Surah 3Ayat 86 / 200

Ali Imran

Keluarga ImranMadaniyahJuz 3Halaman 61
Allah tidak memberi hidayah kepada orang yang zalimOrang yang zalimAllah tidak memberi hidayah kepada kaum yang zalimAllahs melaknat orang-orang yang zalim

كَيْفَ يَهْدِى اللّٰهُ قَوْمًا كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ وَشَهِدُوْٓا اَنَّ الرَّسُوْلَ حَقٌّ وَّجَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ﴿٨٦﴾

Kaifa yahdillāhu qauman kafarū ba‘da īmānihim wa syahidū annar-rasūla ḥaqquw wa jā'ahumul-bayyināt(u), wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Terjemahan

Bagaimana (mungkin) Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah mereka beriman dan mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 86 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Murtad Namun Ingin Kembali Masuk Islam

“Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengetahui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar Rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zhalim.”
Diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas berkata, “Dahulu seseorang dari kaum Anshar memeluk Islam lalu ia murtad, kemudian ia menyesal dan mengirim pesan kepada kaumnya yang berisi, “Kirimlah pesan kepada Rasulullah, apakah aku masih bisa bertaubat?” maka turunlah firman Allah, “Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman,” hingga firman Allah, “Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Maka kaumnya mengirimkan kepada kabar gembira tersebut, kemudian orang tersebut memeluk Islam kembali." (1) Diriwayatkan oleh Musaddad dalam Musnad-nya, dan Abudurrazzaq dari Mujahid berkata, “Al-Harits bin Suwaid datang kepada Rasulullah, lalu ia memeluk Islam dan kemudian ia kembali kepada kekafiran. Dan setelah itu ia kembali kepada kaumnya, maka Allah menurunkan firman- Nya, “Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman,” hingga firman Allah, “Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” kemudian seseorang membawa ayat ini kepada Harits dan membacakannya, kemudian Harits berkata, “Demi Allah sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau adalah seseorang yang sangat jujur, dan sesungguhnya Rasulullah lebih jujur dari pada engkau, dan sesungguhnya Allah lebih jujur.” Kemudian ia kembali dan memeluk Islam dan berislam dengan baik." (2)
1. An-Nasa’i (85) dalam Bab At-Tafsir, Al-Hakim (142/2) dan ia berkata, “Sanadnya shahih,” akan tetapi mereka berdua tidak meriwayatkannya. Al-Qurthubi berkata (2/1478): Hasan Al-Bashri berkata, “Ayat ini turun pada orang-orang Yahudi karena mereka memberikan kabar gembira akan kedatangan Nabi dan mereka memohon kepada Allah dengannya agar mereka dapat mengalahkan orang-orang kafir, akan tetapi ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang, mereka mengingkarinya.” 2. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/505) dan ia menisbatkannya kepada Mujahid, dan riwayat ini mursal karena Mujahid tidak pernah bertemu dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Al- Qurthubi berkata (1477/1): “Ayat ini turun pada seorang lelaki dari Anshar yang bernama Harits bin Suwaid saudara dari j alas bin Suwaid murtad dengan dua belas orang lain dan mereka berangkat ke kota makkah untuk menyusul orang-orang kafir, maka turunlah ayat ini, kemudian saudaranya membawakan ayat ini kepadanya untuk memintanya bertaubat” diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan yang lainnya.
imanIslamMurtad

Tafsir Lengkap

Setelah ayat sebelumnya menerangkan sikap penolakan Yahudi terhadap kebenaran Nabi Muhammad dan agama Islam, maka ayat ini menerangkan bahwa sikap tersebut mengakibatkan mereka tidak memperoleh hidayah. Bagaimana mungkin Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka melihat bukti-bukti kebenaran yang memungkinkan mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul, Muhammad, itu benar-benar rasul, dan disertai bukti-bukti yang jelas tentang hal itu, telah sampai kepada mereka seperti Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya yang menginformasikan tentang kebenaran Muhammad sebagai nabi terakhir? Sungguh, sikap semacam itu adalah wujud kezaliman, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim yaitu orang yang tahu kebenaran tetapi melanggar dan mengingkarinya, bahkan menentangnya.

Dibaca 15 kali