Surah 41Ayat 22 / 54

Al Fushilat

DijelaskanMakkiyahJuz 24Halaman 479

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ اَنْ يَّشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ اَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُوْدُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ﴿٢٢﴾

Wa mā kuntum tastatirūna ay yasyhada ‘alaikum sam‘ukum wa lā abṣārukum wa lā julūdukum wa lākin ẓanantum annallāha lā ya‘lamu kaṡīram mimmā ta‘malūn(a).

Terjemahan

Kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.671)

Catatan Kaki:671) Mereka melakukan dosa dengan terang-terangan karena menyangka bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan mereka serta pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka tidak akan menjadi saksi di akhirat kelak atas perbuatan mereka.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Fussilat Ayat 22 - Penjelasan tentang Diskusi Dua Orang dari Suku Quraisy Mengenai Pendengaran Allah

Ayat ini turun berkenaan dua orang dari suku Quraisy dan satu orang dari Bani s\aqif yang berdiskusi di Baitullah tentang pendengaran Allah.

عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنه قَالَ: اجْتَمَعَ عِنْدَ الْبَيْتِ ثَقَفِيَّانِ وَقُرَشِيٌّ، أَوْ قُرَشِيَّانِ وَثَقَفِيٌّ، كَثِيرَةٌ شَحْمُ بُطُونِهِمْ قَلِيلَةٌ فِقْهُ قُلُوبِهِمْ. فَقَالَ أَحَدُهُمْ: أَتَرَوْنَ أَنَّ اللَّهَ يَسْمَعُ مَا نَقُولُ؟ قَالَ الآخَرُ: يَسْمَعُ إِنْ جَهَرْنَا وَلاَ يَسْمَعُ إِنْ أَخْفَيْنَا. وَقَالَ الآخَرُ: إِنْ كَانَ يَسْمَعُ إِذَا جَهَرْنَا فَإِنَّهُ يَسْمَعُ إِذَا أَخْفَيْنَا‏.‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ‏(‏وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلاَ أَبْصَارُكُمْ وَلاَ جُلُودُكُمْ‏)‏ الآيَةَ‏.‏ (1)

Abdullah bin Mas‘ud berkata, “Ada tiga orang, dua di antaranya dari suku Quraisy dan yang lainnya dari Bani S|aqif, atau sebaliknya—perawi ragu. Pemahaman agama mereka masih dangkal dan perut mereka tampak buncit penuh lemak. Seorang dari mereka membuka percakapan dengan mengajukan pertanyaan, ‘Menurut kalian, mampukah Allah mendengar percakapan kita?’ Temannya menjawab, ‘Dia mampu mendengar bila kita bercakap-cakap dengan suara lantang, dan tidak mampu bila sebaliknya.’ ‘Andaikata Dia mampu mendengar saat kita bercakap-cakap dengan suara lantang, tentu saja Dia mampu mendengar saat kita bercakap-cakap dengan suara lirih,’ sergah pria satunya lagi. Allah lalu menurunkan firman-Nya, wama kuntum tastatiruna an yasyhada ‘alaikum sam‘ukum wala absarukum wala juludukum … hingga akhir ayat.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa ma Kuntum Tastatirun, hlm. 1858–1859, hadis nomor 7521; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab hifat al-Munafiqin wa Ahkamihim, hlm. 2141, hadis nomor 2775.

BaitullahQuraisySaqif

Asbabun Nuzul Surat Fussilat Ayat 22 - Imam as Suyuthi : Kelak Orang Tidak Dapat Menyembunyikan Sesuatu Dari Allah

“Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan."
Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan; ada tiga orang yang saling berdebat di sekitar Baitullah. Ketiga orang itu adalah dua orang Quraisy dan satu orang Tsaqif atau dua orang Tsaqif dan satu orang Quraisy. Salah seorang di antara mereka berkata, “Bagaimana menurut pendapat kalian, apakah Allah mendengar apa yang kita katakan?” Orang yang lain berkata, “Allah mendengar apabila kita berkata keras dan tidak mendengar apabila kita berkata pelan.” Orang yang lain berkata, “Apabila Allah mendengar apabila kita berkata keras, maka Dia juga akan mendengar ketika kita berkata pelan.” Maka Allah menurunkan ayat, “Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi." (1)
1. Shahih: muttafaq alaih. Al-Bukhari (4817) meriwayatkan dalam Bab At-Tafsir; Muslim (2775) meriwayatkan dalam Bab fi Shifat Al-Munafiqin; At-Tirmidzi, (3248) meriwayatkan dalam Bab At-Tafsir; dan Ahmad (1/381) meriwayatkan dalam Kitab Al-Musnad. Al-Qurthubi (9/6017) dan Ats-Tsa’labi mengatakan; Orang Tsaqif itu adalah seorang budak yang dikhitankan oleh Rabi’ah dan Shafwan bin Umayyah. Lihat: Ibnu Katsir (5/131). Catatan: Al-Qurthubi (9/6001) mengatakan bahwa seluruh ulama menyatakan ini adalah Surat Makkiyyah.
amal perbuatanBersembunyisiksaan

Tafsir Lengkap

Dan kamu benar-benar tidak dapat dan tidak mampu bersembunyi dari kesaksian yang diberikan oleh pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadap diri-mu sendiri. Bahkan kamu mengira bahwa Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat itu tidak mengetahui banyak tentang apa yaitu perbuatan jahat yang telah kamu lakukan itu.

Dibaca 24 kali