Surah 3Ayat 154 / 200

Ali Imran

Keluarga ImranMadaniyahJuz 4Halaman 70
Kebodohan adalah bertentangan dengan IslamPerubahan keadaan setelah ketahuan bahwa Rasulullah tidak terbunuh

ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَۤاىِٕفَةً مِّنْكُمْۙ وَطَۤاىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِۗ يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِۗ يُخْفُوْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَاۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ﴿١٥٤﴾

Ṡumma anzala ‘alaikum mim ba‘dil-gammi amanatan nu‘āsay yagsyā ṭā'ifatam minkum, wa ṭā'ifatun qad ahammathum anfusuhum yaẓunnūna billāhi gairal-ḥaqqi ẓanal-jāhiliyyah(ti), yaqūlūna hal lanā minal-amri min syai'(in), qul innal-amra kullahū lillāh(i), yukhfūna fī anfusihim mā lā yubdūna lak(a), yaqūlūna lau kāna lanā minal-amri syai'um mā qutilnā hāhunā, qul lau kuntum fī buyūtikum labarazal-lażīna kutiba ‘alaihimul-qatlu ilā maḍāji‘ihim, wa liyabtaliyallāhu mā fī ṣudūrikum wa liyumaḥḥiṣa mā fī qulūbikum, wallāhu ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Terjemahan

Setelah kamu ditimpa kesedihan, kemudian Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu,129) sedangkan segolongan lagi130) telah mencemaskan diri mereka sendiri. Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.131) Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, “Seandainya ada sesuatu yang dapat kami perbuat dalam urusan ini, niscaya kami tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Catatan Kaki:129) Maksudnya adalah orang-orang Islam yang kuat keyakinannya. 130) Maksudnya adalah orang-orang Islam yang masih ragu-ragu. 131) Sangkaan jahiliah itu menganggap bahwa apabila Nabi Muhammad saw. itu benar-benar utusan Allah Swt., tentu tidak akan terkalahkan atau terbunuh dalam peperangan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 154 - Kisah Orang yang Iman Lemah tidak Merasakan Nikmat, Mereka Berprasangka Kurang Baik terhadap Allah dan Rasul-Nya

Ayat ini turun usai Perang Uhud ketika pasukan muslim dipukul mundur oleh pasukan musyrik. Allah membuat mereka terlelap sejenak, menenangkan pikiran mereka, dan menghilangkan ketakutan dan kegelisahan mereka. Sementara itu, orang-orang yang lemah imannya tidak dapat merasakan nikmat kantuk ini. Mereka inilah yang memiliki prasangka kurang baik terhadap Allah dan Rasul-Nya.

عَنِ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: لَقَدْ رَأَيْتُنِيْ مَعَ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِيْنَ اشْتَدَّ الْخَوْفُ عَلَيْنَا ، أَرْسَلَ اللهُ عَلَيْنَا، أَرْسَلَ اللهُ عَلَيْنَا لِنَوْمٍ، فَمَا مِنَّا مِنْ رَجُلٍ إِلَّا ذَقْنُهُ فِي صَدْرِهِ، قَالَ: فَوَاللهِ إِنِّي لَأَسْمَعُ قَوْلَ مُعَتِّبِ بْنِ قُشَيْرٍ مَا أَسْمَعُهُ إِلَّا كَالْحُلْمِ: لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُناَ.  فَحَفِظْتُهَا مِنْهُ وَفِيْ ذَلِكَ أَنْزَلَ اللهُ تعالى: (يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا) لِقَوْلِ مُعَتِّبٍ. قَالَ: (لَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ) حَتَّى بَلَغَ (وَاللهُ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ). (1)  

Zubair (bin ‘Awwam) radiyallahu 'anhu bercerita, “Aku bersama Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam ketika ketakutan yang luar biasa melanda kami. Allah lantas mengembuskan rasa kantuk hingga kami tertidur. Dagu kami sampai-sampai terlihat menempel dengan dada. Demi Allah, ketika itu aku benar-benar mendengar ucapan Mu‘attib bin Qusyair—seakan aku sedang bermimpi, ‘Andaikata ada sesuatu yang dapat kita lakukan, pasti kita tidak akan kalah di tempat ini.’Aku ingat betul ucapan itu. Berkaitan dengan peristiwa itulah turun firman Allah, yaquluna lau kana lana minal-amri syai’un ma qutilna hahuna; ayat ini turun untuk menanggapi ucapan Mu‘attib itu.” Zubair melanjutkan ucapannya—Allah berfirman, “lau kun-tum fi buyutikum...hingga wallahu ‘alimun bi z\atis-sudur.”

(1) Sahih; menurut Ibnu Hajar dan al-Busiriy hadis ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih dari jalur Yahya bin adam dari Ibnu Abi Za’idah dari Muhammad bin Ishaq dari Yahya bin ‘Abbad dari ayahnya dari ‘Abdullah bin Zubair dari ayahnya. Lihat: Ibnu Hajar, al-Matalib al-‘aliyah, (Riyad: Dar al-‘asimah, cet. 1, 2000), juz 17, hlm. 349, hadis nomor 4260; Ahmad bin Abi Bakr al-Busiriy, Ithaf al-Khairah al-Maharah, (Riyad: Maktabah ar-Rusyd, cet. 1, 1998), juz 6, hlm. 456, hadis nomor 6245. Hadis serupa diriwayatkan pula oleh at-Tirmiz\iy dari Zubair, namun dengan sanad berbeda, yang menurutnya hasan sahih. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Āl ‘Imran, hlm. 673, hadis nomor 3007.

DaguImanKantuk

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 154 - Imam as Suyuthi : Allah Mengirimkan Kantuk Ketika Umat Islam Ketakutan Setelah Perang Uhud

“Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih dari Zubair berkata, “Ketika ketakutan melanda kami pada saat perang uhud dan Allah mengirim rasa kantuk kepada kami hingga setiap orang dari kami kepalanya tertunduk sampai dagunya menempel di dadanya karena tertidur, demi Allah aku bermimpi mendengar suara Mut’ab bin Qusyair, “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”, kemudian aku mengingat perkataan tersebut, maka Allah menurunkah firman-Nya, “Kemudian setelah kamu berduka- cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” katakanlah: “sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati." (1)
1. Dinukil oleh Ibnu Katsir (1/555) dan ia menisbahkannya kepada Ibnu Ishaq. Begitu juga yang dunukil oleh Al-Qurthubi (2/1587), dan Ma’tab bin Qusyair ini adalah termasuk dari orang-orang munafik yang ikut dalam peperangan Badar dan Uhud. Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menyebutkan bahwasanya Abu Thalhah adalah salah satu orang yang diserang rasa kantuk pada hari Uhud. Ibnu Katsir berkata, Ibnu Mas’ud berkata, “Rasa kantuk pada saat berperang adalah berasal dari Allah, dan rasa kantuk pada waktu melaksanakan shalat adalah berasal dari setan.”
IslamPerangUhud

Tafsir Lengkap

Usai menjelaskan ampunan Allah atas kesalahan pasukan pemanah yang meninggalkan posisinya pada Perang Uhud, Allah lalu beralih menjelaskan pertolongan-Nya kepada pasukan muslim berupa kantuk walau dalam suasana duka. Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu berupa kantuk yang bisa menghilangkan kepenatan yang meliputi segolongan dari kamu yang kuat imannya, sedangkan segolongan lagi, yang imannya tidak kuat, telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah, bahwa kalau Nabi Muhammad itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan kalah dalam peperangan. Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat, yakni campur tangan kita, dalam urusan ini?” Mereka berkata demikian karena ingin lepas tanggung jawab dari kegagalan dalam Perang Uhud. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Dia yang menetapkan kemenangan atau kekalahan berdasarkan hukum kemasyarakatan yang berlaku. Mereka, orang-orang munafik, menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu, Mereka berkata, “Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, yakni seandainya Nabi mengikuti usul kita untuk menetap di Madinah, niscaya kita tidak akan dikalahkan dan teman-teman kita tidak akan dibunuh di sini.” Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Meskipun kamu ada di rumahmu,niscaya orang-orang yangtelah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar, juga ke tempat mereka terbunuh, karena waktu dan tempat kematian sudah ditetapkan Allah.” Allah berbuat demikian untuk menguji apa yang ada dalam dadamu, kuat atau lemahlah imanmu, dan untuk membersihkan berbagai macam dosa apa saja yang ada dalam hatimu, Dan Allah Maha Mengetahui isi hati walaupun tanpa melalui ujian.

Dibaca 45 kali