ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَۤاىِٕفَةً مِّنْكُمْۙ وَطَۤاىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِۗ يُخْفُوْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَاۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ﴿١٥٤﴾
Terjemahan
Setelah kamu ditimpa kesedihan, kemudian Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu,129) sedangkan segolongan lagi130) telah mencemaskan diri mereka sendiri. Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.131) Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, “Seandainya ada sesuatu yang dapat kami perbuat dalam urusan ini, niscaya kami tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 154 - Kisah Orang yang Iman Lemah tidak Merasakan Nikmat, Mereka Berprasangka Kurang Baik terhadap Allah dan Rasul-Nya
Ayat ini turun usai Perang Uhud ketika pasukan muslim dipukul mundur oleh pasukan musyrik. Allah membuat mereka terlelap sejenak, menenangkan pikiran mereka, dan menghilangkan ketakutan dan kegelisahan mereka. Sementara itu, orang-orang yang lemah imannya tidak dapat merasakan nikmat kantuk ini. Mereka inilah yang memiliki prasangka kurang baik terhadap Allah dan Rasul-Nya.
عَنِ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: لَقَدْ رَأَيْتُنِيْ مَعَ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِيْنَ اشْتَدَّ الْخَوْفُ عَلَيْنَا ، أَرْسَلَ اللهُ عَلَيْنَا، أَرْسَلَ اللهُ عَلَيْنَا لِنَوْمٍ، فَمَا مِنَّا مِنْ رَجُلٍ إِلَّا ذَقْنُهُ فِي صَدْرِهِ، قَالَ: فَوَاللهِ إِنِّي لَأَسْمَعُ قَوْلَ مُعَتِّبِ بْنِ قُشَيْرٍ مَا أَسْمَعُهُ إِلَّا كَالْحُلْمِ: لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُناَ. فَحَفِظْتُهَا مِنْهُ وَفِيْ ذَلِكَ أَنْزَلَ اللهُ تعالى: (يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا) لِقَوْلِ مُعَتِّبٍ. قَالَ: (لَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ) حَتَّى بَلَغَ (وَاللهُ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ). (1)
Zubair (bin ‘Awwam) radiyallahu 'anhu bercerita, “Aku bersama Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam ketika ketakutan yang luar biasa melanda kami. Allah lantas mengembuskan rasa kantuk hingga kami tertidur. Dagu kami sampai-sampai terlihat menempel dengan dada. Demi Allah, ketika itu aku benar-benar mendengar ucapan Mu‘attib bin Qusyair—seakan aku sedang bermimpi, ‘Andaikata ada sesuatu yang dapat kita lakukan, pasti kita tidak akan kalah di tempat ini.’Aku ingat betul ucapan itu. Berkaitan dengan peristiwa itulah turun firman Allah, yaquluna lau kana lana minal-amri syai’un ma qutilna hahuna; ayat ini turun untuk menanggapi ucapan Mu‘attib itu.” Zubair melanjutkan ucapannya—Allah berfirman, “lau kun-tum fi buyutikum...hingga wallahu ‘alimun bi z\atis-sudur.”
(1) Sahih; menurut Ibnu Hajar dan al-Busiriy hadis ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih dari jalur Yahya bin adam dari Ibnu Abi Za’idah dari Muhammad bin Ishaq dari Yahya bin ‘Abbad dari ayahnya dari ‘Abdullah bin Zubair dari ayahnya. Lihat: Ibnu Hajar, al-Matalib al-‘aliyah, (Riyad: Dar al-‘asimah, cet. 1, 2000), juz 17, hlm. 349, hadis nomor 4260; Ahmad bin Abi Bakr al-Busiriy, Ithaf al-Khairah al-Maharah, (Riyad: Maktabah ar-Rusyd, cet. 1, 1998), juz 6, hlm. 456, hadis nomor 6245. Hadis serupa diriwayatkan pula oleh at-Tirmiz\iy dari Zubair, namun dengan sanad berbeda, yang menurutnya hasan sahih. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Āl ‘Imran, hlm. 673, hadis nomor 3007.
Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 154 - Imam as Suyuthi : Allah Mengirimkan Kantuk Ketika Umat Islam Ketakutan Setelah Perang Uhud
Tafsir Lengkap
Dibaca 45 kali
