لَيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْٓا اِذَا مَا اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوْا وَّاَحْسَنُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَࣖ ﴿٩٣﴾
Terjemahan
Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut sesuatu yang telah mereka makan (dahulu sebelum turunnya aturan yang mengharamkan), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 93 - Jawaban dari Keresahan Sahabat yang Wafat dan Belum Meninggalkan Kebiasaan Minum Khamar, karena Ayat Larangan Turun Setelah Mereka Wafat
Ayat ini turun untuk menjawab keresahan sebagian sahabat terkait teman-temannya yang wafat sebelum sempat meninggalkan kebiasaan minum khamar, sedangkan ayat yang mengharamkan khamar baru turun setelah mereka wafat.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله عنه: كُنْتُ سَاقِيَ الْقَوْمِ فِي مَنْزِلِ أَبِي طَلْحَةَ، وَكَانَ خَمْرُهُمْ يَوْمَئِذٍ الْفَضِيخَ، فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُنَادِيًا يُنَادِي: أَلاَ إِنَّ الْخَمْرَ قَدْ حُرِّمَتْ. قَالَ: فَقَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: اخْرُجْ فَأَهْرِقْهَا. فَخَرَجْتُ فَهَرَقْتُهَا، فَجَرَتْ فِي سِكَكِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: قَدْ قُتِلَ قَوْمٌ وَهِىَ فِي بُطُونِهِمْ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ (لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا). (1)
Anas radiyallahu 'anhu bercerita, “Suatu hari aku menghidangkan minuman (khamar) kepada para tamu di rumah Abu Talhah. Khamar mereka kala itu adalah al-fadikh (arak dari kurma). Tiba-tiba Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seseorang untuk mengumumkan bahwa khamar telah diharamkan. Mendengar pengumuman itu Abu Talhah berkata kepadaku, ‘Keluar dan tumpahkanlah khamar ini!’ Aku pun keluar dan menumpahkannya hingga khamar mengalir di jalan-jalan setapak kota Madinah. Kemudian sebagian sahabat berkata, “Kawan-kawan kita telah meninggal dan di perut mereka masih ada khamar; (akankah mereka masuk neraka?).” Untuk menjawab keresahan mereka Allah menurunkan ayat laisa ‘alal-laz\ina amanu wa‘amilus-salihati junahun fima ta‘imu.” (1)
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Mazalim, Bab habb al-Khamr fi at-Tariq, hlm. 595, hadis nomor 2464; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab Asyribah, Bab Tahrim al-Khamr, hlm. 1570, hadis nomor 1980.
Tafsir Lengkap
Dibaca 13 kali
