Surah 5Ayat 93 / 120

Al Maidah

HidanganMadaniyahJuz 7Halaman 123
Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baikTidak berdosa dengan kesalahan makanan yang laluTidak berdosa dengan kesalahan makanan yang lalu

لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْٓا اِذَا مَا اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاَحْسَنُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَࣖ ﴿٩٣﴾

Laisa ‘alal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ṡummattaqau wa āmanū ṡummattaqau wa aḥsanū, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn(a).

Terjemahan

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut sesuatu yang telah mereka makan (dahulu sebelum turunnya aturan yang mengharamkan), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 93 - Jawaban dari Keresahan Sahabat yang Wafat dan Belum Meninggalkan Kebiasaan Minum Khamar, karena Ayat Larangan Turun Setelah Mereka Wafat

Ayat ini turun untuk menjawab keresahan sebagian sahabat terkait teman-temannya yang wafat sebelum sempat meninggalkan kebiasaan minum khamar, sedangkan ayat yang mengharamkan khamar baru turun setelah mereka wafat.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله عنه: كُنْتُ سَاقِيَ الْقَوْمِ فِي مَنْزِلِ أَبِي طَلْحَةَ، وَكَانَ خَمْرُهُمْ يَوْمَئِذٍ الْفَضِيخَ، فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُنَادِيًا يُنَادِي:‏ أَلاَ إِنَّ الْخَمْرَ قَدْ حُرِّمَتْ‏‏.‏ قَالَ: فَقَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: اخْرُجْ فَأَهْرِقْهَا. فَخَرَجْتُ فَهَرَقْتُهَا، فَجَرَتْ فِي سِكَكِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: قَدْ قُتِلَ قَوْمٌ وَهِىَ فِي بُطُونِهِمْ،‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ (‏لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا‏). (1)

Anas radiyallahu 'anhu bercerita, “Suatu hari aku menghidangkan minuman (khamar) kepada para tamu di rumah Abu Talhah. Khamar mereka kala itu adalah al-fadikh (arak dari kurma). Tiba-tiba Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seseorang untuk mengumumkan bahwa khamar telah diharamkan. Mendengar pengumuman itu Abu Talhah berkata kepadaku, ‘Keluar dan tumpahkanlah khamar ini!’ Aku pun keluar dan menumpahkannya hingga khamar mengalir di jalan-jalan setapak kota Madinah. Kemudian sebagian sahabat berkata, “Kawan-kawan kita telah meninggal dan di perut mereka masih ada khamar; (akankah mereka masuk neraka?).” Untuk menjawab keresahan mereka Allah menurunkan ayat laisa ‘alal-laz\ina amanu wa‘amilus-salihati junahun fima ta‘imu.” (1)

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Mazalim, Bab habb al-Khamr fi at-Tariq, hlm. 595, hadis nomor 2464; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab Asyribah, Bab Tahrim al-Khamr, hlm. 1570, hadis nomor 1980.

HaramKhamarResah

Tafsir Lengkap

Allah tidak mempermasalahkan apa yang pernah dimakan dan diminum oleh kaum mukmin sebelum mereka beriman. Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal-amal saleh, baik kesalehan secara individu maupun sosial, tentang apa yang mereka makan atau minum dahulu pada masa jahiliah seperti minuman keras, apabila mereka bertakwa, takut kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya, dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan amal saleh, kemudian mereka tetap bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan beriman kepada Allah dengan memelihara keimanannya. Selanjutnya mereka tetap juga bertakwa dengan mantap dan berbuat kebajikan yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, baik dengan harta maupun tenaga dengan ikhlas semata mengharap keridaan Allah. Ayat ini kemudian di-mansukh atau dihapuskan masa berlakunya oleh Surah al-Maidah ayat 90 yang secara tegas mengharamkan minuman keras.

Dibaca 13 kali