Surah 17Ayat 85 / 111

Al Israa'

Memperjalankan di Malam HariMakkiyahJuz 15Halaman 290
Tentang Ruh

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا ﴿٨٥﴾

Wa yas'alūnaka ‘anir-rūḥ(i), qulir-rūḥu min amri rabbī wa mā ūtītum minal-‘ilmi illā qalīlā(n).

Terjemahan

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Isra' Ayat 85 - Kaum Yahudi Bertanya Perihal Roh Kepada Nabi

Ayat ini turun berkaitan dengan penduduk Mekah (dalam riwayat lain: kaum Yahudi) yang menanyakan perihal roh kepada Nabi.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَتْ قُرَيْشٌ لِيَهُودَ: أَعْطُونَا شَيْئًا نَسْأَلُ عَنْهُ هَذَا الرَّجُلَ. فَقَالُوا: سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ. فَسَأَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ، فَنَزَلَتْ: (وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا) قَالُوا: أُوتِينَا عِلْمًا كَثِيرًا، أُوتِينَا التَّوْرَاةَ، وَمَنْ أُوتِيَ التَّوْرَاةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا. قَالَ: وَأَنَزْلَ اللَّهُ: (قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا). (1) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرْثٍ بِالْمَدِينَةِ وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى عَسِيبٍ فَمَرَّ بِقَوْمٍ مِنْ الْيَهُودِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ سَلُوهُ عَنْ الرُّوحِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا تَسْأَلُوهُ عَنْ الرُّوحِ فَسَأَلُوهُ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى الْعَسِيبِ وَأَنَا خَلْفَهُ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ فَقَالَ (وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الرُّوحِ قُلْ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا) فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ قُلْنَا لَكُمْ لَا تَسْأَلُوهُ‏. (2)

Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma berkata, “Suatu saat kaum Quraisy menanyai orang-orang Yahudi, ‘Usulkanlah kepada kami suatu pertanyaan untuk kami ajukan kepada pria ini (yakni: Nabi Muhammad)!’ Mereka menjawab, ‘Tanyailah dia tentang roh!’ Mereka lantas bertanya tentang roh kepada beliau. Terkait hal itu Allah lalu menurunkan ayat, wa yas’alunaka ‘anir-ruhi qulir-ruhu min amri rabbi wa ma utitum minal-‘ilmi illa qalila. Merasa tersindir oleh ayat tersebut, orang-orang Yahudi berkata, ‘Kami telah diberi ilmu yang banyak. Kami telah diberi Taurat, dan siapa saja yang telah diberi Taurat maka ia benar-benar telah mendapat kebaikan yang banyak.’ Terkait peristiwa ini diturunkanlah ayat, qul lau kanal-bahru midadan likalimati rabbi lanafidal-bahru … hingga akhir ayat.” Ada pula riwayat lain yang mengaitkan turunnya ayat di atas dengan peristiwa berikut (2) Abdullah (bin Mas’ud) bercerita, “Aku berjalan bersama Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam di sebuah kebun kurma di Madinah. Beliau berjalan sambil memegang tongkat dari pelepah kurma. Ketika beliau berpapasan dengan sekelompok orang Yahudi, segera saja sebagian dari mereka saling berbisik, ‘Tanyailah dia tentang roh!’ Sebagian yang lain berkata, ‘Janganlah kalian menanyainya tentang roh! Setelah berdebat sejenak, pada akhirnya mereka memberanikan diri menanyakan hal itu kepada beliau. Beliau lalu berdiri sambil bersandar pada tongkat dari pelepah kurma itu, sedangkan aku berdiri di belakang beliau. Aku mengira pada saat itu beliau tengah menerima wahyu, lalu beliau pun melantunkan ayat, wa yas’alunaka ‘anir-ruhi qulir-ruhu min amri rabbi wa ma utitum minal-‘ilmi illa qalila. Mereka lantas saling menyalahkan, ‘Bukankah kami sudah melarang kalian menanyainya tentang roh?

(1) Sahih; diriwayatkan at-Tirmiz\iy, an-Nasa’iy, Ahmad, dan al-Hakim. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah Bani Isra’il, hlm. 704–705, hadis nomor 3140; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Kahf, juz 10, hlm. 167, hadis nomor 11252; Ahmad, al-Musnad, juz 3, hlm. 56, hadis nomor 2309; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Lam Yakun, juz 2, hlm. 579, hadis nomor 3961. At-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan sahih garib. Al-Hakim mengatakan sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy menyetujui pendapat ini. (2) Ayat di atas memiliki dua sebab nuzul yang berbeda. Jika kita perhatikan, riwayat kedua menunjukkan bahwa ayat ini turun di Madinah, padahal para ulama mengatakan bahwa Surah al-Isra’ turun di Mekah. Menurut Ibnu Kas\ir, hal ini bisa saja terjadi. Bisa jadi ayat ini turun dua kali. Pertama, di Mekah ketika orang Quraisy bertanya kepada Nabi perihal roh atas anjuran orang-orang Yahudi, Kedua, turun di Madinah untuk kedua kalinya, yaitu ketika masalah roh kembali ditanyakan oleh kaum Yahudi. Bisa jadi pula turun kepada Nabi wahyu yang memerintahkan beliau untuk menjawab pertanyaan kaum Yahudi ini dengan ayat yang telah diturunkan sebelumnya. Lihat: Ibnu Kas\ir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 5, h. 114. (3) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Wayas’alunaka ‘an ar-Ruh, hlm. 1172, hadis nomor 4721; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab hifat al-Munafiqin, Bab Su’al al-Yahud an-Nabiy ‘an ar-Ruh, hlm. 2152, hadis nomor 2794.

KurmaRohYahudi

Asbabun Nuzul Surat Al-Isra' Ayat 85 - Imam as Suyuthi : Sekelompok Orang Yahudi Menanyakan Tentang Ruh Kepada Nabi

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.’’
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Suatu ketika aku berjalan bersama Nabi di kota Madinah. Beliau pada saat itu berpegangan pada tongkat. Kemudian lewatlah sekelompok orang-orang Yahudi. Sebagian di antara mereka berkata, “Seandainya kita bertanya kepadanya (Muhammad).” Kemudian mereka berkata, “Ceritakanlah kepada kami tentang ruh.” Beliau lalu bangkit hingga satu jam dan menengadahkan kepala. Dapat diketahui bahwa beliau sedang menerima wahyu hingga akhirnya turunlah wahyu. Kemudian beliau menyampaikan, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (1) At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Kaum Quraisy berkata kepada orang-orang Yahudi, “Berikan kami sesuatu pertanyaan untuk kami tanyakan kepada laki-laki ini (Muhammad).” Kemudian orang-orang Yahudi menjawab, “Tanyalah ia tentang ruh.” Kaum Quraisy lalu bertanya kepada beliau tentang ruh. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku. ” Ibnu Katsir mengatakan, dua hadits yang terlihat berbeda tersebut dapat dikompromikan bahwa ayat tersebut turunnya berulang kali. (2) Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu Hajar. Ada kemungkinan bahwa beliau diam saat ditanya orang-orang Yahudi karena beliau sedang menunggu penjelasan lebih lanjut. Sekiranya tidak demikian, maka apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari lebih shahih. Aku (Imam As-Suyuthi) mengatakan, “Apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari lebih shahih karena perawinya hadir saat peristiwa itu terjadi, berbeda dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.”
1. Shahih: Al-Bukhari (7297) dalam AhVtisham. 2. Ibnu Katsir (3/87).
GolonganRuhYahudi

Tafsir Lengkap

Dan mereka, yakni orang-orang kafir Mekah bertanya kepadamu wahai Nabi Muhammad tentang roh, apakah hakikat roh itu. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, hanya Dia yang mengetahui hakikat roh itu dan tidaklah kamu wahai manusia diberi pengetahuan kecuali sedikit dibandingkan dengan keluasan objek yang diketahui atau dibandingkan dengan ilmu Allah.

Dibaca 16 kali