Surah 28Ayat 56 / 88

Al Qashash

Kisah-KisahMakkiyahJuz 20Halaman 392
Tidak bisa memberi hidayah, hanya Allah yang bisaHanya Allah yang dapat memberi hidayahAllah memberi hidayah kepada siapa yang dikehendakiAllah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ﴿٥٦﴾

Innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā'(u), wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).

Terjemahan

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Qassas Ayat 56 - Penegasan Hanya Allah yang Maha Pemberi Hidayah

Ayat ini turun berkaitan dengan Nabi yang sangat menginginkan pamannya, Abu> t}a>lib, mengucapkan syahadat agar beliau dapat bersaksi untuk menyelamatkannya dari azab di akhirat nanti. Allah hendak menegaskan bahwa hanya Dialah yang bisa memberi hidayah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِعَمِّهِ: ‏‏قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أُشْهِدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ‏.‏ قَالَ لَوْلاَ أَنْ تُعَيِّرَنِي قُرَيْشٌ يَقُولُونَ إِنَّمَا حَمَلَهُ عَلَى ذَلِكَ الْجَزَعُ لأَقْرَرْتُ بِهَا عَيْنَكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏(إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ‏). (1)

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada pamannya (ketika sekarat), ‘(Wahai Paman), katakanlah la ilaha illallah agar aku dapat menjadi saksi bagimu di hari kiamat kelak.’ ‘Andai kaum Quraisy tidak mencelaku dan menganggapku sebagai orang lemah jika aku mengatakan kalimat itu, pasti aku akan mengatakannya agar engkau merasa bahagia,’ jawab Abu Talib. Sehubungan dengan jawaban Abu Talib tersebut Allah lalu menurunkan firman-Nya, innaka la tahdi man ahbabta walakinnallaha yahdi man yasya’.”

(1) Diriwayatkan oleh Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-I

HidayahQuraisySyahadat

Asbabun Nuzul Surat Al-Qashash Ayat 56 - Imam as Suyuthi : Peristiwa Tentang Keinginan Rasulullah Untuk Mengislamkan Pamannya

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. ”
Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia mengatakan; Rasulullah berkata kepada paman beliau, “Katakanlah, tiada Tuhan selain Allah, maka aku akan menjadi saksi bagimu pada Hari Kiamat.” Paman beliau berkata, “Seandainya para perempuan Quraisy tidak akan mencemoohku dengan mengatakan 'Sesungguhnya ia mengucapkan itu karena kasihan,’ niscaya aku akan mengikrarkan sesuatu yang menyejukkan pandangan matamu.” Maka Allah menurunkan ayat, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. ” (1) An-Nasa'i dan Ibnu Asakir meriwayatkan dalam Tarikh Dimasyqa dengan sanad jayyid (baik) dari Abu Sa’id bin Rafi’, ia mengatakan; Aku bertanya kepada Ibnu Umar tentang ayat ini, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi.” “Apakah turun berkenaan Abu Jahal dan Abu Thalib?” Beliau menjawab, “Benar.” (2)
1. Hadits shahih. Muslim (25) meriwayatkan dalam Bab Al-Iman. 2. Lihat hadits shahih dalam Ad-Durr AbMantsur. Tidak disebutkan nama Abu Jahal. Ibnu Katsir maupun Al-Qurthubi juga tidak menyebutkan Abu Jahal. Sedangkan penambahan adalah dari kekeliruan pengarang
kehendak AllahMaha Mengetahuipetunjuk

Tafsir Lengkap

Hidayah yang mengantar seseorang menerima dan melaksanakan tuntunan Allah bukanlah wewenang manusia, atau dalam batas kemampuannya, tetapi semata-mata wewenang dan hak prerogatif Allah. Di sini Allah menjelaskan hakikat tersebut dengan penegasan, “Sungguh, engkau wahai Nabi Muhammad, tidak dapat memberi petunjuk dalam bentuk hidayah taufiq yang menjadikan seseorang menerima dengan baik dan melaksanakan ajaran Allah kepada orang yang engkau kasihi, meski engkau sangat berhasrat untuk memberi petunjuk kepada kaummu. Engkau hanya mampu memberi hidayah irsyad, dalam arti memberi petunjuk dan memberitahu tentang jalan kebahagiaan, Akan tetapi, Allah-lah yang memberi petunjuk keimanan hidayah kepada orang yang Dia kehendaki-Nya bila dia bersedia menerima hidayah dan membuka hatinya untuk itu, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Dibaca 28 kali