
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ ﴿١﴾
Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).
Terjemahan
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Mudatstsir Ayat 1-2 - Imam as Suyuthi : Nabi Muhammad Yang Bertemu Jibril Dan Kemudian Kedinginan
“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!”
Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Jabir, ia mengatakan; Rasulullah berkata, “Aku menyepi di Gua Hira selama satu bulan. Ketika sudah selesai menyepi, maka aku turun ke arah lembah. Kemudian aku dipangil tetapi aku tidak melihat seorang pun. Aku lalu menengadahkan kepalaku. Tiba-tiba ada malaikat yang datang kepadaku. Aku lalu pulang, kemudian aku katakan, ‘Selimutulah aku.’ Maka Allah menurunkan ayat, “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!” (Al-Mudatstsir: 1-2). (1)
1. Shahih: Muttaqun Alaihi. Al-Bukhari (4) meriwayatkan dalam Bab fi Ba’d Al-Wahy, Muslim (1611) dalam Bab Iman. Ibnu Katsir menuturkan dalam riwayat Muslim zammiluni sebagai ganti datsiruni (6/205).
Dalam Al-Qurthubi disebutkan (10/7097), ia mengatakan; zammiluni zammiluni datsiruni.
Catatan: Al-Qurthubi (10/7097) mengatakan; Surat Makkiyyah menurut pendapat semuanya.
Nabi MuhammadOrang berselimutperingatan
Asbabun Nuzul Surat Al-Mudatstsir Ayat 1-7 - Imam as Suyuthi : Perintah Allah Kepada Muhammad Untuk Memberikan Peringatan
“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.”
Ath-Thabarani meriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Ibnu Abbas, ia mengatakan bahwa Al-Walid bin Al-Mughirah membuat jamuan makanan untuk orang-orang Quraisy. Ketika mereka makan, Al-Walid berkata, “Apa yang kalian katakan tentang laki-laki ini (maksudnya Nabi Muhammad)?” Sebagian di antara mereka berkata, “Ia tukang sihir.” Sebagian di antara mereka berkata, “Bukan tukang sihir.” Sebagian di antara mereka berkata, “Ia juru ramal.” Sebagian di antara mereka berkata, “Bukan juru ramal.” Sebagian di antara mereka berkata, “Ia penyair.” Sebagian di antara mereka berkata, “Bukan penyair.” Sebagian di antara mereka berkata, “Dia penyihir yang terpengaruh dengan sebelumnya.” Berita itu sampai kepada Nabi & sehingga beliau merasa bersedih dan menundukkan kepalanya lalu berselimut. Maka Allah menurunkan ayat, “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!” hingga firman-Nya, “Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (Al-Mudatstsir: 1-7). (1)
1. Dha’ if: Al-Haitsami (7/131) meriwayatkan dalam Al-Majma. Di dalamnya ada perawi bernama Ibrahim bin Yazid Al-Khauzi yang matruk. Sedangkan Al-Quthubi (10/7098) menyebutkan di antara mereka ada Al-Ash bin Wa' il, An-Nadhr bin Al-Harits, Umayyah bin Khalaf, Al-Muth’im bin Adi, Abu Lahab, Al-Walid bin Al-Mughirah, dan Abu Sufyan. Hadits ini ditakhrij oleh Ibnu Katsir (6/206).
Orang berselimutperingatanperintah
Tafsir Lengkap
Di akhir surah al-Muzammil berisi berita gembira bagi yang berbuat kebajikan, di awal surah ini berisi perintah untuk bersemangat menyeru kepada kebajikan. Wahai orang yang berkemul atau berselimut yakni Nabi Muhammad!
Dibaca 15 kali
