Surah 49Ayat 11 / 18

Al Hujuraat

Kamar-KamarMadaniyahJuz 26Halaman 516
Fasik adalah Keluar dari Perintah AllahOrang Mu'min dihindari dari sifat fasikLarangan Merendahkan Orang LainBahaya Memandang rendah orangLarangan ghibah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ﴿١١﴾

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā yaskhar qaumum min qaumin ‘asā ay yakūnū khairam minhum wa lā nisā'um min nisā'in ‘asā ay yakunna khairam minhunn(a), wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazū bil-alqāb(i), bi'salismul-fusūqu ba‘dal-īmān(i), wa mal lam yatub fa ulā'ika humuẓ-ẓālimūn(a).

Terjemahan

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik699) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

Catatan Kaki:699) Panggilan fasik adalah panggilan dengan menggunakan kata-kata yang mengandung penghinaan atau tidak mencerminkan sifat seorang mukmin.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 11 - Pentingnya Menjaga Hubungan yang Baik antara Sesama muslim dan Menghindari Ejekan atau Hinaan

Salah satu kebiasaan penduduk Madinah ketika Nabi hijrah ke sana adalah memanggil kawan dengan berbagai julukan. Tidak jarang julukan itu bernada ejekan atau hinaan. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini.

عَنْ أَبِيْ جَبِيرَةَ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ فِينَا نَزَلَتْ فِي بَنِي سَلِمَةَ (وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ) قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَيْسَ مِنَّا رَجُلٌ إِلَّا وَلَهُ اسْمَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَكَانَ إِذَا دُعِيَ أَحَدٌ مِنْهُمْ بِاسْمٍ مِنْ تِلْكَ الْأَسْمَاءِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَغْضَبُ مِنْ هَذَا. قَالَ: فَنَزَلَتْ (وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ). (1)

Abu Jabirah bin ad-Dahhak berkata, “Firman Allah wala tanabazu bil-alqab turun berkaitan dengan kami, Bani Salimah. Saat Rasulullah sampai di Madinah, semua orang di sana punya dua bahkan tiga julukan—mereka biasa memanggil satu sama lain dengan julukan-julukan itu. Karena kebiasaan itu pula terkadang Rasulullah memanggil seseorang dari mereka dengan salah satu julukan-julukan tersebut. Kawan-kawan pria itu lalu melapor kepada Nabi, ‘Wahai Rasulullah, ia tidak suka dipanggil dengan julukan itu.’ Tidak lama kemudian turunlah ayat, wala tanabazu bil-alqab.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bukhariy, Abu Dawud, at-Tirmiz\iy, an-Nasa’iy 11516, dan Ibnu Majah 3741. Al-Hais\amiy, menilai sahih sanad Ahmad. Bandingkan dalam: Ahmad, al-Musnad, juz 30, hlm. 221, hadis nomor 18288; al-Bukhariy, Sahih{ al-Bukhariy, al-Adab al-Mufrad, (Kairo: as-Salafiyyah, t.th.), hlm. 91, hadis nomor 330; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Adab, Bab fi al-Alqab, hlm. 537, hadis nomor 4962; at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-Hujurat, hlm. 739, hadis nomor 3268; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Surah al-Mumtahanah, juz 10, hlm. 268, hadis nomor 11452.

JulukanMadinahSalimah

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 11 - Imam as Suyuthi : Tidak Boleh Mengolok-Olok Sesama Atau Memanggil Bukan Dengan Namanya

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok- olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yangdiperolok- olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”
Para penulis kitab Sunan yang berjumlah ada empat orang meriwayatkan dari Abu Jubairah bin Adh-Dhahhak, ia mengatakan; Dahulu ada seorang laki-laki yang memiliki dua nama dan tiga nama. Dia dipanggil dengan salah satu dari nama itu sehingga merasa tidak suka. Maka turunlah ayat, “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar'gelar yang buruk...” At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan. (1) Al-Hakim dan lainnya meriwatkan dari Abu Jabairah, ia mengatakan; Dahulu sering ada julukan-julukan pada masa Jahiliyah sehingga Rasulullah & pernah memanggil seorang laki-laki dengan julukannya. Kemudian ada seorang yang berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sungguh ia benci terhadap panggilan itu. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar'gelar yang buruk... ” (2) Ahmad juga meriwayatkan, ia mengatakan; Berkenaan dengan Bani Salamah turunlah ayat, “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar' gelar yang buruk... ” Maka Nabi tiba di kota Madinah dan di antara kami tidak ada seorang pun melainkan memiliki dua atau tiga nama. Dahulu ketika beliau memanggil salah seorang di antara mereka dengan salah satu dari nama-nama tersebut, maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah. Sesungguhnya ia marah dengan panggilan tersebut.” Maka turunlah ayat tersebut. (3)
1. Shahih: At-Tirmidzi (3268) dalam Bab At-Tafsir, Abu Dawud (4962) dalam Bab Al-Adab, An-N asa'i (536) dalam Bab At-Tafsir, Ibnu Majah (3741) dalam Bab Al-Adab. 2. Dha’if: ALHakim (2/503) meriwayatkannya dan ia mengatakan; Ini adalah hadits ‘ali (tinggi) yang sanad dan matannya gharib (asing). 3. Hasan: diriwayatkan Ahmad (4/260) Lihat: Ibnu Katsir (5/290).
mengolokOrang berimanorang fasik

Tafsir Lengkap

Setelah Allah menerangkan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, ayat ini menjelaskan tuntunan agar persaudaraan itu tetap terjaga. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum, yakni kelompok pria, mengolok-olok kaum, yakni kelompok pria yang lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dengan ucapan, perbuatan atau isyarat, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang dinilai buruk buruk oleh orang yang kamu panggil itu sehingga menyakiti hatinya. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk fasik setelah iman. Yakni seburuh-buruk panggilan kepada orang-orang mukmin adalah bila mereka disebut orang-orang fasik sesudah mereka dahulu disebut sebagai golongan yang yang beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, setelah melakukan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim kepada diri sendiri dan karena perbuatannya itu maka Allah menimpakan hukuman atasnya.

Dibaca 22 kali