Surah 49Ayat 9 / 18

Al Hujuraat

Kamar-KamarMadaniyahJuz 26Halaman 516
Allah Mencintai Orang-orang yang adilCara mendamaikan dua kelompok Mu'min yang berselisih

وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِۖ فَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ﴿٩﴾

Wa in ṭā'ifatāni minal-mu'minīnaqtatalū fa aṣliḥū bainahumā, fa im bagat iḥdāhumā ‘alal-ukhrā fa qātilul-latī tabgī ḥattā tafī'a ilā amrillāh(i), fa in fā'at fa aṣliḥū bainahumā bil-‘adli wa aqsiṭū, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn(a).

Terjemahan

Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 9 - Mendamaikan Percekcokan

Suatu hari terjadilah percekcokan antara para sahabat Nabi dengan sejumlah kaum munafik yang dipicu oleh kelancangan ‘Abdullah bin Ubay mengusir Nabi. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk mendamaikan kedua belah pihak tersebut.

عَنْ أَنَسِ ابْنِ مَالِكٍ رضى الله عنه قَالَ: قِيلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: لَوْ أَتَيْتَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَىٍّ‏.‏ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَرَكِبَ حِمَارًا، فَانْطَلَقَ الْمُسْلِمُونَ يَمْشُونَ مَعَهُ، وَهْىَ أَرْضٌ سَبِخَةٌ، فَلَمَّا أَتَاهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِلَيْكَ عَنِّي، وَاللَّهِ لَقَدْ آذَانِي نَتْنُ حِمَارِكَ‏.‏ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ مِنْهُمْ وَاللَّهِ لَحِمَارُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَطْيَبُ رِيحًا مِنْكَ‏.‏ فَغَضِبَ لِعَبْدِ اللَّهِ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ فَشَتَمَا، فَغَضِبَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَصْحَابُهُ، فَكَانَ بَيْنَهُمَا ضَرْبٌ بِالْجَرِيدِ وَالأَيْدِي وَالنِّعَالِ، فَبَلَغَنَا أَنَّهَا أُنْزِلَتْ (‏وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا‏...). (1)

Anas radiyallahu 'anhuma berkata “Seseorang memberi usulan kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Mungkin ada baiknya bila engkau menemui ‘Abdullah bin Ubay.’ Setuju dengan usulan tersebut, Rasulullah lalu bertolak mengendarai keledai, diiringi sejumlah kaum muslim sembari berjalan kaki. Bertemulah mereka di sebuah tanah lapang yang tandus. Begitu Nabi menghampirinya, ‘Abdullah bin Ubay membentak, ‘Pergi jauh-jauh! Demi Allah, bau busuk keledaimu membuatku mual.’ Seorang pria Ansar menyergah, ‘Demi Allah, bau keledai Rasulullah bahkan lebih wangi dibanding baumu!’ Bermaksud membela ‘Abdullah bin Ubay, seorang kawannya balik memarahi dan memaki pria itu. Merasa tidak terima, kawan-kawan mereka pun saling membela kawan masing-masing. Tidak cukup saling maki, mereka bahkan saling pukul dengan pelepah kurma, tangan kosong, juga alas kaki. Lalu sampailah kepada kami bahwa pada peristiwa itu turunlah firman Allah, wa’in ta’ifatani minal-mu’mininaqtatalu fa’aslihu bainahuma …”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab as-Sulh, Bab ma Ja’a fi al-Islah baina an-Nas, hlm. 657–658, hadis nomor 2691; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Jihad wa as-Sair, Bab fi Du‘a’ an-Nabiy wa Sabrih ‘ala Az\a al-Munafiqin, hlm. 1424, hadis nomor 1799.

AnsarCekcokMunafik

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 9 - Imam as Suyuthi : Jika Ada Dua Golongan Mukmin Bertengkar Maka Damaikanlah, Baik Dengan Lisan Maupun Fisik

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. ”
Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Anas bahwasanya Nabi menunggang keledai dan pergi menemui Abdullah bin Ubay. Abdullah kemudian berkata, “Menjauhlah engkau dariku karena engkau menyakitiku disebabkan bau busuk dari keledaimu.” Salah seorang laki-laki dari sahabat Anshar yang tidak terima kemudian berkata, “Demi Alah, sungguh keledai beliau lebih wangi daripada bau badanmu.” Sedangkan salah seorang laki- laki dari kabilahnya Abdullah menjadi marah sehingga masing-masing bersitegang. Antara kedua kelompok ini kemudian terjadi saling pukul dengan pelepah kurma dan sandal. Maka turunlah ayat berkenaan dengan hal tersebut, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.. .” (1) Sa’id bin Manshur dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Malik, ia mengatakan; Dua orang laki-laki Muslim berdebat dengan sengit sehingga pendukung yang satu marah terhadap pendukung yang lain. Keduanya saling memukul dengan tangan dan sandal. Allah lalu menurunkan ayat, “Dan jika ada dua golongan... ” Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari As-Suddi, ia mengatakan; Dahulu ada seorang laki-laki yang bernama Imran dan memiliki istri bernama Ummu Zaid. Perempuan ini berniat untuk mengunjungi keluarganya, tetapi suaminya melarangnya dan menahannya. Perempuan ini lalu mengirimkan kabar kepada kaumnya sehingga kabilah dari perempuan itu lalu datang dan membebaskan perempuan itu untuk membawanya kepada mereka. Suami perempuan itu kemudian keluar rumah dan langsung meminta bantuan kepada kabilahnya sehingga kabilahnya pun berdatangan untuk memisahkan perempuan istrinya itu dari kabilahnya. Kedua kabilah itu kemudian bertika dan saling melempar sandal. Maka turunlah ayat ini berkenaan dengan hal tersebut, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang... ” Mereka kemudian mengabarkan hal ini kepada Rasulullah. Beliau lalu mendamaikan mereka dan mereka pun kembali kepada perintah Allah. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-Hasan, ia mengatakan; Dahulu terjadi pertikaian di antara dua desa. Mereka kemudian mengundang juru damai akan tetapi menolak untuk menguikuti hasil keputusannya. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang...” Diriwayatkan dari Qatadah, ia mengatakan; Disebutkan kepada kami bahwa ayat ini turun berkaitan dengan dua orang laki-laki Anshar yang terjadi persengketaan mengenai hak mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sungguh kami akan melakukan jalan kekerasan karena banyaknya kabilah mereka.” Sedangkan yang lain mengajak untuk meminta keputusan kepada Nabi. Orang pertama menolak menyebabkan persengketaan terus terjadi hingga mereka saling serang. Masing-masing kemudian memukul dengan tangan dan sandal kepada lawannya, namun tidak terjadi peperangan dengan pedang. (2)
1. Shahih: Muttafaq Alaihi. AbBukhari (2691) meriwayatkan dalam Bab fi Ash'Shulh, Muslim meriwayatkan dalam Bab Al-Jihad dan Perjalanan Perang. 2. Lihat keseluruhan riwayat yang bersumber dari Ibnu Jarir (26/128'129), Al-Qurthubi (9/6366) mengatakan; Ayat ini turun berkenaan dengan peperangan antara Sumair dan Hathib. Sumair menyerang Hathib sehingga terjadi peperangan antara kabilah Aus dan Al-Khazraj sehingga mereka kemudian mendatangi Nabi Kemudian turunlah ayat tersebut. Ibnu Katsir (5/289) mengatakan; Riwayat yang dituturkan oleh Al-Bukhari dan Muslim sudah mencukupi karena riwayat itulah yang paling shahih.
Golongankafirmukmin

Tafsir Lengkap

Setelah Allah memperingatkan kepada orang mukmin supaya berhati-hati dalam menerima berita yang disampaikan orang fasik, maka Allah menerangkan pada ayat ini tentang apa yang bisa terjadi akibat berita itu. Misalnya pertikaian antara dua kelompok yang kadang-kadang menyebabkan peperangan. Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang atau bertikai satu sama lain maka damaikanlah antara keduanya dengan memberi petunjuk dan nasihat ke jalan yang benar. Jika salah satu dari keduanya, yakni golongan yang bermusuhan itu terus menerus berbuat zalim terhadap golongan yang lain, maka pera-ngilah golongan yang berbuat zalim itu, yang enggan menerima kebenar-an, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali kepada perintah Allah, yakni menerima kebenaran maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, sehingga terjadi hubungan baik antara keduanya, dan berlakulah adil dalam segala urusan agar putusan kamu diterima oleh semua golongan. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil dalam perbuatan mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang sebaik-baiknya.

Dibaca 20 kali