Surah 60Ayat 1 / 13

Al mumtahanah

Wanita Yang DiujiMadaniyahJuz 28Halaman 549
Larangan untuk menjadikan mereka wali/wakil/pemimpinMenjadikan musuh sebagai wali/pelindungLarangan menjadikan musuh Allah dan kalian menjadi waliYang diturunkan tentang HathibLarangan memilih pemimpin non muslim
Bismillah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْۗ اِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَاَنَا۠ اَعْلَمُ بِمَآ اَخْفَيْتُمْ وَمَآ اَعْلَنْتُمْۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ ﴿١﴾

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tattakhiżū ‘aduwwī wa ‘aduwwakum auliyā'a tulqūna ilaihim bil-mawaddati wa qad kafarū bimā jā'akum minal-ḥaqq(i), yukhrijūnar-rasūla wa iyyākum an tu'minū billāhi rabbikum, in kuntum kharajtum jihādan fī sabīlī wabtigā'a marḍātī tusirrūna ilaihim bil-mawaddah(ti), wa ana a‘lamu bimā akhfaitum wa mā a‘lantum, wa may yaf‘alhu minkum faqad ḍalla sawā'as-sabīl(i).

Terjemahan

Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) karena rasa kasih sayang (kamu kepada mereka). Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu (dari Makkah) karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih tahu tentang apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Siapa di antara kamu yang melakukannya sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Mumtahanah Ayat 1 - Kisah Rasulullah Mengutus Tiga Sahabatnya untuk Mencegat Kurir Perempuan Hendak Mengirim Surat ke Kaum Musyrikin di Mekah

Rasulullah mengutus tiga sahabatnya untuk mencegat kurir perempuan yang hendak menyampaikan surat kepada kaum musyrik di Mekah. Di surat itu tertulis permintaan seorang muslim di Madinah kepada kaum musyrik di Mekah untuk menjaga keluarganya. Sebagai imbalannya, ia memberitahu mereka detail hal-hal yang direncanakan oleh Rasulullah. Inilah kejadian yang berkaitan dengan turunnya ayat di atas.

عَنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: بَعَثَنِي الرَّسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَالزُّبَيْرَ وَالْمِقْدَادَ فَقَالَ انْطَلِقُوا حَتَّى تَأْتُوا رَوْضَةَ خَاخٍ فَإِنَّ بِهَا ظَعِينَةً مَعَهَا كِتَابٌ فَخُذُوا مِنْهَا قَالَ فَانْطَلَقْنَا تَعَادَى بِنَا خَيْلُنَا حَتَّى أَتَيْنَا الرَّوْضَةَ فَإِذَا نَحْنُ بِالظَّعِينَةِ قُلْنَا لَهَا أَخْرِجِي الْكِتَابَ قَالَتْ مَا مَعِي كِتَابٌ فَقُلْنَا لَتُخْرِجِنَّ الْكِتَابَ أَوْ لَنُلْقِيَنَّ الثِّيَابَ قَالَ فَأَخْرَجَتْهُ مِنْ عِقَاصِهَا فَأَتَيْنَا بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا فِيهِ مِنْ حَاطِبِ بْنِ أَبِي بَلْتَعَةَ إِلَى نَاسٍ بِمَكَّةَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ يُخْبِرُهُمْ بِبَعْضِ أَمْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا حَاطِبُ مَا هَذَا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَا تَعْجَلْ عَلَيَّ إِنِّي كُنْتُ امْرَأً مُلْصَقًا فِي قُرَيْشٍ يَقُولُ كُنْتُ حَلِيفًا وَلَمْ أَكُنْ مِنْ أَنْفُسِهَا وَكَانَ مَنْ مَعَكَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ مَنْ لَهُمْ قَرَابَاتٌ يَحْمُونَ أَهْلِيهِمْ وَأَمْوَالَهُمْ فَأَحْبَبْتُ إِذْ فَاتَنِي ذَلِكَ مِنْ النَّسَبِ فِيهِمْ أَنْ أَتَّخِذَ عِنْدَهُمْ يَدًا يَحْمُونَ قَرَابَتِي وَلَمْ أَفْعَلْهُ ارْتِدَادًا عَنْ دِينِي وَلَا رِضًا بِالْكُفْرِ بَعْدَ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكُمْ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ دَعْنِي أَضْرِبْ عُنُقَ هَذَا الْمُنَافِقِ فَقَالَ إِنَّهُ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ عَلَى مَنْ شَهِدَ بَدْرًا فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ السُّورَةَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ ...). (1)

Aliy radiyallahu 'anhuma berkata “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengutus aku, Zubair, dan Miqdad. Beliau berpesan, ‘Berangkatlah ke Raudah Khakh. Di sana ada seorang kurir perempuan yang melintas batas sambil membawa surat. Rebutlah surat itu darinya.’ Kami bergegas berangkat. Kami pacu kuda kami kencang-kencang agar sampai di tempat itu secepat mungkin. Benar saja, di sana kami bertemu perempuan yang Rasulullah maksudkan. Kami berteriak, ‘Serahkan surat yang kau-bawa!’ ‘Aku tidak membawa surat,’ jawabnya. Dengan tegas kami berkata, ‘Engkau keluarkan surat itu atau kami akan geledah pakaianmu?’ Ia pun mengeluarkan surat itu dari dalam sanggulnya. Usai merebut surat itu kami lantas membawanya ke hadapan Rasulullah. Surat itu ternyata dikirim oleh Hatib bin Abu Balta‘ah dan ditujukan kepada sekelompok kaum musyrik di Mekah. Dalam surat itu ia menginformasikan hal-hal yang dilakukan oleh Nabi di Medinah. (Nabi pun meminta Hatib menghadap). ‘Surat apa ini, wahai Hatib?’ tanya beliau. Dengan ketakutan ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah, jangan tergesa-gesa menyalahkanku. Aku bukanlah orang Quraisy asli. Aku hanya orang yang diadopsi oleh mereka. Bila para sahabat Muhajirin yang lain punya banyak kerabat di Mekah yang menjaga keluarga dan harta mereka, aku tidak punya siapa pun di sana. Aku ingin sekali ada orang yang mau menjaga keluargaku di sana (sehingga aku mengirimkan surat itu). Aku melakukan hal ini bukan karena kafir, bukan pula karena murtad atau rela dengan kekafiran setelah aku masuk Islam.’ Usai mendengar penjelasan Hatib, Nabi bersabda, ‘Ia telah berkata jujur kepada kalian.’ ‘Umar tiba-tiba berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarkan aku penggal kepala munafik ini!’ Beliau menjawab, ‘Jangan. Ia dulu pernah bersama kita dalam Perang Badar. Engkau tidak tahu barangkali Allah mengampuni (kesalahan) orang-orang yang turut dalam perang itu, sekiranya Dia berfirman, ‘Lakukan saja apa yang kalian inginkan. Kalian telah Aku ampuni.’ Berkaitan dengan peristiwa ini Allah menurunkan (ayat dalam) Surah (al-Mumtahanah), ya ayyuhal-laz\ina amanu la tattakhiz\u ‘aduwwi wa ‘aduwwakum …”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Magazi, Bab Gazwah al-Fath, hlm. 1045–1046, hadis nomor 4274 dan Kitab at-Tafsir, Bab la Tattakhiz\u ‘Aduwwi wa ‘Adwwakum Auliya’, hlm. 1236, hadis nomor 4890; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab Fada’il as-Sahabah, Bab min Fada’il Ahl Badr, juz 4, hlm. 1941, hadis nomor 2494.

InformasiKurirSurat

Asbabun Nuzul Surat Al-Mumtahanah Ayat 1 - Imam as Suyuthi : Tidak Boleh Mempercayai Berita Yang Disampaikan Oleh Orang Kafir

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
Asy-Syaikhaini meriwayatkan dari Ali, ia mengatakan; Rasulullah mengutusku, Az-Zubair dan Al-Miqdad bin Al-Aswad. Beliau berkata, “Pergilah hingga sampai ke kebun Khakh, karena sesungguhnya di sana ada seorang perempuan mata-mata yang membawa surat. Ambillah surat itu darinya lalu berikanlah kepadaku surat tersebut.” Kami lalu pergi hingga sampai di kebun yang dimaksud beliau. Ternyata kami bertemu dengan seorang perempuan mata-mata. Kami berkata, “Keluarkanlah surat itu.” Perempuan itu berkata, “Aku tidak membawa surat.” Kami berkata, “Engkau mengeluarkan surat itu atau kami akan lucuti pakaianmu.” Perempuan itu lalu mengeluarkan surat itu dari balik pakaian dalamnya. Kami lalu membawa surat itu kepada Rasulullah Ternyata surat itu dari Hathib bin Abi Balta’ah yang ditujukan kepada orang-orang musyrik di Makkah. Isi surat itu mengabarkan tentang sebagian urusan Nabi. Rasulullah kemudian berkata, “Apa ini wahai Hathib?” Hathib menjawab, “Jangan tergesa-gesa menghukumku wahai Rasulullah. Sesungguhnya aku memang berhubungan erat dengan orang-orang Quraisy tetapi aku bukan bagian dari mereka. Orang-orang yang bersamamu dari kalangan Muhajirin, mereka ini memiliki kerabat, keluarga dan harta yang perlu dijaga di Makkah. Aku ingin seandainya aku tidak bisa menjaga mereka, maka aku perlu bantuan orang-orang yang mau menjaga kerabatku. Aku melakukan hal ini bukan karena kafir atau murtad dari agamaku, juga bukan karena ridha dengan kekufuran.” Nabi kemudian berkata, “Dia berkata benar.” Berkenaan dengan hal tersebut maka turunlah surat ini, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang. ” (1)
1. Shahih; Muttafaq Alaihi. Al-Bukhari (3007) meriwayatkan dalam Bab Al-Jihad dan Muslim dalam Bab Fi Fadhail Ash-Shahabah. Lihat pula hadits ini secara panjang lebar dalam Ibnu Katsir (6/66-68). Catatan: Al-Qurthubi (10/6773) mengatakan; Surat Madaniyyah menurut seluruh ulama .... Ada yang mengatakan; nama surat itu adalah Al-Mumtahanah karena dinisbatkan kepada perempuan yang menjadi sebab turunnya surat itu yaitu Ummi Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu’aith yaitu istri dari Abdurrahman bin Auf. Dia melahirkan anak bernama Ibrahim bin Abdurrahman.
musuh Allahorang berimanteman

Tafsir Lengkap

Wahai orang-orang yang beriman di mana pun dan kapan pun kamu hidup! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku, yaitu mereka yang menolak ajaran-Ku, dan musuhmu yang membenci, menganiaya, berencana membunuh dan mengusir kamu dari tanah kelahiran kamu hanya karena kamu beriman kepada-Ku sebagai teman setia sehingga kamu merasa perlu menyampaikan kepada mereka informasi tentang Nabi Muhammad yang membahayakan Islam dan kaum muslim, karena kasih sayang kamu kepada mereka, padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran, menolak beriman kepada Al-Qur’an yang disampaikan kepada kamu melalui Rasulullah. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri, ketika kamu bersama Rasulullah berada di Mekah sebelum hijrah ke Madinah, tanpa ada alasan apa pun hanya karena kamu beriman kepada Allah, Tuhan kamu, yang memelihara kamu dan seluruh jagat raya. Janganlah kamu berbuat demikan, bersahabat dengan orang-orang kafir dan membocorkan rahasia kepada mereka, jika kamu benar-benar keluar dari kota kelahiran kamu, Mekah dan berhijrah ke Madinah bersama Rasul untuk berjihad pada jalan-Ku guna mengharumkan Islam dan kaum muslim. Kamu benar-benar pengkhianat, karena kamu memberitahukan secara rahasia informasi-informasi tentang Nabi Muhammad kepada mereka, yang membahayakan Islam dan kaum muslim serta keamanan Negara Madinah, karena kecintaan kamu kepada mereka, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari Rasul dan kaum muslim dan apa yang kamu nyatakan secara terbuka di hadapan publik. Dan barang siapa di antara kamu, wahai orang-orang beriman, melakukannya, membocorkan rahasia kepada orang-orang kafir, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus hingga bertobat dan kembali setia kepada ajaran Islam.

Dibaca 18 kali