۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ﴿٥١﴾
Terjemahan
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu).215) Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 51 - Larangan Kebiasaan Berkelompok dengan Menyakiti Kelompok Lain
Salah satu kebiasaan masyarakat Madinah sebelum hijrah adalah menjalin persekutuan antara beberapa pihak untuk saling membantu bila salah satu pihak menyerang atau diserang kelompok di luar persekutuan itu. Setelah Rasulullah datang, kebiasaan ini masih berlangsung hingga tidak jarang ditemukan beberapa muslim yang masih terikat kesepakatan semacam itu dengan kaum Yahudi atau Nasrani. Ayat di atas kemudian turun untuk melarang kebiasaan tersebut.
عَنْ عُبَادَة َبْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ لمَاَّ حَارَبَتْ بَنُوْا قَينُقاَعَ تَشَبَّثَ بِأَمْرِهِمْ عَبْدُ اللهِ بْنُ أُبَيِّ بْنِ سَلُوْلَ وَقَامَ دُوْنَهُمْ، وَمشَى عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ إِلَى رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم وَتَبَرَّأَ إلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ مِنْ حِلْفِهِمْ، وَكَانَ أَحَدَ بَنِيْ عَوْفِ بْنِ الْخَزْرَجِ وَلَهُ مِنْ حِلْفِهِمْ مِثْلُ الَّذِيْ لَهُمْ مِنْ عَبْدِ الله بْنِ أُبَيٍّ، فَخَلَعَهُمْ إِلَى رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتَبَرَّأَ مِنْ حِلْفِ الْكُفَّارِ وَوِلَايَتِهِمْ. قال: ففيه وفي عبد الله بن أبي نزلت القصة في المائدة: (يا أيّها الّذِينَ آمَنُوا لا تَتّخِذُوا اليَهُودَ والنّصَارَى أوْلِياءَ بَعْضُهُمْ أوْلِياءُ بَعْضٍ.) (1)
(1) Hasan; diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyyah, (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabiy, cet. 3, 1990), juz 3, hlm. 10–11. Meskipun mursal karena jalur sanadnya hanya berhenti pada ‘Ubadah bin al-Walid, namun sanad riwayat Ibnu Hisyam ini dinilai sahih oleh Ibrahim Muhammad al-‘Aliy. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan ‘Ubadah bin al-Walid mendengar riwayat tersebut dari ayahnya dari kakeknya, seperti halnya sanad riwayat as-Suyutiy dari Ibnu Mardawaih dari ‘Ubadah bin al-Walid dari ayahnya dari kakeknya, yakni ‘Ubadah bin hamit. Lihat Ibrahim Muhammad al-‘Aliy, Sahih} Asbab an-Nuzul, hlm. 104. Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh al-Baihaqiy, at-Tabariy, dan Ibnu Abi Hatim; semua dari jalur Ibnu Ishaq. Lihat: al-Baihaqiy, Dala’il an-Nubuwwah, juz 3, hlm. 173–174; at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, juz 8, hlm. 505; Ibnu Abi Hatim, juz 4, hlm. 1155, hadis nomor 6506. Lihat pula: as-Suyutiy, ad-Durr al-Mans\ur, juz 5, h. 347.
Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 51 - Imam as Suyuthi : Larangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin
Tafsir Lengkap
Dibaca 19 kali
