Surah 5Ayat 33 / 120

Al Maidah

HidanganMadaniyahJuz 6Halaman 113
Allah akan mengecewakan musuh-musuh-Nya dan menghancurkan para Perusak di BumiTaubatnya pembangkangHukum Bunuh bagi pembuat kerusakan di atas bumiKata-kata Bumi dalam al-Qur'anAnggota badan yang dipotong dalam hududAnggota badan yang dipotong dalam hududAkhirat Tempat Pembalasan dan Ganjaran

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ﴿٣٣﴾

Innamā jazā'ul-lażīna yuḥāribūnallāha wa rasūlahū wa yas‘auna fil-arḍi fasādan ay yuqattalū au yuṣallabū au tuqaṭṭa‘a aidīhim wa arjuluhum min khilāfin au yunfau minal-arḍ(i), żālika lahum khizyun fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm(un).

Terjemahan

Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat,212)

Catatan Kaki:212) Ayat ini berkenaan dengan penjelasan Allah Swt. tentang ḥirābah. ‘Ḥirābah’ adalah tindakan kekerasan secara terang-terangan untuk mengambil harta, membunuh, dan menimbulkan rasa takut seperti perampokan dan terorisme.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 33 - Hukuman untuk Mereka yang tidak Berterima Kasih dan Bersyukur

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang dari Suku ‘Ukl yang menghadap Nabi untuk mengadukan penyakit yang mereka idap. Nabi menyuruh mereka minum susu dan air seni unta. Penyakit mereka sembuh setelah menuruti perintah Nabi, namun setelah itu mereka murtad dan membunuh penggembala unta tersebut. Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk menjelaskan hukuman yang diberlakukan atas mereka.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَفَرًا مِنْ عُكْلٍ قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْلَمُوا فَاجْتَوَوُا الْمَدِينَةَ، فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَفَعَلُوا فَقَتَلُوا رَاعِيَهَا وَاسْتَاقُوهَا، فَبَعَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي طَلَبِهِمْ قَافَةً، فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَلَ أَعْيُنَهُمْ، وَلَمْ يَحْسِمْهُمْ وَتَرَكَهُمْ حَتَّى مَاتُوا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: (إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ). (1)

Anas bercerita bahwa beberapa orang dari Suku ‘Ukl menghadap Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan masuk Islam. Setelah beberapa lama tinggal di Madinah mereka terserang suatu penyakit (karena cuaca di sana kurang bersahabat dengan badan mereka). Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam lalu menyuruh mereka mendatangi unta sedekah (yang digembalakan di luar Madinah, penerj.) untuk minum beberapa teguk air seni dan susunya. Mereka menuruti perintah tersebut (hingga penyakit mereka sembuh). Setelah sembuh, mereka justru membunuh (satu dari dua, penerj.) penggembala dan merampas unta-unta itu dari mereka. (Setelah mendapat laporan dari penggembala yang berhasil meloloskan diri), Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengirim utusan untuk mencari mereka. Usai ditemukan, mereka lantas dihadapkan kepada beliau. Beliau lalu memutuskan agar tangan dan kaki mereka dipotong serta mata mereka dicungkil. Beliau tidak meminta agar kepala mereka dipenggal, namun beliau membiarkan mereka begitu saja hingga meninggal dengan sendirinya. Allah lalu menurunkan ayat innama jaza’ul-laz\ina yuharibunallaha warasulah.

(1) Sahih; diriwayatkan an-Nasa’iy dan at-Tabraniy. Lihat: an-Nasa’iy, Sunan an-Nasa’iy, dalam Kitab Tahrim ad-Dam, Bab Ta’wil Qaulillah Ta‘ala Innama Jaza’ullaz\ina Yuharibunallah, hlm. 424, hadis nomor 4025; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Ausat, juz 2, hlm. 203–204, hadis nomor 1734. Kisah ini juga disebutkan oleh al-Bukhariy, Muslim, dan Ahmad, walaupun tidak secara tegas disebut sebagai sebab nuzul ayat di atas.

MadinahobatSedekah

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 33 - Imam as Suyuthi : Siksa Terhadap Orang-Orang Yang Mencoba Dan Memusuhi Allah Dan Rasul-Nya

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang'orang yang memerangi Allah dan Rasul'Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. ’’
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Yazid bin Abi Habib bahwasanya Abdul Malik bin Marwan mengirimkan surat kepada Anas bin Malik yang berisi pertanyaan tetang ayat, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang'orang yang memerangi Allah dan Rasul'Nya.lalu Anas mengirim kembali kepada Abdul Malik bin Marwan bahwasanya ayat ini turun pada orang-orang Urniy. Yaitu ketika mereka keluar dari Islam, membunuh penggembala, dan membawa untanya.” (1) Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Jarir hadits yang serupa dengannya. Abdurrazzaq juga meriwayatkan dari Abu Hurairah hadits yang serupa.
1. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (68/2) dan ia berkata, “Dahulu beberapa orang dari Ukal dan Arinah memeluk Islam dan mereka juga menbaiat Rasulullah S, pada suatu hari di kota Madinah menyebar wabah penyakit yang berbahaya, kemudian mereka keluar dari kota Madinah dengan seorang penggembala unta Nabi, sehingga mereka terhindar dari bahaya penyakit tersebut dan mereka membunuh pengembala tersebut dan mengambil untanya.” Disebutkan oleh Al-Bukhari (8/274), Muslim (10) dalam Bab Al-Qasamah dari hadits Abu Qilabah dari Anas
berimanmemusuhiSiksa

Tafsir Lengkap

Pada ayat ini Allah menjelaskan hukuman bagi perampok dan pengganggu keamanan umum, yang acap kali juga disertai pembunuhan. Dalam kaitan ini ditetapkan bahwa hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, yaitu orang-orang yang tidak berdosa dan tidak bersalah, dan membuat kerusakan di bumi, balasannya tidak ada lain hanyalah dibunuh bila membunuh atau disalib bila membunuh dan mengambil harta, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang bila mengambil harta, tetapi tidak membunuh, atau diasingkan dari tempat kediamannya bila hanya menakut-nakuti. Ketetapan hukuman yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia yang disebabkan perilaku mereka, dan di akhirat mereka pasti akan mendapat azab yang besar.

Dibaca 18 kali