وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ࣙاطْمَـَٔنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ࣙانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ ﴿١١﴾
Terjemahan
Di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (tidak dengan penuh keyakinan). Jika memperoleh kebaikan, dia pun tenang. Akan tetapi, jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang (kembali kufur). Dia merugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Hajj Ayat 11 - Sindiran Orang yang Beribadah kepada Allah Ketika Mendapatkan Keinginannya
Ayat ini turun untuk menyindir orang yang hanya beribadah kepada Allah jika mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, bila keinginannya tidak tercapai, ia pun menuding Islam sebagai penyebabnya.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ :كَانَ نَاسٌ مِنَ الأَعْرَابِ يَأْتُوْنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُسْلِمُوْنَ، فَإِذَا رَجَعُوْا إِلَى بِلَادِهِمْ فَإِنْ َوَجَدُوْا عَامَ غَيْثٍ وَعَامَ خَصْبٍ وَعَامَ وِلَادٍ حَسَنٍ، قَالُوْا :إِنَّ دِيْنَنَا هَذَا لَصَالِحٌ فَتَمَسَّكُوْا بِهِ، وَإِنْ وَجَدُوْا عَامَ جُدُوْبَةٍ وَعَامَ وِلَادٍ سُوْءٍ وَعَامَ قَحْطٍ، قَالُوْا :مَا فِيْ دِيْنِنَا هَذَا خَيْرٌ. فَأَنْزَلَ اللهُ (وَمِنَ النَّاسِ مِنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ). (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ: (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ) قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ يَقْدَمُ الْمَدِينَةَ فَيُسْلِمُ، فَإِنْ وَلَدَتِ امْرَأَتُهُ غُلاَمًا، وَنُتِجَتْ خَيْلُهُ قَالَ: هَذَا دِينٌ صَالِحٌ. وَإِنْ لَمْ تَلِدِ امْرَأَتُهُ وَلَمْ تُنْتَجْ خَيْلُهُ قَالَ هَذَا دِينُ سُوءٍ. (2)
Ibnu ‘Abbas berkata, “Ada beberapa orang pedalaman menghadap Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dan menyatakan masuk Islam. Begitu kembali ke kampung dan mendapati musim penghujan, tanaman yang subur, dan hasil ternak yang bagus, mereka dengan riang mengatakan, ‘Agama kita ini benar-benar agama yang baik.’ Mereka pun menjalankan agama dengan tekun. Sebaliknya, jika mereka mendapati musim kemarau, hasil ternak yang buruk, atau musim paceklik, mereka dengan kesal mengatakan, ‘Tidak ada kebaikan sedikit pun dalam agama kita ini.’ Terkait kejadian ini Allah menurunkan firman-Nya kepada Nabi, waminan-nasi man ya‘budullaha ‘ala harf...." Ada pula riwayat lain yang senada meski tidak secara lugas menyatakan peristiwa di atas sebagai kejadian yang melatarbelakangi turunnya ayat ini, yaitu: Menjelaskan firman Allah, waminan-nasi man ya‘budullaha ‘ala harf, Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma berkata, “Ada seorang pria datang ke Madinah dan menyatakan masuk Islam. Bila ia mendapati istrinya melahirkan bayi laki-laki dan kudanya berkembang biak dengan baik, ia berkata, ‘Ini agama yang benar.’ Sebaliknya, jika ia mendapati istrinya tidak melahirkan atau kudanya mandul, ia mengatakan, ‘Ini agama yang buruk.’”
(1) Sahih; diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari jalur Asy‘as\ bin Ishaq al-Qummiy dari Ja‘far bin Abi al-Mugirah dari Sa‘id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 8, hlm. 2476, riwayat nomor 113798. As-Suyutiy dan asy-Syaukaniy menegaskan kesahihan sanad riwayat ini dalam kitab masing-masing. As-Suyutiy juga menisbahkan riwayat ini kepada Ibnu Mardawaih. Lihat: as-Suyutiy, ad-Durr al-Mans\ur, juz 10, hlm. 428; asy-Syaukaniy, Fath al-Qadir, (Beirut: Dar al-Ma‘rifah, cet. 4, 2007), hlm. 957. (2) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min an-Nasi man Ya‘bud Allaha ‘ala Harf, hlm. 1183, hadis nomor 4742.
Asbabun Nuzul Surat Al-Hajj Ayat 11 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Menisbatkan Islam Dengan Keadaan, Jika Ia Dalam Keadaan Beruntung Ia Memuji Islam Dan Jika Buruk Ia Menghinanya
Tafsir Lengkap
Dibaca 22 kali
