Surah 5Ayat 107 / 120

Al Maidah

HidanganMadaniyahJuz 7Halaman 125
Mempersaksikan saat berwasiat

فَاِنْ عُثِرَ عَلٰٓى اَنَّهُمَا اسْتَحَقَّآ اِثْمًا فَاٰخَرٰنِ يَقُوْمٰنِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِيْنَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْاَوْلَيٰنِ فَيُقْسِمٰنِ بِاللّٰهِ لَشَهَادَتُنَآ اَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَآۖ اِنَّآ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ ﴿١٠٧﴾

Fa in ‘uṡira ‘alā annahumastaḥaqqā iṡman fa ākharāni yaqūmāni maqāmahumā minal-lażīnastaḥaqqa ‘alaihimul-aulayāni fa yuqsimāni billāhi lasyahādatunā aḥaqqu min syahādatihimā wa ma‘tadainā, innā iżal laminaẓ-ẓālimīn(a).

Terjemahan

Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa,234) maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika (berbuat) demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang zalim.”

Catatan Kaki:234) ‘Berbuat dosa’ di sini maksudnya adalah melakukan kecurangan dalam persaksiannya yang diketahui setelah dia bersumpah.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 107 - Sengketa antara Ahli Waris yang saling Menuduh Berbuat Kecurangan atau Mencuri

Ayat ini turun berkenaan dengan sengketa antara ahli waris seorang sahabat dari Bani Sahm yang meninggal, dengan Tamim ad-Dariy dan ‘Adiy bin Badda’. Mereka menuduh keduanya telah mengambil gelas perak berlapis emas milik saudara mereka dan menjualnya kepada orang lain.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَهْمٍ مَعَ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ وَعَدِيِّ بْنِ بَدَّاءٍ، فَمَاتَ السَّهْمِيُّ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مُسْلِمٌ، فَلَمَّا قَدِمَا بِتَرِكَتِهِ فَقَدُوا جَامًا مِنْ فِضَّةٍ مُخَوَّصًا مِنْ ذَهَبٍ، فَأَحْلَفَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ وُجِدَ الْجَامُ بِمَكَّةَ، فَقَالُوا: ابْتَعْنَاهُ مِنْ تَمِيمٍ وَعَدِيٍّ‏.‏ فَقَامَ رَجُلاَنِ مِنْ أَوْلِيَائِهِ فَحَلَفَا لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا، وَإِنَّ الْجَامَ لِصَاحِبِهِمْ‏،‏ قَالَ وَفِيهِمْ نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: (‏يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ ‏إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ). (1)

Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma bercerita, “Seorang pria (muslim) dari Bani Sahm (dalam sebuah riwayat pria itu bernama Buzail) pergi berdagang bersama Tamim ad-Dariy dan ‘Adiy bin Badda’ (ketika itu keduanya beragama Nasrani). Di tengah perjalanan Buzail meninggal di suatu daerah yang tidak dijumpai seorang muslim pun di sana. Ketika keduanya kembali ke Madinah dengan membawa harta peninggalan pria itu, mereka kehilangan gelas perak berlapis emas miliknya. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengambil sumpah mereka. Gelas itu akhirnya ditemukan di Mekah. Orang-orang yang menguasai gelas itu berkata, ‘Kami membelinya dari Tamim dan ‘Adiy.’ Dua orang wali (ahli waris) pria dari Bani Sahm itu berdiri dan bersumpah di hadapan Nabi, ‘Kesaksian kami lebih jujur daripada kesaksian Tamim dan ‘Adiy.’ Mereka juga bersumpah bahwa gelas itu benar milik saudara mereka. Berkaitan dengan mereka inilah turun firman Allah, ya ayyuhal-laz\ina amanu syahadatu bainikum iz\a hadara ahadakumul-maut.

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Wasaya, Bab Ya Ayyuha al-laz\ina A

GelassengketaWaris

Tafsir Lengkap

Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, ini berkaitan dengan dua orang Nasrani, Tamim ad-Dariy dan ‘Adiy bin Badda, yang menerima wasiat dari Budail yang wafat waktu berdagang di Syam dan berbohong dalam persaksiannya dengan bersumpah palsu di hadapan Nabi Muhammad; maka dua orang yang lain, yaitu dua orang saksi dari keluarga yang meninggal, menggantikan kedudukannya menjadi dua saksi, yaitu dua saksi yang termasuk di antara ahli waris yang berhak menjadi saksi dan lebih dekat hubungan nasabnya kepada yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, dengan disaksikan oleh orang banyak, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, Tamim ad-Dariy dan ‘Adiy bin Badda yang berbeda agama dan menyembunyikan barang milik Budail, dan kami, dua saksi dari keluarga yang meninggal, tidak melanggar batas dalam kesaksian ini. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian, curang dan tidak adil, tentu kami termasuk orang-orang zalim terhadap diri sendiri.”

Dibaca 13 kali