Surah 25Ayat 68 / 77

Al Furqaan

PembedaMakkiyahJuz 19Halaman 366
Larangan untuk mensekutukan AllahLarangan membunuhHari pembalasan amal baik dan buruk

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ ﴿٦٨﴾

Wal-lażīna lā yad‘ūna ma‘allāhi ilāhan ākhara wa lā yaqtulūnan nafsal-latī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqqi wa lā yaznūn(a), wa may yaf‘al żālika yalqa aṡāmā(n).

Terjemahan

Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Furqan Ayat 68 - Jawaban Rasulullah tentang Dosa Besar di Sisi Allah SWT

Ayat ini turun untuk mengonfirmasi jawaban Rasulullah atas pertanyaan ‘Abdulla>h bin Mas‘u>d tentang dosa yang paling besar di sisi Allah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهـ قَالَ سَأَلْتُ أَوْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَىُّ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَكْبَرُ؟ قَالَ ‏"‏ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهْوَ خَلَقَكَ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ؟ قَالَ ‏"‏ ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ‏"‏‏.‏ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ؟ قَالَ ‏"‏ أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ ‏"‏‏.‏ قَالَ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏(‏وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ). (1)

Abdullah (bin Mas‘ud) radiyallahu 'anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?’ Beliau menjawab, ‘(Dosa yang paling besar adalah) apabila engkau menyekutukan Allah, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.’ Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ ‘Apabila engkau membunuh anakmu hanya karena khawatir ia kelak makan bersamamu (yakni: karena takut miskin, penerj.),’ jawab beliau. ‘Lalu apa lagi?’ tanyaku untuk ketiga kalinya. ‘Apabila engkau berzina dengan istri tetanggamu,’ jawab beliau. Ayat berikut ini lantas turun untuk membenarkan jawaban beliau, wallaz\ina la yad‘una ma‘allahi ilahan akhara wala yaqtulunan-nafsal-lati harramallahu illa bil-haqqi wala yaznun.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qaul Allah Ta‘ala fa la Taj‘alu Lillah Andadan wa Antum Ta‘lamun, hlm. 1194, hadis nomor 4761; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-iman, Bab Kaun asy-Syirk Aqbah az\-Z|unub, hlm. 90, hadis nomor 86.

BesarDosaRasul

Asbabun Nuzul Surat Al-Furqan Ayat 68 - Imam as Suyuthi : Dosa Besar Ketika Menyekutukan Allah, Membunuh Anak, Dan Berzina

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”
Asy-Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Dosa apa yang paling besar?” Beliau menjawab, “Yaitu engkau menyekutukan Allah padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Aku berkata, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut engkau tidak bisa memberinya makan." Aku berkata, “Selanjutnya apa?” Beliau menjawab, “Engkau berzina terhadap perempuan halal tetanggamu.” Kemudian Allah menurunkan ayat sebagai pembenar atas perkataan beliau, “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina... ” (1) Asy-Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya orang-orang musyrik melakukan pembunuhan dengan sangat banyak dan melakukan perbuatan zina dengan sangat banyak. Selanjutnya mereka menemui Muhammad dan berkata, “Sesungguhnya apa yang engkau katakan dan engkau ajak adalah sesuatu yang baik. Seandainya engkau memberi tahu kepada kami sesuatu yang dapat menghapus perbuatan kami.” Maka turunlah ayat, “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina..." dan turun ayat, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri.”(Az-Zumar: 53 ). (2)
1. Shahih: Muttafaq Alaih. Al-Bukhari (6811) meriwayatkan dalam Bab Al-Hudud, sedangkan Muslim (86) dalam Bab Al-Iman. 2. Shahih: Muttafaq Alaihi. Al-Bukhari (4810) meriwayatkan dalam Bab At-Tafsir, sedangkan Muslim (122) meriwaaytkan dalam Bab Al-Iman. Ibnu Katsir menuturkan riwayat kedua dan menisbatkannya kepada Ibnu Juraij, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas. Al-Qurthubi (7/4953) menurutkan riwayat yang sama dari Shahih Muslim.
Berimanganjaranpahala

Tafsir Lengkap

Sifat berikutnya adalah menghindarkan diri dari dosa-dosa besar. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain apa pun itu dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah, karena kehidupan itu sangatlah mahal, hanya Allah saja yang berhak mengakhiri kehidupan seseorang, kecuali dengan alasan yang di-benar-kan oleh syariat, seperti karena membunuh lagi, atau murtad, atau berzina padahal dia sudah menikah. Dan mereka tidak berzina karena akan membawa dampak negatif yang sangat serius dalam kehidupan. Dan barang siapa melakukan tiga hal demikian itu, yaitu syirik, membunuh, dan berzina niscaya dia mendapat hukuman yang berat. Hal itu karena sesuai dengan besarnya dampak yang ditimbulkan dari perilaku buruk tersebut.

Dibaca 19 kali