Wa laqad na‘lamu annahum yaqūlūna innamā yu‘allimuhū basyar(un), lisānul-lażī yulḥidūna ilaihi a‘jamiyyuw wa hāżā lisānun ‘arabiyyum mubīn(un).
Terjemahan
Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) hanyalah diajarkan kepadanya (Nabi Muhammad) oleh seorang manusia.” Bahasa orang yang mereka tuduh (bahwa Nabi Muhammad belajar kepadanya) adalah bahasa ‘ajam (bukan bahasa Arab). Padahal, ini (Al-Qur’an) adalah bahasa Arab yang jelas.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat An-Nahl Ayat 103 - Menampik Tuduhan Al-Quran Dikarang Oleh Pria dari Rum atau Roma
Kaum Quraisy yang mengingkari Al-Qur’an mengatakan bahwa Rasulullah mendapat pelajaran mengarang Al-Qur’an dari seorang pria dari Rum (Roma). Ayat ini lalu turun untuk menampik tuduhan tersebut.
Dalam memberi penjelasan tentang firman Allah, innama yu‘allimuhu basyarun lisanul-lazi yulhiduna ilaihi a‘jamiyyuw wa haza lisanun ‘arabiyyum mubin, Ibnu ‘Abbas berkata, “Mereka (orang-orang kafir) mengatakan, ‘Sebetulnya Muhammad belajar (mengarang Al-Qur’an) dari budak Ibnu al-Hadramiy (dari Rum). Budak itu memiliki banyak sekali buku.’ Terkait ucapan inilah Allah berfirman, innama yu‘allimuhu basyarun lisanul-lazi yulhiduna ilaihi a‘jamiyyuw wa haza lisanun ‘arabiyyum mubin. Innama yaftaril-kazibal-lazina la yu’minuna bi ayatillah.
(1) Sahih; diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Baihaqiy. Lihat: al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah an-Nahl, juz 2, hlm. 389, hadis nomor 3363; al-Baihaqiy, Syu‘ab al-I
Al-Qur’anQuraisyRum
Asbabun Nuzul Surat An-Nahl Ayat 103 - Imam as Suyuthi : Tudingan Bahwa Al-Quran Berasal Dari Manusia Yang Kemudian Diajarkan Kepada Nabi Muhammad
“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya Al~Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). ” Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya adalah bahasa Ajarn, sedang Al-Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang jelas.”
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan sanad dha’if, ia mengatakan, “Bahwa dahulu Rasulullah & mengajar seorang penyanyi laki-laki bernama Bal’am. ia adalah seorang yang berbahasa non-Arab. Sementara itu, orang-orang musyrik melihat beliau keluar masuk rumah Bal’am.” Mereka berkata, “Ia (Muhammad) diajar oleh Bal’am.” Kemudian Allah menurunkan ayat, “Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya Al-Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). ” (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalur Hushain dari Abdullah bin Muslim Al-Hadhrami, ia mengatakan, “Kami mempunyai dua orang hamba sahaya, yang satu bernama Yasar dan satunya lagi bernama Jabr. Keduanya adalah orang Sisilia. Mereka berdua suka membaca kitab milik mereka lalu mengajarkannya. Suatu ketika Rasulullah lewat di depan keduanya dan mendengar bacaan keduanya.” Orang-orang lalu berkata, “Sesungguhnya ia (Muhammad) belajar dari mereka berdua.” Kemudian turunlah ayat tersebut. (2)
1. Ibnu Jarir (14/120) menyebutkan dalam Tafsir-nya.
Ibnu Katsir berkata (2/763): Az-Zuhri meriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyab bahwa yang mengatakan hal tersebut adalah seorang laki-laki musyrik yang dahulu pernah menjadi penulis wahyu bagi Rasulullah S tetapi kemudian keluar dari Islam dan melakukan kebohongan dengan ucapan ini. Ada pula yang mengatakan bahwa yang mengatakan hal tersebut adalah Salman Al- Farisi.
2. Lihat Tafsir Ibnu Katsir di atas dan Tafsir Ibnu Jarir. Al-Qurthubi mengumpulkan seluruh nama- nama mereka. Dia mengatakan, “Dahulu ada budak milik Al-Mughirah yang bernama Ya’isy serta dua orang budak beragama Nashrani milik Ibnu Al-Hadhrami, namanya yang satu Yasar dan yang lainnya bernama Jabr. Ats-Tsa’labi mengatakan bahwa salah satu di antara keduanya bernama Nabat bergelar Abu Fukaihah dan satunya lagi bernama Jabr. Keduanya adalah orang Sisilia yang bekerja membuat pedang. Mereka berdua biasa membaca Taurat dan Injil.”
Ada pula yang mengatakan, "Namanya adalah Adas yang menjadi budak dari Utbah bin Rabi’ah.” Ada pula yang mengatakan, “Namanya Abis yang menjadi budak dari Huwaithib bin Abdul Uzza serta Yasar Abu Fukaihah mantan budak Ibnu Al-Hadhrami. Kedua budak itu telah masuk Islam. Adapun semua pendapat ini adalah sesuatu yang sifatnya kemungkinan dan tidak bertentangan satu sama lain. Sebab, tidak mungkin memberi isyarat kepada mereka semua dan menyangka bahwa merekalah yang mengajar Rasulullah. (5/3905)
Alquran berbahasa ArabBudakIbnu Abbas
Tafsir Lengkap
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka yang tidak mempercayai datangnya Al-Qur’an dari Allah berkata, “Sesungguhnya Al-Qur’an itu bukanlah kitab dari Allah yang dibawa turun oleh Jibril sebagaimana pengakuan Muhammad, melainkan hanya diajarkan oleh seorang manusia, yakni pria dari Romawi atau Persia, kepadanya, yakni Muhammad.” Tuduhan mereka batil karena bahasa yang digunakan oleh orang yang mereka tuduhkan kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, bukan bahasa Arab, padahal Al-Qur’an ini adalah dalam bahasa Arab yang jelas dan memiliki keindahan susunan dan makna yang tidak mampu ditandingi bahkan oleh sastrawan hebat sekalipun.