يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ﴿١١﴾
Terjemahan
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik699) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 11 - Pentingnya Menjaga Hubungan yang Baik antara Sesama muslim dan Menghindari Ejekan atau Hinaan
Salah satu kebiasaan penduduk Madinah ketika Nabi hijrah ke sana adalah memanggil kawan dengan berbagai julukan. Tidak jarang julukan itu bernada ejekan atau hinaan. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini.
عَنْ أَبِيْ جَبِيرَةَ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ فِينَا نَزَلَتْ فِي بَنِي سَلِمَةَ (وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ) قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَيْسَ مِنَّا رَجُلٌ إِلَّا وَلَهُ اسْمَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَكَانَ إِذَا دُعِيَ أَحَدٌ مِنْهُمْ بِاسْمٍ مِنْ تِلْكَ الْأَسْمَاءِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَغْضَبُ مِنْ هَذَا. قَالَ: فَنَزَلَتْ (وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ). (1)
Abu Jabirah bin ad-Dahhak berkata, “Firman Allah wala tanabazu bil-alqab turun berkaitan dengan kami, Bani Salimah. Saat Rasulullah sampai di Madinah, semua orang di sana punya dua bahkan tiga julukan—mereka biasa memanggil satu sama lain dengan julukan-julukan itu. Karena kebiasaan itu pula terkadang Rasulullah memanggil seseorang dari mereka dengan salah satu julukan-julukan tersebut. Kawan-kawan pria itu lalu melapor kepada Nabi, ‘Wahai Rasulullah, ia tidak suka dipanggil dengan julukan itu.’ Tidak lama kemudian turunlah ayat, wala tanabazu bil-alqab.”
(1) Sahih; diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bukhariy, Abu Dawud, at-Tirmiz\iy, an-Nasa’iy 11516, dan Ibnu Majah 3741. Al-Hais\amiy, menilai sahih sanad Ahmad. Bandingkan dalam: Ahmad, al-Musnad, juz 30, hlm. 221, hadis nomor 18288; al-Bukhariy, Sahih{ al-Bukhariy, al-Adab al-Mufrad, (Kairo: as-Salafiyyah, t.th.), hlm. 91, hadis nomor 330; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Adab, Bab fi al-Alqab, hlm. 537, hadis nomor 4962; at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-Hujurat, hlm. 739, hadis nomor 3268; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Surah al-Mumtahanah, juz 10, hlm. 268, hadis nomor 11452.
Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 11 - Imam as Suyuthi : Tidak Boleh Mengolok-Olok Sesama Atau Memanggil Bukan Dengan Namanya
Tafsir Lengkap
Dibaca 22 kali
