Surah 2Ayat 89 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 1Halaman 14
Allah menurunkan kitab kepada beberapa Nabi-nabi-NyaMembenarkan kitab-kitab suci sebelumnyaAllah marah kepada orang-orang yang kafir

وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْۙ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهٖۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ﴿٨٩﴾

Wa lammā jā'akum kitābum min ‘indillāhi muṣaddiqul limā ma‘ahum, wa kānū min qablu yastaftiḥūna ‘alal-lażīna kafarū, falammā jā'ahum mā ‘arafū kafarū bih(ī), fala‘natullāhi ‘alal-kāfirīn(a).

Terjemahan

Setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka, laknat Allahlah terhadap orang-orang yang ingkar.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 89 - Pengingkaran kaum Yahudi atas Kenabian Nabi Muhammad karena Bukan dari Bangsa Yahudi

Kerasulan Muhammad SAW adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, namun ketika Nabi Muhammad diutus, mereka malah mengingkarinya karena Muhammad berasal dari bangsa Arab, bukan dari bangsa Yahudi. Itulah sebab nuzul ayat di atas

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ :أَنَّ يَهُوْدً كَانُوْا يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَبْعَثِهِ. فَلَمَّا بَعَثَهُ اللهُ مِنَ الْعَرَبِ كَفَرُوْا بِهِ وَجَحَدُوْا مَا كَانُوْا يَقُوْلُوْنَ فِيْهِ، فَقَالَ لَهُمْ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَبِشْرُ بْنُ الْبَرَّاءِ بْنِ مَعْرُوْرٍ أَخُوْ بَنِيْ سَلِمَةَ :يَا مَعْشَرَ يَهُوْدَ، اِتَّقُوا اللهَ وَأَسْلِمُوْا، فَقَدْ كُنْتُمْ تَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ أَهْلُ شِرْكٍ، وَتُخْبِرُوْنَنَا أَنَّهُ مَبْعُوْثُ وَتَصِفُوْنَهُ لَنَا بِصِفَتِهِ. فَقَالَ سَلَامُ بْنُ مِشْكَمٍ أَخُوْ بَنِيْ النَّضِيْرِ: مَا جَاءَنَا بِشَيْءٍ نَعْرِفُهُ، وَمَا هُوِ بِالَّذِيْ كُنَّا نَذْكُرُ لَكُمْ. فَأَنْزَلَ اللهُ جَلَّ ثَنَاؤُهُ فِيْ ذَلِكَ مِنْ قَوْلِه: (وَلَمّا جاءَهُمْ ...) (1)

Ibnu ‘Abbas bercerita bahwa sebelum Rasulullah SAW diutus, kaum Yahudi selalu menjadikan harapan diutusnya beliau sebagai pelecut semangat mereka untuk mengalahkan Suku Aus dan Khazraj. Akan tetapi, begitu Allah mengutus beliau sebagai rasul dari bangsa Arab bukan dari bangsa Yahudi seperti yang mereka harapkan mereka pun mengingkarinya dan mengingkari apa yang dulu mereka katakan. Mu'adz bin Jabal dan Bisyr bin Barra’ bin Ma‘mar yang merupakan saudara Bani Salimahsalah satu klan dari suku Aus berkata, “Wahai kaum Yahudi, takutlah kepada Allah dan masuklah ke dalam agama Islam! Dulu kalian minta kemenangan atas kami dengan wasilah pengutusan Muhammad; ketika itu kami adalah kaum musyrik. Kalian selalu memberitahu kami bahwa ia adalah nabi yang akan diutus. Kalian pun menuturkan kepada kami sifat-sifatnya.” Salam bin Misykam, yang berasal dari Bani Nadir salah satu klan dalam komunitas Yahudimenjawab, “Ia (Muhammad) tidak mendatangi kami dengan membawa apa yang kami ketahui. Ia bukanlah orang yang telah kami ceritakan kepada kalian.” Allah lalu menurunkan firman-Nya, walamma ja’ahum ... Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa kaum Ansar berkata, “Demi Allah, ayat ini turun mengenai kami (Aus dan Khazraj) dan tetangga kami (Yahudi).” (2)

(1) Hasan; disebutkan oleh at-Tabariy, Ibnu Abi Hatim, al-Baihaqiy, dan Ibnu Kasir dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Sa'id bin Jubair atau ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Riwayat ini memang daif, namun ia memiliki banyak syawahid (penguat) seperti disebutkan at-Tabariy. Syawahid ini tidak berkaitan langsung dengan sebab turunnya ayat, melainkan dengan makna sebagian ungkapannya. Ibnu Hajar dalam al-‘Ujab mengisyaratkan bahwa riwayat Ibnu Ishaq ini lebih kuat daripada riwayat-riwayat lainnya. Ibnu Ishaq sendiri dalam Sirah-nya meriwayatkan makna yang sama dari jalur ‘A (telah bercerita kepadaku). Az-Zahabiy dalam al-Mizan menyatakan, “Bila Ibnu Ishaq menyebutkan sebuah riwayat dengan ungkapan haddasani maka hadisnya dinilai hasan.” Penilaian yang sama dikemukakan Abu ‘Umar Nadi. Lihat: at-Tabariy, Jami' al-Bayan, juz 2, hlm. 237–238, ‘Abdurrahman bin Abi Hatim ar-Raziy, Tafsir al-Qur'an al-‘Azim, (Mekah: Maktabah Nizar Mustafa al-Baz, cet. 1, 1997), juz 1, hlm. 172, hadis nomor 905; Ahmad bin Husain al-Baihaqiy, Dala’il an-Nubuwwah (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. 1, 1988), juz 2, hlm. 76; Ibnu Kasir, Tafsir al-Qur'an al-‘Azim, juz 1, hlm. 337. Lihat pula: Ibnu Hajar, al-‘Ujab fi Bayan al-Asbab, hlm. 118; Abu ‘Umar Nadi, al-Maqbul min Asbab an-Nuzul, hal. 64. (2) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy dari jalur Ibnu Ishaq dari ‘Umar bin Qatadah al-Ansariy dari kakek-kakek mereka. Sanad ini dinilai hasan oleh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘iy. Lihat: at-Tabariy, Jami' al-Bayan, juz 2, hlm. 237; Muqbil bin Hadi al-Wadi'iy, as-Sahih al-Musnad min Asbab an-Nuzul, (Sana’a: Maktabah San'a' al-Asariyyah, cet. 2, 2004), hlm. 19–20.

AusKhazrajSalimah

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 89 - Imam as Suyuthi : Orang Kafir Awalnya Mengimani Muhammad, Namun Setelah Diutus Mereka Mengingkari

“Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang ingkar itu.”
Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam kitabnya Al-Mustadrak, dan Al-Baihaqi di dalam Dalail An-Nubuwwah dengan sanad yang lemah, dari Ibnu Abbas H bahwasanya ia berkata, “Adalah Yahudi Khaibar memerangi Bani Gathafan, maka setiap kali dua kelompok ini bertemu, orang-orang Yahudi kalah. Maka orang-orang Yahudi meminta perlindungan dengan memanjatkan doa, “Ya Allah! Kami memohon kepada-Mu dengan kebenaran Muhammad seorang Nabi yang Ummi’ yang Engkau janjikan untuk Engkau utus kepada kami pada akhir zaman, berikanlah kemenangan kepada kami atas mereka.” Maka setiap mereka bertemu dengan Bani Ghathfan, mereka mendapatkan kemenangan. Akan tetapi, ketika Nabi Muhammad S diutus oleh Allah iSfe, mereka mengingkarinya. Maka Allah menurunkan ayat, “Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir." (1). Dikeluarkan Ibnu Abi Hatim dari jalur Sa’id bin Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwasanya orang-orang Yahudi memohon kemenangan atas Bani Aus dan Al-Khazraj kepada Allah dengan kedatangan Rasulullah sebelum beliau diutus. Dan ketika Allah mengutusnya, mereka mengingkari Rasulullah dan mengingkari perkataan mereka sendiri tentang Rasulullah. Maka, Mu’adz bin Jabal, Bisy bin Al-Bara’, dan Dawud bin Salamah berkata kepada mereka, “Wahai orang-orang Yahudi! Bertakwalah kepada Allah, dan berserahdirilah kalian. Sesungguhnya kalian dahulu meminta pertolongan kepada Allah dengan Muhammad atas kami dan waktu itu kami masih dalam kemusyrikan, dan kalian menceritakan kepada kami bahwasanya beliau akan diutus dan kalian menyebutkan ciri-cirinya. Salam bin Misykam -salah seorang dari Bani Nadhir- berkata, “Sesungguhnya dia tidak datang dengan sesuatu yang kami ketahui dan juga dia bukanlah seseorang yang kami sebutkan ciri-cirinya kepada kalian. Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah." (2)
(1) Derajatnya dha’if, Al-Hakim (2/263) dari jalur Abdul Malik bin Harun dan berkata, “Sangat dibutuhkan untuk mengeluarkannya di dalam buku tafsir,“ dan setelahnya Adz-Dzahabi berkata, “Tidak perlu untuk mengeluarkannya.” Abdul Malik bin Marwan: Matruk. Dan disebutkan oleh Al-Qurthubi di dalam Tafsir-nya (1/525-526) dan disepakati oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya (1/182). Tetapi Ibnu Katsir tidak menyebutkan hadits ini dengan lafazhnya, tetapi menyebutkannya dengan makna yang saling mendekati (2) Lihat sebelumnya, dan tidak disebutkan oleh Al-Qurthubi. Akan tetapi, disebutkan oleh Ibnu Katsir sendiri.
ingkarkafirmunafik

Tafsir Lengkap

Selain membuktikan kebohongan ucapan mereka sebelum ini, ayat di atas juga menunjuk kan keburukan lain Bani Israil, yaitu menolak Al-Qur'an. Penolakan tersebut sungguh aneh dan tidak berdasar sama sekali. Dan setelah sampai kepada mereka Kitab Al-Qur'an dari sisi Allah yang kandungannya membenarkan apa yang ada pada mereka, menyangkut kedatangan seorang nabi yang sifat-sifatnya sudah mereka ketahui, mereka tetap mengingkari nabi itu, sedangkan sebelumnya, yakni sebelum kedatangan nabi itu, mereka memohon kemenangan mereka atas orang-orang kafir yang menjadi musuh-musuh mereka. Tetapi ternyata setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, yakni menyangkut kitab suci Al-Qur'an, Nabi Muhammad, dan sifatsifat beliau, mereka lalu mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.

Dibaca 24 kali