وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ ﴿١٦٩﴾
Terjemahan
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya.134)
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 169 - Penegasan Arwah Mati Syahid tetap Hidup di Sisi Allah serta Memperolah Rezeki dan Nikmat Berlimpah
Seorang sahabat tampak murung karena orang tuanya mati syahid, meninggalkan banyak anak dan utang. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menegaskan bahwa arwah orang-orang yang mati syahid tetap hidup di sisi Allah serta memperoleh rezeki dan nikmat yang berlimpah.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لِي: يَا جَابِر،ُ مَا لِيْ أَرَاكَ مُنْكَسِرًا؟ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اُسْتُشْهِدَ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ عِيَالاً وَدَيْنًا، قَالَ: أَفَلاَ أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللَّهُ بِهِ أَبَاكَ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: مَا كَلَّمَ اللَّهُ أَحَدًا قَطُّ إِلاَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ وَأَحْيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا فَقَالَ يَا عَبْدِي تَمَنَّ عَلَىَّ أُعْطِكَ . قَالَ يَا رَبِّ تُحْيِينِي فَأُقْتَلَ فِيكَ ثَانِيةً. قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ قَدْ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لاَ يُرْجَعُونَ. قَالَ وَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: (وَلَاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا). (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا أُصِيبَ إِخْوَانُكُمْ بِأُحُدٍ جَعَلَ اللَّهُ أَرْوَاحَهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ تَرِدُ أَنْهَارَ الْجَنَّةِ، تَأْكُلُ مِنْ ثِمَارِهَا وَتَأْوِي إِلَى قَنَادِيلَ مِنْ ذَهَبٍ مُعَلَّقَةٍ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ، فَلَمَّا وَجَدُوا طِيبَ مَأْكَلِهِمْ وَمَشْرَبِهِمْ وَمَقِيلِهِمْ قَالُوا: مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا أَنَّا أَحْيَاءٌ فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ لِئَلاَّ يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ وَلاَ يَنْكُلُوا عِنْدَ الْحَرْبِ؟ فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: أَنَا أُبَلِّغُهُمْ عَنْكُمْ، قَالَ: فَأَنْزَلَ اللَّهُ (وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ... إِلَى آخِرِ الآيَةِ). (2)
Jabir bin ‘Abdullah bercerita, “Ketika berpapasan denganku, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Jabir, mengapa engkau tampak murung?’ ‘Wahai Rasulullah, ayahku telah mati syahid, meninggalkan keluarga dan utang yang banyak,’ jawabku. ‘Maukah engkau kuberi kabar gembira tentang bagaimana Allah memperlakukan ayahmu?’ tanya beliau. Aku menjawab, ‘Tentu saja mau, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Allah tidak mengajak bicara seorang pun kecuali dari balik tirai, tetapi Allah menghidupkan ayahmu dan berbicara secara langsung dengannya tanpa tirai. Ia berfirman, ‘Wahai hambaku, mintalah sesuatu kepadaku, pasti akan Ku-kabulkan permintaanmu.’ Ayahmu berkata, ‘Wahai Tuhan, hidupkanlah aku kembali agar aku dapat berperang lagi di jalanmu.’ Allah tabaraka wata‘ala berfirman, ‘Sungguh, telah menjadi ketetapan-Ku bahwa orang-orang yang telah wafat tidak akan Ku-kembalikan ke dunia.’ Ayat berikut ini pun diturunkan, wala tahsabannal-laz\ina qutilu fi sabilillahi amwata.” Ada pula riwayat lain yang melatarbelakangi turunnya ayat ini, yaitu: Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ketika saudara-saudara kalian mati syahid pada Perang Uhud, Allah menempatkan arwah mereka di dalam dada burung-burung hijau yang berterbangan menuju sungai-sungai di surga, memakan buah-buahan di sana, dan bersarang di dalam pelita-pelita emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy. Begitu mendapati makanan, minuman, dan kediaman mereka begitu nikmat, mereka berkata, ‘Siapakah yang berkenan memberitahu saudara-saudara kami bahwa kami masih hidup dan mendapat karunia di surga, supaya mereka tidak gentar berjihad dan tidak melarikan diri dari peperangan?’ Mendengar perkataan mereka, Allah berfirman, ‘Aku sendiri yang akan menyampaikan kabar kalian kepada mereka.’ Allah lalu menurunkan ayat, wala tahsabannal-laz\ina qutilu fi sabilillahi ... hingga akhir ayat.”
(1) Hasan: diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Ibnu Hibban. At-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan garib. Al-Hakim menilai sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy pun setuju dengannya. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Āl ‘Imran, hlm. 673, hadis nomor 3010; Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, dalam Iftitah al-Kitab, Bab fi ma Ankar al-Jahmiyyah, hlm. 50, hadis nomor 190, dan dalam Kitab al-Jihad, Bab Fadl asy-Syahadah fi Sabilillah, hlm. 476, hadis nomor 2800; al-Hakim, al-Mustadrak, hlm. 224–225, hadis nomor 4914; Ibnu Hibban, Sahih} Ibni Hibban, dalam Kitab Manaqib as-hahabah, juz 15, hlm. 490–491, hadis nomor 7022. (2) Hasan; diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqiy, dan al-Wahidiy, semuanya dari Ibnu ‘Abbas. al-Hakim dalam dua kali penyebutannya atas hadis ini mengatakan bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim, dan az\-Z|ahabiy setuju dengan penilaian ini. Lihat: Ahmad, al-Musnad, hlm. 225, hadis nomor 2388 dan 2389; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Jihab, Bab fi Fadl asy-Syahadah, hlm. 286, hadis nomor 2520; al-Hakim, al-Mustadrak, hadis nomor 2444 dan 3165; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab as-Sair, Bab Fadl asy-Syahadah, juz 9, hlm. 275, hadis nomor 18520; al-Wahidiy, Asbab Nuzul al-Qur’an, hlm. 132. Hadis dengan konten yang sama namun tidak secara sarih menyebut sabda Nabi tersebut sebagai sebab nuzul ayat juga diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Mas‘ud. Lihat: Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Imarah, Bab Bayan anna Arwah asy-Syuhada’ fi al-Jannah, hlm. 1502–1503, hadis nomor 1887.
Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 169 - Imam as Suyuthi : Ditempatkannya Orang Yang Gugur Dalam Perang Di Surga Dengan Beraneka Ragam Kenikmatan
Tafsir Lengkap
Dibaca 33 kali
