Surah 5Ayat 6 / 120

Al Maidah

HidanganMadaniyahJuz 6Halaman 108
Tidak ada kesulitanPerintah untuk mandi besar setelah junubDisyari'atkannya wudhu'Cara Berwudhu'Hal yang mewajibkan berwudhu'Disyari'atkannya tayammumCara bertayammumSyarat pelaksanaan shalatDiperbolehkan tayammum jika tidak ada airMandi dan wudhu' bagi yang sakitAnggota badan yang harus dicuci ketika wudhu'Anggota badan yang harus dicuci ketika wudhu'Batas tangan yang dicuci dalam wudhu'Anggota badan yang harus dicuci ketika wudhu'

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ﴿٦﴾

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).

Terjemahan

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

Catatan Kaki:202) Maksudnya, sakit yang membuatnya tidak boleh terkena air. 203) Lihat catatan kaki surah an-Nisā’/4: 43.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 6 - Tata Cara Tayamum dan Sebab-sebab yang Memperbolehkannya

Ayat di atas memberi penjelasan tentang tata cara tayamum dan sebab-sebab yang memperbolehkannya. Ayat ini turun ketika Nabi bersama para sahabat berada di sebuah tempat yang sangat tandus dan jauh dari mata air. Mereka kala itu juga tidak membawa bekal air.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْبَيْدَاءِ ـ أَوْ بِذَاتِ الْجَيْشِ ـ انْقَطَعَ عِقْدٌ لِي، فَأَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْتِمَاسِهِ، وَأَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ، وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ وَلَيْسَ مَعَهُمْ ماءٌ، فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَاضِعٌ رَأْسَهُ عَلَى فَخِذِي قَدْ نَامَ فَقَالَ: حَبَسْتِ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالنَّاسَ، وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ، وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ‏.‏ فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَعَاتَبَنِي أَبُو بَكْرٍ، وَقَالَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ، وَجَعَلَ يَطْعُنُنِي بِيَدِهِ فِي خَاصِرَتِي، فَلاَ يَمْنَعُنِي مِنَ التَّحَرُّكِ إِلاَّ مَكَانُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى فَخِذِي، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى أَصْبَحَ عَلَى غَيْرِ مَاءٍ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ التَّيَمُّمِ فَتَيَمَّمُوا‏.‏ فَقَالَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ: مَا هِيَ بِأَوَّلِ بَرَكَتِكُمْ يَا آلَ أَبِي بَكْرٍ‏.‏ قَالَتْ فَبَعَثْنَا الْبَعِيرَ الَّذِي كُنْتُ عَلَيْهِ، فَإِذَا الْعِقْدُ تَحْتَهُ. (1)

Dari Aisah Radiallahu ‘anha, istri Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, berkata, “Suatu hari kami bepergian bersama Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Sesampai di Baida’ atau Z|at al-Jaisy, tiba-tiba kalungku putus (dan jatuh).
Rasulullah dan rombongan lalu menghentikan perjalanan untuk mencari kalungku. Tempat itu jauh dari mata air, dan di saat yang sama mereka tidak membawa bekal air. Beberapa orang kemudian mendatangi Abu Bakar as-Siddiq dan mengadu, ‘Tidakkah kaulihat apa yang telah diperbuat segera mendatangiku; ketika itu Rasulullah sedang tidur sambil berbaring dan meletakkan kepalanya di pangkuanku. Abu Bakar berkata, ‘Engkau telah memaksa Rasulullah dan rombongannya menghentikan perjalanan di tempat yang jauh dari mata air, di saat mereka tidak membawa bekal air.’ Abu Bakar menegurku dengan kata-kata bernada marah. Ia pun menusuk pinggangku dengan jarinya. Meski geli, aku tetap bergeming karena tidak ingin Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang meletakkan kepalanya di pangkuanku terbangun. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam lalu bangun pada malam itu dan hingga pagi harinya beliau tidak menemukan air. Allah lalu menurunkan ayat tayamum; dan mereka pun bertayamum. Usaid bin Hudair berkata kepadaku, ‘Ini bukan berkahmu yang pertama, wahai putri Abu Bakar!’ Karena hendak melanjutkan perjalanan, kami membangunkan unta yang sejak semula aku tunggangi. Tiba-tiba di bawah badan unta itu kami temukan kalung yang kami cari.”

(1) Diriwayatkan al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tayammum, hlm. 92, hadis nomor 334; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-iman, Bab at-Tayammum, hlm. 279, hadis nomor 367.

Baida AirkalungTayamum

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 6 - Imam as Suyuthi : Syarat-Syarat Yang Harus Dipenuhi Ketika Sebelum Melaksanakan Salat

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."
Al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Amru bin Al-Harits dari Abdurrahman bin Qasim dari ayahnya dari Aisyah bahwasanya ia berkata, “Ketika kami dalam perjalanan menuju Madinah, kalungku terjatuh di gurun. Kemudian Rasulullah menghentikan untanya, lalu beliau turun. Setelah itu beliau merebahkan kepala beliau di pangkuanku hingga tertidur. Lalu Abu Bakar datang dan memukulku dengan keras kemudian berkata, “Gara-gara kalungmu orang-orang tidak bisa langsung ke Madinah!” Kemudian Rasulullah terbangun dan waktu pagi pun tiba. Di saat beliau ingin mengambil air untuk berwudhu, beliau tidak mendapati air. Maka turunlah firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat..." hingga firman-Nya, "...agar kamu bersyukur.” Lalu Usaid bin Hudhair berkata, “Karena kalian wahai keluarga Abu Bakar, Allah telah memberi berkah kepada orang-orang.” (1) Ath-Thabarani meriwayatkan dari jalur Abbad bin Abdullah bin Zubair dari Aisyah bahwasanya ia berkata, “Setelah peristiwa hilangnya kalungku dan berakhirnya kisah tentang kedustaan yang dituduhkan kepadaku, aku pergi bersama Rasulullah dalam peperangan yang lain. Lalu kalungku jatuh lagi, hingga orang-orang pun harus menghentikan perjalanan untuk mencarinya. Abu Bakar dengan agak marah berkata, “Wahai putriku, kau selalu mejadi beban dan kesulitan bagi orang-orang dalam perjalanan.” Lalu Allah menurunkan keringanan untuk bertayamum. Kemudian Abu Bakar berkata kepadaku, “Sungguh engkau anak yang mendapatkan berkah. (2)
1. Shahih: Al-Bukhari (4608) dalam Bab At-Tafsir. 2. Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani (23/121) dalam kitab Mu’jam Al-Kabir.
RukunShalatSuci

Tafsir Lengkap

Setelah Allah menjelaskan hukum tentang makanan dan hewanhewan sembelihan yang dihalalkan dan menjelaskan ketentuan menyangkut wanita-wanita yang boleh dinikahi, pada ayat ini Allah menjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengan tata cara beribadah kepada Allah dimulai dengan salat sebagai ibadah yang paling mulia. Ayat ini memberikan petunjuk tentang persiapan yang harus dilakukan ketika hendak melakukan salat, yaitu cara menyucikan diri dengan berwudu, tayamum, dan mandi. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu telah membulatkan hati hendak melaksanakan salat, sedangkan kamu saat itu dalam keadaan tidak suci atau berhadas kecil, maka berwudulah, yaitu dengan cara basuhlah wajahmu dengan air dari ujung tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke ujung dagu dan bagian antara kedua telinga, dan basuhlah tanganmu sampai ke siku, dan sapulah sedikit atau sebagian atau seluruh kepalamu dan basuhlah kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan junub, yakni keluar mani karena bersetubuh atau karena sebab lain, maka mandilah, yakni basuhlah dengan air seluruh badanmu. Dan jika kamu sakit yang menghalangi kamu menggunakan air karena khawatir penyakitmu bertambah parah atau memperlambat kesembuhan kamu, atau kamu berada dalam perjalanan yang dibenarkan agama dan dalam jarak tertentu, atau kembali dari tempat buang air, yakni kakus, setelah selesai membuang hajat, atau menyentuh perempuan, yakni persentuhan dalam arti pertemuan dua alat kelamin yang berbeda atau dalam arti persentuhan kulit seorang laki-laki dan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, tidak dapat menggunakannya, baik karena tidak ada, tidak cukup, atau karena sakit, maka bertayamumlah dengan debu yang baik, yakni debu yang bersih dan suci; yaitu dengan cara sapulah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah Yang Mahakuasa tidak ingin menyulitkan kamu dan tidak menghendaki sedikit pun kesulitan bagimu dengan mengharuskan kamu berwudu ketika tidak ada air atau ketika dalam keadaan sakit yang dikhawatirkan kamu bertambah sakit apabila anggota badanmu terkena air, tetapi Dia hendak membersihkan kamu, menyucikan kamu dari dosa maupun dari hadas, dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, dengan meringankan apa yang menyulitkan kamu agar kamu bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadamu.

Dibaca 28 kali