Surah 49Ayat 4 / 18

Al Hujuraat

Kamar-KamarMadaniyahJuz 26Halaman 515
Tidak berfikir

اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ ﴿٤﴾

Innal-lażīna yunādūnaka miw warā'il-ḥujurāti akṡaruhum lā ya‘qilūn(a).

Terjemahan

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Nabi Muhammad) dari luar kamar(-mu), kebanyakan mereka tidak mengerti.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 4 - Larangan Memanggil Nama Seseorang dengan Nada Tinggi dan tidak Sopan

Suatu hari seorang sahabat memanggil-manggil Rasulullah dari luar kediaman beliau dengan nada kurang sopan. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk melarang perbuatan seperti itu.

عَنِ الأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ اُخْرُجْ إِلَيْنَا! فَلَمْ يُجِبْهُ. فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنَّ حَمْدِيْ زَيْنٌ، وَإِنَّ ذَمِّيْ شَيْنٌ. فَقَالَ:ذَاكَ اللهُ. فَأَنْزَلَ اللهُ (إنّ الّذِينَ يُنادُونَكَ مِنْ وَرَاء الحُجُرَاتِ ... الاَية). (1)

Al-Aqra‘ bin Habis bercerita bahwa suatu hari ia (bersama kaumnya, Bani Tamim, penerj.) hendak menemui Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam (untuk mengajak beliau beradu syair dan menyebut-nyebut kelebihan masing-masing, pen). Ia berteriak-teriak, “Wahai Muhammad, keluar dan temuilah kami!” Rasulullah tidak menjawab. Dengan kesal ia berkata lagi, ‘Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa pujianku kepada seseorang akan membuatnya mulia dan celaanku kepada seseorang akan membuatnya terhina.” Rasulullah menimpali, “(Tidak!) Hanya Allah yang dapat berbuat demikian.” Allah lalu menurunkan ayat, innallaz\ina yunadunaka min wara’il-hujarat…”

(1) Sahih; disebutkan oleh as-Suyutiy, ad-Durr al-Mans\ur, juz 13, hlm. 539; Lubab an-Nuqul, hlm. 239. Riwayat yang sama disebutkan oleh at-Tabariy secara mausul dari al-Aqra‘ bin Habis dan secara mursal dari Qatadah. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 22, hlm. 284. Dalam sanad riwayat pertama at-Tabariy menyebutkan bahwa Abu Salamah mendengar langsung hadis ini dari al-Aqra‘ bin Habis. Ahmad juga menulis riwayat ini tanpa menyebutnya sebagai sebab nuzul. Al-Hais\amiy mengklaim riwayat ini juga disebutkan oleh at-Tabraniy. Usai menyebut hadis ini al-Hais\amiy mengatakan, “Ahmad meriwayatkan hadis ini dengan dua sanad; salah satunya diriwayatkan dari para perawi kitab Sahih} apabila Abu Salamah memang benar-benar mendengar hadis ini langsung dari al-Aqra‘ bin Habis. Bila tidak, sanad hadis ini mursal sebagaimana sanad yang satunya lagi.” Lihat: Ahmad, al-Musnad, juz 15, hlm. 369, hadis nomor 15991 dan juz 45, hlm. 182, hadis nomor 27203; al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, juz 7, hlm. 170–171, hadis nomor 11351. Beberapa ulama hadis, seperti Ibnu Mandah, meyakini Abu Salamah tidak mendengar hadis ini secara langsung dari al-Aqra‘ bin Habis. Dengan demikian, sanad ini terputus dan tidak masuk dalam kategori sahih. Lihat: Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 8, hlm. 468. Meski begitu, hadis ini mempunyai pendukung, yakni hadis Al-Bara’ bin ‘A’iy. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, Kitab Abwab Tafsir al-Qur'an, Bab Min Surah al-Hujurat, Juz 5, hlm. 240, no. 3267; an-Nasa’iy, Sunan al-Kubra, Kitab at-Tafsir, Bab Surah al-Hujurat, Juz 10, hlm. 267, no. 11451. Hadis dengan jalan cerita serupa juga diriwayatkan dari Zaid bin Arqam oleh at-Tabraniy. Pendukung ini membuat status hadis di atas ikut terangkat. Penyusun memilih untuk mencantumkan riwayat di atas karena redaksinya lebih lugas (sarih) dalam menunjukkan sebab nuzul Surah al-Hujurat/49: 4 dibandingkan riwayat-riwayat lain.

Al-Aqra‘ bin HabsisyairTamim

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 4 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Arab Yang Ketika Memanggil Nabi Dari Luar Kamar Dengan Berteriak

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.”
Ath-Thabarani dan Abu Ya’la meriwayatkan dengan sanad hasan dari Zaid bin Arqam, ia mengatakan; Datang orang-orang dari Arab ke kamar Nabi Mereka kemudian memanggil-manggil, “Wahai Muhammad, wahai Muhammad.” Maka Allah menurunkan ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar. ” (1) Abdurrazaq meriwayatkan dari Ma’mar dari Qatadah bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi & kemudian memanggil beliau dari balik kamar beliau. Dia berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya orang yang memujiku adalah orang baik dan orang yang mencelaku adalah orang yang buruk.” Maka ia keluar menemui Nabi. Beliau lalu berkata, “Celakalah engkau, Dialah Allah.” Maka turunlah ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu.” Hadits ini mursal tetapi memiliki penguat yang marfu’, yaitu: Hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Al-Bara' dan lainnya, tanpa menyebutkan turunnya ayat.Ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-Hasan hadits yang serupa. Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Al-Aqra' bin Habis bahwasanya ia memanggil Rasulullah dari luar kamar, dan beliau tidak menjawab panggilannya. Kemudian Al-Aqra' berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya yang memanggilku adalah yang baik dan yang mencelaku adalah yang buruk.” Beliau kemudian berkata, “Dialah Allah.” Ibnu Jarir dan yang lainnya juga meriwayatkan dari Al-Aqra' bahwa ia mendatangi Rasulullah kemudian berkata, “Wahai Muhammad, keluarlah kepada kami.” Maka turunlah ayat tersebut. (2)
1. Hasan: AbHaitsami (7/108) meriwayatkannya. Di dalamnya ada perawi bernama Dawud bin Rasyid yang menurut Ibnu dianggap terpercaya, sedangkan menurut Ibnu Hibban dianggap lemah. Sedangkan perawi yang lainnya adalah terpercaya. 2. Shahih: Diriwayatkan Ahmad (3/488).
Adabakhlaksopan santun

Tafsir Lengkap

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau dengan cara yang tidak sopan dari luar kamar kediamanmu dan kediaman istri-istrimu kebanyakan mereka tidak mengerti tata krama penghormatan dan pengagungan yang seharusnya dilakukan kepadamu.

Dibaca 15 kali