kamu berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?”
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 80-81 - Imam as Suyuthi : Abdullah Bin Ubay Yang Berpura-Pura Beriman Padahal Hendak Mengolok-Olok Nabi
“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, “kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan- setan mereka, mereka mengatakan, “sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”
Diriwayatkan dari Al-Wahidi dan Ats-Tsa’labi (1) dari jalur Muhammad bin Marwan dan As-Suddi (2) dari Al-Kalbi (3) dari Abi Shalih dari Ibnu Abbas berkata, “Ayat ini turun pada Abdullah bin Ubay dan sahabat- sahabatnya yaitu ketika mereka pada suatu hari sedang keluar dan bertemu dengan sebagian sahabat Rasulullah maka Abdullah bin Ubay berkata: “lihatlah bagaimana aku menghindarkan kalian dari As-Sufaha" (4), kemudian ia menghampiri Abu Bakar & dan memegang tangannya dan berkata, “Selamat datang wahai Ash-Shiddiq, orang terhormat dari Bani Tamim, Syaikhul Islam, pendamping Rasulullah di dalam gua, pejuang dengan jiwa dan raganya untuk Rasulullah.” Kemudian ia memegang tangan Umar bin Al-Khaththab dan berkata, “Selamat datang wahai orang terpandang dari Bani Addi bin Ka’ab, Al-Faruq, orang kuat dalam agama Allah, pejuang dengan jiwa dan raga untuk Rasulullah.” Kemudian memegang tangan Ali bin Abi Thalib & dan berkata, “Selamat datang wahai anak paman Rasulullah dan Khatan (5) beliau, orang terpandang dari Bani Hasyim dan tidak pernah meninggalkan Rasulullah”, kemudian mereka saling berpisah. Kemudian Abdullah bin Ubay berkata kepada para sahabatnya, “Bagaimana kalian melihat tadi yang aku lakukan? Maka, jika kalian bertemu dengan mereka, maka lakukanlah seperti apa yang aku lakukan tadi.” Dan, para sahabatnya memujinya. Kemudian orang-orang Muslim kembali kepada Rasulullah dan memberitahukannya apa yang telah terjadi, kemudian ayat ini turun . Sanad ini sangat lemah karena terdapat As-Suddi kecil adalah seorang pembohong, begitu juga Al-Kalbi, dan Abu Shalih juga yang lemah.
(1) Beliau adalah Abu Ishaq An-Naisaburi penulis buku tafsir Al-Kasyf wa Al-Bayan ’an Tafsir Al- Qur'an.
(2) “Pembohong” seperti yang sebutkan oleh Al-Hafizh dalam At-Taqrib, Muhammad bin Marwan adalah As-Suddi senior yang biasa dikenal dengan nama Ibnu Abi Karimah dan ia shadutf seperti yang disebutkan oleh Al-Hafizh di dalam kitab At-Taqrib hal. 108, dan wafat pada tahun 127 H.
(3) Al-Kalbi bernama Muhammad bin As-Saib bin Bisyr Al-Kalbi, Al-Hafizh mengatakan dalam kitab At-Taqrib, “Tertuduh sebagai seorang pembohong dan Syiah Rafidhah.” Oleh karena itu, sanad ini sangat dha’ if. Lihat juga Tafsir Ath-Thabari (1/109).
(4) Pemimpin para orang munafik di kota Madinah, memperlihatkan keislaman dan menyembunyikan kekufurannya. Perannya dalam melawan Islam sangat masyhur, wafat pada tahun 9 H. (5) Orang orang bodoh
Imanmenghinasetan
Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 80 - Imam as Suyuthi : Klaim Orang Yahudi Bahwa Mereka Akan Masuk Surga
“Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. ” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani di dalam Al-Kabir, Ibnu jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’ib bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata, “Ketika Nabi tiba di kota Madinah dan orang-orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya selama tujuh ribu tahun, adapun manusia, mereka akan ditimpa adzab untuk setiap seribu tahun dari kehidupan dunia hanya satu hari di neraka dari perhitungan hari akhirat. Maka itu hanya tujuh hari, kemudian adzab dihentikan. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka” hingga Firman-Nya, “mereka di dalamnya kekal" (1). Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Adh-Dhahhak, dari Ibnu Abbas bahwasanya orang-orang Yahudi berkata, “Kami tidak akan masuk ke dalam neraka kecuali hanya sebentar, hari-hari di mana kami menyembah anak sapi hanya empat puluh malam, maka jika berlalu empat puluh hari, maka adzab akan berhenti,” maka ayat ini turun (2). Dan dikeluarkan juga dari Ikrimah dan selainnya.
(1) Disebutkan oleh Ibnu Katsir di dalam Tafsir-nya (1/173) dan berkata, “Dan Al-Qurthubi menceritakannya dari Ibnu Abbas W,” dan hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Qurthubi (1/511) dan diriwayatkan oleh Ath-Thabarani (11160) dan lihat juga Al-Majma’ (6/314). (2) Lihat sebelumnya dan telah disebutkan oleh Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir dengan tambahan dan di dalamnya: Adh-Dhahhak berkata, “Ibnu Abbas W berkata, “Mereka menyakini telah mendapatkan di dalam Taurat tertulis bahwasanya antara dua ujung neraka jahanam adalah sejauh perjalanan empat puluh tahun yang nanti mereka akan bermuara kepada pohon Zacjum yang tumbuh di dasar neraka,” dan para musuh Allah berkata, “Sesungguhnya kita disiksa di dalam neraka dan tidak disiksa lagi sampai pohon w)wm, maka neraka jahanam menghilang dan binasa, dan perkataan mereka terdapat dalam firman Allah “Dan mereka berkata: “kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja..” dan lihat Tafsir Ath-Thabari (1/383).
kafirsurgayahudi
Tafsir Lengkap
Dan di antara bentuk kebohongan dan penyimpangan yang mereka lakukan, mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami di akhirat kelak kecuali beberapa hari atau sesaat saja.” Itu pun sekadar sentuhan api, bukan siksaan yang bersifat abadi. Untuk menjelaskan itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya,”Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, ‘Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, Zat yang mengatur segala urusan, sehingga kamu merasa tenang karena Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah yang kekuasaan dan ilmu-Nya mencakup segala hal, sesuatu yang tidak kamu ketahui?’” Keduanya tidak pernah terjadi: tidak ada perjanjian antara mereka dengan Tuhan soal itu, dan tidak pula mereka mengatakan itu karena tidak tahu. Mereka tahu, tetapi mengatakan yang sebaliknya
Dibaca 13 kali
