Surah 3Ayat 152 / 200

Ali Imran

Keluarga ImranMadaniyahJuz 4Halaman 69
Kemenangan dan kekalahanAllah akan menolong mereka yang menolong AllahJanji Allah akan memberi bantuanManusia ada yang menginginkan Dunia sajaManusia ada yang menginginkan Akhirat saja

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّٰهُ وَعْدَهٗٓ اِذْ تَحُسُّوْنَهُمْ بِاِذْنِهٖۚ حَتّٰىٓ اِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَآ اَرٰىكُمْ مَّا تُحِبُّوْنَۗ مِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الْاٰخِرَةَۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْۚ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ ﴿١٥٢﴾

Wa laqad ṣadaqakumullāhu wa‘dahū iż taḥussūnahum bi'iżnih(ī), ḥattā iżā fasyiltum wa tanāza‘tum fil-amri wa ‘aṣaitum mim ba‘di mā arākum mā tuḥibbūn(a), minkum may yurīdud-dun-yā wa minkum may yurīdul-ākhirah(ta), ṡumma ṣarafakum ‘anhum liyabtaliyakum, wa laqad ‘afā ‘ankum, wallāhu żū faḍlin ‘alal-mu'minīn(a).

Terjemahan

Sungguh, Allah benar-benar telah memenuhi janji-Nya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu (dalam keadaan) lemah, berselisih dalam urusan itu,125) dan mengabaikan (perintah Rasul) setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.126) Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian, Allah memalingkan kamu dari mereka127) untuk mengujimu. Sungguh, Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.

Catatan Kaki:125) Berselisih dalam urusan Nabi berarti melaksanakan perintah Nabi Muhammad saw. agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan dalam keadaan bagaimanapun. 126) Yakni kemenangan dan harta rampasan. 127) Maksudnya adalah bahwa kaum muslim tidak berhasil mengalahkan mereka.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 152 - Perintah untuk Selalu Patuh dan Amanah pada Perintah Pimpinan

Ayat ini turun dalam rangka menegur sejumlah pasukan muslim pada Perang Uhud yang tergiur dengan rampasan perang sehingga melanggar arahan Nabi untuk menjaga posisi mereka apa pun yang terjadi.

عن ابنِ مسعودٍ رَضي الله عنه، أَنَّ النساءَ كُنَّ يَومَ أُحُدٍ خَلْفَ الْمُسْلِمِينَ يُجْهِزْنَ عَلَى جَرْحَى الْمُشْرِكِيْنَ، فَلَوْ حَلَفْتُ يَوْمَئِذٍ رجوتُ أَنْ أبَرَّ، إِنَّهُ لَيْسَ أحدٌ مِنَّا يُرِيْدُ الدُّنْيَا، حَتىَّ أَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وجَلَّ: (مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ). فَلَمَّا خَالَفَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وَعَصَوْا ما أُمِرُوا بهِ أُفْرِدَ رَسُوْلُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فِي تِسْعَةٍ، سبعةٍ من الأنصارِ وَرَجُلَيْنِ مِنْ قُرَيْشٍ، وَهُوَ عَاشِرُهُمْ ... (1) عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: جَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الرُّمَاةِ - وَكَانُوْا خَمْسِيْنَ رَجُلًا - عَبْدَ الله بْنَ جُبَيْرٍ يَوْمَ أُحُدٍ، وَقَالَ: إِنْ رَأَيْتُمُ الْعَدُوَّ وَرَأَيْتُمُ الطَّيْرَ تَخْطَفُنَا فَلَا تَبْرَحُوْا! فَلَمَّا رَأَوُا الْغَنَائِمَ قَالُوْا عَلَيْكُمُ الْغَنَائِمَ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: أَلَمْ يَقُلْ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَبْرَحُوْا؟ قَالَ غَيْرُهُ، فَنَزَلَتْ (وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّوْنَ)، يَقُوْلُ: عَصَيْتُمُ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمُ الْغَنَائِمَ وَهَزِيْمَةَ الْعَدُوِّ. (2)

Ibnu Mas‘ud radiyallahu 'anhu mengisahkan bahwa pada Perang Uhud kaum wanita mengambil posisi di belakang pasukan muslim untuk merawat pasukan muslim yang terluka akibat serangan kaum musyrik. “Andaikata aku bersumpah pada hari itu, aku berharap sumpah itu benar, tidak seorang pun dari kami menginginkan dunia sampai akhirnya Allah menurunkan ayat, minkum man yuridud-dunya wa minkum man yuridul-akhirata s\umma sarafakum ‘anhum liyabtaliyakum. Ketika para sahabat tidak patuh dan melanggar perintah yang Nabi pesankan kepada mereka, beliau pun terpisah dari pasukannya bersama sembilan orang: tujuh dari kaum Ansar dan dua dari kaum Quraisy, dan beliaulah orang kesepuluh ...” Ada pula riwayat lain yang menerangkan sebab nuzul ayat ini, yakni: Al-Bara’ bin ‘azib radiyallahu 'anhuma bercerita, “Pada Perang Uhud, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menunjuk ‘Abdullah bin Jubair sebagai komandan pasukan pemanah yang berjumlah 50 orang. Kepada mereka beliau berpesan, ‘Walaupun kalian melihat musuh dan burung bangkai mengerubuti kami, jangan sampai kalian tinggalkan posisi kalian!’ Ketika pasukan muslim berhasil memukul mundur pasukan musyrik dan pasukan pemanah itu melihat rampasan perang berceceran, mereka berkata, ‘Mari kita ambil ganimah itu!’ Komandan mereka, ‘Abdullah bin Jubair, berteriak, ‘Jangan! Bukankah Rasulullah berpesan agar kita tidak meninggalkan tempat ini apa pun yang terjadi?’ Beberapa pasukan pemanah juga mengatakan hal yang sama, lalu turunlah ayat, wa‘asaitum min ba‘di ma arakum ma tuhibbun. Ia berkata, ‘Kalian mulai mendurhakai Rasulullah ketika Allah memperlihatkan kepada kalian ganimah dan kekalahan musuh.’”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh Ahmad, al-Musnad, hlm. 370, hadis nomor 4414 dari jalur asy-Sya‘biy dari Ibnu Mas‘ud. Hadis di atas adalah penggalan dari sebuah hadis panjang yang mengisahkan detail kejadian-kejadian pada Perang Uhud. Sanad riwayat ini pada dasarnya daif karena asy-Sya‘biy tidak mendengarnya dari Ibnu Mas‘ud. Namun demikian, ada banyak hadis serupa dari beberapa jalur lain yang mengangkat derajat hadis ini menjadi hasan ligairih. Beberapa di antaranya adalah hadis riwayat al-Bukhariy dari Al-Bara’, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Magazi, Bab Gazwah Uhud, hlm. 993, hadis nomor 4043; Ahmad dari Ibnu ‘Abbas, al-Musnad, hlm. 241, hadis nomor 2609; dan al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab min Surah al-Baqarah, juz 2, hlm. 324, hadis nomor 3163. (2) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Magazi, Bab Gazwah Uhud, hlm. 993, hadis nomor 4043. Hadis serupa juga disebutkan dalam Kitab as-Sair, Bab Ma Yukrah min at-Tanazu‘ wa al-Ikhtilaf fi al-Harb, hlm. 747–748, hadis nomor 3039.

GhanimahMuslimUhud

Tafsir Lengkap

Setelah Rasulullah dan para sahabat kembali dari Perang Uhud, timbul pertanyaan antara mereka mengenai sebab kegagalan dalam Perang Uhud, padahal Allah sudah menjanjikan kemenangan. Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu sebagaimana yang terjadi pada saat awal Perang Uhud, yaitu ketika kamu membunuh pemegang panji mereka, orang kafir dan tujuh orang lainnya dengan izin-Nya, sampai pada saat kamu lemah, dan takut karena ada sebagian pasukan yang lari dari medan perang, sehingga mendahulukan meraih harta rampasan perang atas ketaatan kepada Rasulullah Muhammad dan berselisih dalam urusan berebut harta rampasan perang itu dan mengabaikan perintah Rasul agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditetapkan, walau dalam situasi bagaimanapun. Peristiwa tersebut terjadi setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia berupa harta rampasan perang dan di antara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat dengan menaati perintah Rasulullah, seperti komandan pasukan pemanah, yaitu Abdullah bin Jubair. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka dengan menggagalkan kemenangan yang sudah hampir diraih untuk mengujimu siapa yang kuat imannya dan siapa yang lemah. Tetapi ketahuilah Dia benar-benar telah memaafkan kesalahan kamu dalam Perang Uhud. Dan Allah mempunyai karunia yang banyak yang diberikan kepada orang-orang mukmin yang beriman dengan sebenar-benarnya.

Dibaca 18 kali