Surah 3Ayat 72 / 200

Ali Imran

Keluarga ImranMadaniyahJuz 3Halaman 59
Sikap mayoritas mereka

وَقَالَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اٰمِنُوْا بِالَّذِيْٓ اُنْزِلَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوْٓا اٰخِرَهٗ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَۚ ﴿٧٢﴾

Wa qālaṭ-ṭā'ifatum min ahlil-kitābi āminū bil-lażī unzila ‘alal-lażīna āmanū wajhan-nahāri wakfurū ākhirahū la‘allahum yarji‘ūn(a).

Terjemahan

Segolongan Ahlulkitab berkata (kepada sesamanya), “Berimanlah kamu pada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman pada awal siang dan ingkarlah pada akhir (siang) agar mereka kembali (pada kekufuran).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 72 - Kelicikan Kaum Yahudi Berpura-pura Masuk Islam untuk Mempengaruhi Umat Islam Kembali Kafir

Ayat ini turun terkait kesepakatan beberapa orang dari kalangan Yahudi untuk berpura-pura beriman kepada Al-Qur’an pada pagi hari, kemudian mengingkarinya kembali pada sore hari. Dengan cara ini mereka berupaya mempengaruhi umat Islam untuk kembali pada kekafiran.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَوْلُهُ: (وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أهْلِ الكِتابِ آمِنُوا بالّذِي أُنْزِلَ على الّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النّهارِ ... ألآية) وَذَلِكَ أَنَّ طَائِفَةً مِنَ الْيَهُوْدِ قَالُوْا: إِذَا لَقِيْتُمْ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهَ وَسَلَّمَ أَوَّلَ النَّهَارِ فَآمِنُوْا، وَإِذَا كَانَ آخِرُهُ فَصَلُّوْا صَلَاتَكُمْ لَعَلَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ: هَؤُلَاءِ أَهْلُ الْكِتَابِ، وَهُمْ أَعْلَمُ مِنَّا، لَعَلَّهُمْ يَنْقَلِبُوْنَ عَنْ دِيْنِهِمْ، وَلَا تُؤْمِنُوْا إِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْ. (1)

Menjelaskan sebab nuzul firman Allah, wa qalat ta’ifatun min ahlil-kitabi aminu billaz\i unzila ‘alal-laz\ina amanu wajhan-nahari, Ibnu ‘Abbas berkata, “Beberapa orang Yahudi berdiskusi, ‘Jika kalian berjumpa sahabat-sahabat Muhammad di pagi hari, berpura-puralah beriman. Lalu, jika kalian bertemu mereka di sore hari, beribadahlah seperti semula (yakni ibadah kaum Yahudi). Barangkali dengan cara ini mereka akan berkata, ‘Mereka adalah Ahli Kitab; mereka lebih tahu tentang kitab Allah daripada kita,’ Siapa tahu dengan cara ini mereka akan meninggalkan agama mereka (Islam). Akan tetapi, ingatlah bahwa kalian tidak boleh beriman kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian!’”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 5, hlm. 497. Riwayat yang sama, namun tanpa menyebutkan kalimat la‘allahum yanqalibun ... juga disebutkan oleh Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 2, hlm. 680. Sanad riwayat ini dinilai hasan oleh Ibrahim Muhammad ‘Aliy, Sahih} Asbab an-Nuzul, (Beirut : Dar al-Qalam, 2003), hlm. 60.

ImanKitabSepakat

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 72 - Imam as Suyuthi : Orang Ahli Kitab Yang Pura-Pura Beriman Padahal Mereka Ingkar

“Segolongan (lain) dari Ahli kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). ”
Diriwayatkah oleh Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas berkata, Abdullah bin Shaif, ‘Adi bin Zaid, dan Harits bin Auf berkata kepada satu sama lain, “Kemarilah kalian, kita beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan para sahabatnya pada pagi hari dan kemudian mengingkari mereka pada malam hari hingga kita mencampur adukkan agama mereka hingga mereka melakukan seperti apa yang kita lakukan, maka mereka pergi dari agama mereka” kemudian Allah menurunkan firman-Nya kepada mereka, “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil” hingga firman Allah, “Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (1) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari As-Suddi dari Abu Malik berkata, “Bahwa dahulu pada pendeta Yahudi mengatakan kepada orang- orang Yahudi lainnya, “Dan janganlah kalian percaya kecuali kepada orang yang mengikuti agamamu,” maka Allah menurunkan firman-Nya, “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah.” (2)
1. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/496) dan ia menambahkan, bahwasanya Ibnu Abi Najih dari Mujahid berkata, “Dalam ayat ini bermaksud menjelaskan untuk orang-orang Yahudi yang ikut shalat dengan Nabi S melaksanakan shalat di waktu Shubuh, akan tetapi mereka mengingkari Nabi di siang hari sebagai bentuk tipu daya dari mereka yang ingin memperlihatkan kepada orang-orang bahwa telah nampak kesesatan dari Nabi yang mereka ikuti.” Al-Aufi berkata dari Ibnu Abbas, sekelompok orang dari Ahlu Kitab: “Jika kalian bertemu dengan para sahabat Muhammad pada awal waktu siang, maka berimanlah dan jika sudah pergi waktu siang, maka lakukanlah ibadah kalian agar mereka berkata, “Orang-orang Ahlu Kitab lebih mengetahui daripada kita apa yang benar, kisah ini disebutkan oleh Qatadah, As-Suddi, Rabi’ dan Ibnu Malik.” Al-Qurthubi berkata (2/1459-1460): Orang-orang Yahudi berkata, “Berimanlah kalian kepada Muhammad pada awal waktu siang dengan melaksanakan shalatnya dengan berkiblat ke Baitul Maqdis karena itulah yang benar, dan ingkarilah shalatnya pada akhir waktu siang yang berkiblat ke ka’bah, agar mereka kembali kepada kiblat kalian.” Riwayat ini dikatakan oleh Ibnu Abbas. 2. Disebutkan oleh Al-Qurthubi (2/1461) bahwasanya ini adalah perkataan orang-orang Yahudi Khaibar kepada orang-orang Yahudi penduduk kota Madinah, dan ia menisbatkannya kepada As-Suddi.
Ah li kitabImanMunafirk

Tafsir Lengkap

Seharusnya mereka mengimani kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah secara tulus, namun justru mereka menularkan sifat kemunafikannya kepada orang lain untuk menyesatkan kaum muslim. Segolongan Ahli Kitab berkata kepada sesamanya dan kepada orang-orang munafik, “Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman, yakni Al-Qur’an pada awal siang, misalnya, dengan melaksanakan salat subuh bersama mereka dan ingkarilah atau murtadlah di akhir siang-nya, agar mereka, yakni orang-orang Islam yang lemah imannya dan yang tidak memiliki pemahaman yang benar terhadap agamanya, akan kembali kepada kekafiran."

Dibaca 16 kali