Surah 3Ayat 169 / 200

Ali Imran

Keluarga ImranMadaniyahJuz 4Halaman 72
Para syuhada' hidup di sisi TuhanMereka tetap hidup di sisi Allah

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ ﴿١٦٩﴾

Wa lā taḥsabannal-lażīna qutilū fī sabīlillāhi amwātā(n), bal aḥyā'un 'inda rabbihim yurzaqūn(a).

Terjemahan

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya.134)

Catatan Kaki:134) Maksudnya adalah hidup di alam yang lain, bukan di alam dunia. Mereka mendapatkan berbagai kenikmatan di sisi Allah Swt. Hanya Allahlah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup di alam lain itu.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 169 - Penegasan Arwah Mati Syahid tetap Hidup di Sisi Allah serta Memperolah Rezeki dan Nikmat Berlimpah

Seorang sahabat tampak murung karena orang tuanya mati syahid, meninggalkan banyak anak dan utang. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menegaskan bahwa arwah orang-orang yang mati syahid tetap hidup di sisi Allah serta memperoleh rezeki dan nikmat yang berlimpah.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لِي:‏ يَا جَابِر،ُ مَا لِيْ أَرَاكَ مُنْكَسِرًا؟‏ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اُسْتُشْهِدَ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ عِيَالاً وَدَيْنًا‏،‏ قَالَ: أَفَلاَ أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللَّهُ بِهِ أَبَاكَ؟‏ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ قَالَ:‏ مَا كَلَّمَ اللَّهُ أَحَدًا قَطُّ إِلاَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ وَأَحْيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا فَقَالَ يَا عَبْدِي تَمَنَّ عَلَىَّ أُعْطِكَ ‏.‏ قَالَ يَا رَبِّ تُحْيِينِي فَأُقْتَلَ فِيكَ ثَانِيةً‏.‏ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ قَدْ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لاَ يُرْجَعُونَ‏.‏ قَالَ وَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ‏:‏ ‏(‏وَلَاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا‏)‏. (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ لَمَّا أُصِيبَ إِخْوَانُكُمْ بِأُحُدٍ جَعَلَ اللَّهُ أَرْوَاحَهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ تَرِدُ أَنْهَارَ الْجَنَّةِ، تَأْكُلُ مِنْ ثِمَارِهَا وَتَأْوِي إِلَى قَنَادِيلَ مِنْ ذَهَبٍ مُعَلَّقَةٍ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ، فَلَمَّا وَجَدُوا طِيبَ مَأْكَلِهِمْ وَمَشْرَبِهِمْ وَمَقِيلِهِمْ قَالُوا‏:‏ مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا أَنَّا أَحْيَاءٌ فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ لِئَلاَّ يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ وَلاَ يَنْكُلُوا عِنْدَ الْحَرْبِ؟ فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ‏:‏ أَنَا أُبَلِّغُهُمْ عَنْكُمْ،‏ قَالَ‏:‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏(وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ...‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ). (2)

Jabir bin ‘Abdullah bercerita, “Ketika berpapasan denganku, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Jabir, mengapa engkau tampak murung?’ ‘Wahai Rasulullah, ayahku telah mati syahid, meninggalkan keluarga dan utang yang banyak,’ jawabku. ‘Maukah engkau kuberi kabar gembira tentang bagaimana Allah memperlakukan ayahmu?’ tanya beliau. Aku menjawab, ‘Tentu saja mau, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Allah tidak mengajak bicara seorang pun kecuali dari balik tirai, tetapi Allah menghidupkan ayahmu dan berbicara secara langsung dengannya tanpa tirai. Ia berfirman, ‘Wahai hambaku, mintalah sesuatu kepadaku, pasti akan Ku-kabulkan permintaanmu.’ Ayahmu berkata, ‘Wahai Tuhan, hidupkanlah aku kembali agar aku dapat berperang lagi di jalanmu.’ Allah tabaraka wata‘ala berfirman, ‘Sungguh, telah menjadi ketetapan-Ku bahwa orang-orang yang telah wafat tidak akan Ku-kembalikan ke dunia.’ Ayat berikut ini pun diturunkan, wala tahsabannal-laz\ina qutilu fi sabilillahi amwata.” Ada pula riwayat lain yang melatarbelakangi turunnya ayat ini, yaitu: Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ketika saudara-saudara kalian mati syahid pada Perang Uhud, Allah menempatkan arwah mereka di dalam dada burung-burung hijau yang berterbangan menuju sungai-sungai di surga, memakan buah-buahan di sana, dan bersarang di dalam pelita-pelita emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy. Begitu mendapati makanan, minuman, dan kediaman mereka begitu nikmat, mereka berkata, ‘Siapakah yang berkenan memberitahu saudara-saudara kami bahwa kami masih hidup dan mendapat karunia di surga, supaya mereka tidak gentar berjihad dan tidak melarikan diri dari peperangan?’ Mendengar perkataan mereka, Allah berfirman, ‘Aku sendiri yang akan menyampaikan kabar kalian kepada mereka.’ Allah lalu menurunkan ayat, wala tahsabannal-laz\ina qutilu fi sabilillahi ... hingga akhir ayat.”

(1) Hasan: diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Ibnu Hibban. At-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan garib. Al-Hakim menilai sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy pun setuju dengannya. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Āl ‘Imran, hlm. 673, hadis nomor 3010; Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, dalam Iftitah al-Kitab, Bab fi ma Ankar al-Jahmiyyah, hlm. 50, hadis nomor 190, dan dalam Kitab al-Jihad, Bab Fadl asy-Syahadah fi Sabilillah, hlm. 476, hadis nomor 2800; al-Hakim, al-Mustadrak, hlm. 224–225, hadis nomor 4914; Ibnu Hibban, Sahih} Ibni Hibban, dalam Kitab Manaqib as-hahabah, juz 15, hlm. 490–491, hadis nomor 7022. (2) Hasan; diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqiy, dan al-Wahidiy, semuanya dari Ibnu ‘Abbas. al-Hakim dalam dua kali penyebutannya atas hadis ini mengatakan bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim, dan az\-Z|ahabiy setuju dengan penilaian ini. Lihat: Ahmad, al-Musnad, hlm. 225, hadis nomor 2388 dan 2389; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Jihab, Bab fi Fadl asy-Syahadah, hlm. 286, hadis nomor 2520; al-Hakim, al-Mustadrak, hadis nomor 2444 dan 3165; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab as-Sair, Bab Fadl asy-Syahadah, juz 9, hlm. 275, hadis nomor 18520; al-Wahidiy, Asbab Nuzul al-Qur’an, hlm. 132. Hadis dengan konten yang sama namun tidak secara sarih menyebut sabda Nabi tersebut sebagai sebab nuzul ayat juga diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Mas‘ud. Lihat: Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Imarah, Bab Bayan anna Arwah asy-Syuhada’ fi al-Jannah, hlm. 1502–1503, hadis nomor 1887.

JihadMatiSyahid

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 169 - Imam as Suyuthi : Ditempatkannya Orang Yang Gugur Dalam Perang Di Surga Dengan Beraneka Ragam Kenikmatan

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rezeki.”
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah bersabda, “Ketika para saudara kalian berguguran pada perang Uhud, Allah menempatkan ruh-ruh mereka di dalam perut burung yang singgah pada sungai-sungai yang ada di surga dan meminum airnya, burung-burung tersebut memakan buah-buahan surga, lalu burung tersebut terbang ke peraduan di dalam lampu yang terbuat dari emas di bawah naungan Arsy, ketika mereka mendapatkan makanan yang sangat lezat, minuman yang sangat enak, serta tempat beristirahat yang bagus, mereka berkata, “Seandainya saja saudara-saudara kita mengetahui apa yang Allah berikan kepada kita, mereka tidak akan bermalas-malasan dalam berjihad dan tidak akan berpaling peperangan”, kemudian Allah berfirman, “Aku akan menyampaikan pesan tersebut kepada saudara- saudara kalian,” maka turunlah firman Allah, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati” hingga ayat setelahnya. Hadits seperti ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Jabir. (1)
1. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (3010) dan ia berkata, “Hadits ini hasan dan gharib” Diriwayatkan juga oleh Al-Hakim (297/2) dan ia menshahihkannya, dan Ibnu Katsir menyebutkan juga riwayat ini. Kemudian ia menambahkan dengan berakata, “Mereka adalah pada sahabat Rasulullah yang beliau utus kepada penduduk Bi’ru Ma’unah (1/564). Al-Qurthubi berkata (2/1612): “Sesungguhnya keluarga para syuhada ketika mereka diberikan kenikmatan oleh Allah, maka mereka berkata, “Kita diberikan nikmat dan kebahagiaan akan tetapi ayah dan saudara kita sudah berada di dalam kuburan, maka Allah menurunkan ayat ini untuk menjelaskan kepada mereka keadaan ayah dan saudara mereka yang gugur dengan syahid di peperangan.”
kenikmatanPerangSyahid

Tafsir Lengkap

Dan jangan sekali-kali kamu sekalian mengira bahwa orang-orang yang gugur sebagai syuhada di jalan Allah itu mati dalam arti tidak dapat bergerak kesana kemari dan tidak tahu keadaan orang yang ditinggalkan. Tetapi sebenarnya mereka itu hidup dengan kehidupan lain di sisi Tuhannya di alam barzakh, bahkan dapat bergerak dan mengetahui keadaan orang yang ditinggalkan. Mereka mendapat rezeki berupa kehidupan istimewa yang penuh dengan kenikmatan di dalamnya dan kedudukan mulia dari sisi Allah.

Dibaca 33 kali