Surah 60Ayat 8 / 13

Al mumtahanah

Wanita Yang DiujiMadaniyahJuz 28Halaman 550
Allah Mencintai Orang-orang yang adilKaedah berinteraksiSyarat berteman dengan mereka

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ﴿٨﴾

Lā yanhākumullāhu ‘anil-lażīna lam yuqātilūkum fid-dīni wa lam yukhrijūkum min diyārikum an tabarrūhum wa tuqsiṭū ilaihim, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn(a).

Terjemahan

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Mumtahanah Ayat 8 - Penegasan bahwa Allah tidak Melarang untuk Berbuat Baik dan Adil terhadap Orang Kafir

Ipar Nabi, Asma>’ binti Abu> Bakr, mempertanyakan bolehnya ia menerima kunjungan ibunya yang saat itu masih kafir. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaannya.

عَنْ أَسْمَاءِ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا ـ قَالَتْ: أَتَتْنِي أُمِّي رَاغِبَةً فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم آصِلُهَا؟ قَالَ: ‏"‏ نَعَمْ ‏"‏‏.‏ قَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهَا ‏(‏لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ‏). (1)

Asma’ binti Abu Bakr radiyallahu 'anhuma berkata, “Ketika Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, ibuku (yang masih kafir) datang ke rumahku karena rindu padaku. Aku lalu bertanya kepada beliau, ‘Bolehkah aku menerima kunjungannya?’ ‘Boleh,’ jawab Nabi. Ibnu ‘Uyainah—perawi hadis ini—berkata, ‘Allah lalu menurunkan firman-Nya, la yanhakumullahu ‘anillaz\ina lam yuqatilukum fid-din.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Adab, Bab hilah al-Walid al-Musyrik, hlm. 1502, hadis nomor 5978.

IbuKafirRindu

Asbabun Nuzul Surat Al-Mumtahanah Ayat 8 - Imam as Suyuthi : Allah Menyukai Orang Yang Berbuat Baik Kepada 0Rang Yang Tidak Memerangi Islam

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Al-Bukhari meriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar, ia mengatakan; Ibuku datang kepadaku dengan perasaan senang hati. Aku lalu bertanya kepada Nabi, apakah aku perlu menyambung silaturrahmi kepadanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Maka Allah menurunkan ayat, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.” (1) Ahmad, Al-Bazzar, dan Al-Hakim meriwayatkan dan menshahihkan, dari Abdullah bin Az-Zubair, ia mengatakan; Qatilah datang menemui anaknya yang bernama Asma binti Abu Bakar. Abu Bakar pernah menikah dan menceraikannya pada zaman Jahiliyyah. Qatilah lalu datang dengan membawa hadiah-hadiah. Asma menolak pemberian hadiah-hadiah tersebut atau Asma langsung masuk ke dalam rumahnya hingga mengutus Aisyah untuk menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Aisyah lalu mengabarkan kepada Asma bahwa Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk menerima hadiah-hadiah tersebut dan memasukkan ibunya tersebut ke dalam rumahnya. Maka Allah menurunkan ayat, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.”
1. Shahih: Diriwayatkan Al-Bukhari (5979) dalam Bab Al-Adab.
adilberbuat baikLarangan

Tafsir Lengkap

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil, karena kebaikan dan keadilan itu bersifat universal, kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kamu karena agama dengan menekankan kebebasan dan toleransi beragama; dan tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, karena kamu beriman kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Dibaca 20 kali