اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ﴿٣٣﴾
Terjemahan
Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat,212)
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 33 - Hukuman untuk Mereka yang tidak Berterima Kasih dan Bersyukur
Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang dari Suku ‘Ukl yang menghadap Nabi untuk mengadukan penyakit yang mereka idap. Nabi menyuruh mereka minum susu dan air seni unta. Penyakit mereka sembuh setelah menuruti perintah Nabi, namun setelah itu mereka murtad dan membunuh penggembala unta tersebut. Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk menjelaskan hukuman yang diberlakukan atas mereka.
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَفَرًا مِنْ عُكْلٍ قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْلَمُوا فَاجْتَوَوُا الْمَدِينَةَ، فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَفَعَلُوا فَقَتَلُوا رَاعِيَهَا وَاسْتَاقُوهَا، فَبَعَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي طَلَبِهِمْ قَافَةً، فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَلَ أَعْيُنَهُمْ، وَلَمْ يَحْسِمْهُمْ وَتَرَكَهُمْ حَتَّى مَاتُوا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: (إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ). (1)
Anas bercerita bahwa beberapa orang dari Suku ‘Ukl menghadap Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan masuk Islam. Setelah beberapa lama tinggal di Madinah mereka terserang suatu penyakit (karena cuaca di sana kurang bersahabat dengan badan mereka). Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam lalu menyuruh mereka mendatangi unta sedekah (yang digembalakan di luar Madinah, penerj.) untuk minum beberapa teguk air seni dan susunya. Mereka menuruti perintah tersebut (hingga penyakit mereka sembuh). Setelah sembuh, mereka justru membunuh (satu dari dua, penerj.) penggembala dan merampas unta-unta itu dari mereka. (Setelah mendapat laporan dari penggembala yang berhasil meloloskan diri), Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengirim utusan untuk mencari mereka. Usai ditemukan, mereka lantas dihadapkan kepada beliau. Beliau lalu memutuskan agar tangan dan kaki mereka dipotong serta mata mereka dicungkil. Beliau tidak meminta agar kepala mereka dipenggal, namun beliau membiarkan mereka begitu saja hingga meninggal dengan sendirinya. Allah lalu menurunkan ayat innama jaza’ul-laz\ina yuharibunallaha warasulah.
(1) Sahih; diriwayatkan an-Nasa’iy dan at-Tabraniy. Lihat: an-Nasa’iy, Sunan an-Nasa’iy, dalam Kitab Tahrim ad-Dam, Bab Ta’wil Qaulillah Ta‘ala Innama Jaza’ullaz\ina Yuharibunallah, hlm. 424, hadis nomor 4025; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Ausat, juz 2, hlm. 203–204, hadis nomor 1734. Kisah ini juga disebutkan oleh al-Bukhariy, Muslim, dan Ahmad, walaupun tidak secara tegas disebut sebagai sebab nuzul ayat di atas.
Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 33 - Imam as Suyuthi : Siksa Terhadap Orang-Orang Yang Mencoba Dan Memusuhi Allah Dan Rasul-Nya
Tafsir Lengkap
Dibaca 18 kali
