Surah 17Ayat 59 / 111

Al Israa'

Memperjalankan di Malam HariMakkiyahJuz 15Halaman 288
Diperlihatkan Onta sebagai Mu'jizatMereka mendustai Rasulullah as.

وَمَا مَنَعَنَآ اَنْ نُّرْسِلَ بِالْاٰيٰتِ اِلَّآ اَنْ كَذَّبَ بِهَا الْاَوَّلُوْنَۗ وَاٰتَيْنَا ثَمُوْدَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوْا بِهَاۗ وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا ﴿٥٩﴾

Wa mā mana‘anā an nursila bil-āyāti illā an każżaba bihal-awwalūn(a), wa ātainā ṡamūdan-nāqata mubṣiratan fa ẓalamū bihā, wa mā nursilu bil-āyāti illā takhwīfā(n).

Terjemahan

Tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Kami telah berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang jelas, tetapi mereka menganiayanya (dengan menyembelihnya). Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Isra' Ayat 59 - Tanggapan atas Permintaan Kaum Kafir pada Rasulullah untuk Mengubah Bukit Safa Menjadi Emas dan Memindahkan Gunung untuk Bercocok Tanam

Ayat ini turun sebagai tanggapan atas permintaan kaum kafir Mekah kepada Rasulullah untuk mengubah Bukit Safa menjadi emas dan menyingkirkan gunung-gunung agar mereka dapat bercocok tanam.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: سَأَلَ أَهْلُ مَكَّةَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَجْعَلَ لَهُمُ الصَّفَا ذَهَبًا، وَأَنْ يُنَحِّيَ الْجِبَالَ عَنْهُمْ فَيَزْرَعُوْا، فَقِيْلَ لَهُ: إِنْ شِئْتَ أَنْ َتَسْتَأْنِيَ بِهِمْ، وَإِنْ شِئْتَ أَنْ نُؤْتِيَهُمْ الَّذِي سَأَلُوْا، فَإِنْ كَفَرُوْا أُهْلِكُوْا كَمَا أَهْلَكْتُ مَنْ قَبْلَهُمْ. قَالَ: "لَا بَلْ أَسْتَأْنِيْ بِهِمْ". وَأَنْزَلَ اللَّهُ: (وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالآيَاتِ إِلا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الأوَّلُونَ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً). (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Suatu saat penduduk Mekah (yang masih kafir) meminta Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam mengubah Bukit Safa menjadi emas dan menyingkirkan gunung-gunung di sekitar Mekah agar mereka dapat bercocok tanam. Allah lalu menawarkan kepada beliau, ‘Terserah engkau; apakah kautangguhkan mereka (yakni: tidak menuruti permintaan itu, siapa tahu mereka akan mendapat hidayah) ataukah kau minta Kami menuruti permintaan mereka. Jika (Kami turuti permintaan itu) lalu mereka mengingkarinya, pasti akan Kuhancurkan mereka seperti umat-umat sebelum mereka.’ Beliau menjawab, ‘Tidak. Aku akan menangguhkan mereka.’ Terkait peristiwa ini turunlah ayat, wama mana‘ana an nursila bilayati illa an kazzaba bihal-awwaluna wa ataina samudan-naqata mubsirah.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy, Ahmad, dan al-Hakim. Lihat: Ahmad, al-Musnad, juz 3, hlm. 66, hadis nomor 2333; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Isra’, juz 10, hlm. 151, hadis nomor 11226; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Bani Isra’il, juz 2, hlm. 394, hadis nomor 3379. Al-Hakim mengatakan sanad hadis ini sahih, dan az-Zahabiy menyetujui pendapat ini.

EmasMekkahSafah

Asbabun Nuzul Surat Al-Isra' Ayat 59 - Imam as Suyuthi : Penduduk Kota Mekkah Meminta Nabi Muhammad Untuk Menjadikan Bukit Shafa Berubah Emas

“Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda- tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.”
Al-Hakim, Ath-Thabarani dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, para penduduk kota Makkah meminta Nabi supaya menjadikan bukit Shafa menjadi emas dan gunung-gunung di Makkah menjadi rata sehingga bisa dijadikan tempat bercocok tanam. Kemudian dikatakan (oleh Jibril) kepada beliau, “Jika engkau mau, maka engkau bisa menanggungkan untuk mereka, dan jika engkau mau, maka engkau bisa memberikan apa yang mereka minta. Apabila nanti mereka ingkar, maka mereka akan dihancurkan sebagaimana dihancurkannya umat sebelum mereka.” Beliau menjawab, “Aku akan menangguhkan untuk mereka.” Maka Allah menurunkan ayat, “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.” Ath-Thabarani dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Zubair hadits yang serupa tetapi lebih panjang lagi. (1)
1. Shahih: Diriwayatkan oleh Al-Haitsami (7/50) dalam Al-Majma’. Ia berkata, ”Para perawi hadits ini adalah perawi yang shahih.” Al-Hakim (2/362) juga meriwayatkannya dan menshahihkannya. Hal ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi. Ibnu Katsir (3/69) menyebutkan hadits riwayat dari Ahmad yang shahih (1/259). Begitu pula dengan Ibnu Jarir (10/74) dalam At-Tafsir.
Ath-Thabaranidustamukjizat

Tafsir Lengkap

Orang-orang kafir Mekah berkata bahwa nabi-nabi dahulu dapat melakukan perbuatan yang luar biasa, seperti mengarahkan angin menurut kehendaknya atau menghidupkan orang mati, lalu mereka meminta kepada Nabi Muhammad agar menunjukkan bukti kenabiannya dengan mengubah bukit Safa menjadi emas, maka turunlah wahyu Allah, Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan Kami yang dapat dilihat, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan di antara tanda-tanda yang telah Kami berikan kepada umat terdahulu yaitu tanda-tanda yang Kami berikan kepada kaum samud, kaumnya Nabi Saleh, berupa unta betina sebagai mukjizat yang dapat dilihat, sebagaimana yang diusulkan oleh mereka, tetapi mereka menganiaya unta betina itu dengan membunuhnya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti agar mereka beriman. Akan tetapi mereka tidak mau beriman, walaupun telah Kami tunjukkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami yang bersifat indrawi yang mereka minta. Jika Kami menunjukkan tanda-tanda itu kepadamu niscaya kamu akan mendustakan pula, dan dengan demikian akan berlaku pula ketentuan kami menghancurkan penduduk negeri yang durhaka sebagaimana berlaku kepada kaum sebelum kamu.

Dibaca 19 kali