Surah 16Ayat 75 / 128

An Nahl

LebahMakkiyahJuz 14Halaman 275
Maha Pemberi Rizki

۞ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا عَبْدًا مَّمْلُوْكًا لَّا يَقْدِرُ عَلٰى شَيْءٍ وَّمَنْ رَّزَقْنٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَّجَهْرًاۗ هَلْ يَسْتَوٗنَۚ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ﴿٧٥﴾

Ḍaraballāhu maṡalan ‘abdam mamlūkal lā yaqdiru ‘alā syai'iw wa mar razaqnāhu minnā rizqan ḥasanan fa huwa yunfiqu minhu sirraw wa jahrā(n), hal yastawūn(a), al-ḥamdu lillāh(i), bal akṡaruhum lā ya‘lamūn(a).

Terjemahan

Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tidak berdaya berbuat sesuatu, dengan seorang yang Kami anugerahi rezeki yang baik dari Kami. Lalu, dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Apakah mereka itu sama? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nahl 75 - Kisah Pria Suku Quraisy Gemar Berderma tetapi Dilarang Budaknya

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria dari Suku Quraisy yang gemar berderma, sedangkan budaknya selalu saja melarang tuannya itu berbuat demikian.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: نَزَلَتْ هذِهِ الآيَةُ: (ضَرَبَ اللهُ مَثَلًا عَبْدًا مَمْلُوْكًا لَا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ) فِيْ رَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ وَ عَبْدِهِ: فِي هِشَامِ بْنِ عُمَرُ وَهُوَ الَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهُ سِرًّا وَجَهْرًا، وَفِي عَبْدِهِ أَبِي الجَوْزَاءِ الَّذِي كَانَ يَنْهَاهُ. (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Ayat daraballahu masalan ‘abdan mamlukan la yaqdiru ‘ala syai’, turun terkait seorang pria Quraisy bernama Hisyam bin ‘Umar, dan budaknya. Hisyam sangat rajin menyedekahkan hartanya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sedangkan budaknya, Abu al-Jauza’, selalu melarang tuannya berbuat demikian.

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 14, hlm. 312; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 7, hlm. 2293, riwayat nomor 12601. at-Tabariy meriwayatkan dari jalur Hasan bin habbah dari Yahya bin Ishaq as-Sailahiniy dari Hammad dari ‘Abdullah bin ‘Usman bin Khaisam dari Ibrahim dari ‘Ikrimah dari Ya‘la bin Umayyah dari Ibnu ‘Abbas. Berbeda dari at-Tabariy, Ibnu Abi Hatim menyebut riwayat ini secara mu‘allaq. Sementara itu, as-Suyutiy menambahkan penisbahan riwayat ini kepada Ibnu Mardawaih dan Ibnu ‘Asakir. Menurut Abu ‘Umar Nadi, para perawi dalam sanad at-Tabariy tepercaya dan merupakan para perawi yang terdapat dalam salah satu atau kedua kitab Sahih. Lihat: as-Suyutiy, ad-Durr al-Mansur, juz 9, hlm. 87; Abu ‘Umar Nadi, al-Maqbul min Asbab an-Nuzul, hlm. 426–427.

 

dermaQuraisySedekah

Asbabun Nuzul Surat An-Nahl Ayat 75 - Imam as Suyuthi : Bekas Seorang Budak Yang Membenci Islam Dan Tidak Senang Melihat Orang Bersedekah

“Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu ia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama! Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.”
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, “Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama?” Ibnu Abbas mengatakan, ayat tersebut turun berkenaan dengan laki-laki dari suku Quraisy dan budaknya. Sedangkan firman Allah, “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan; dua orang lelaki yang satunya seorang bisu....” (An- Nahl: 76) turun berkenaan Utsman bin Affan dan bekas budaknya. Bekas budak ini membenci Islam serta melarang Utsman mengeluarkan sedekah dan berbuat kebaikan. Kemudian turunlah ayat tentang dua orang yang berbeda tersebut. (1)
1. Al-Qurthubi (5/3875) menyebutkan tentang ayat 76 (surat An-Nahl) yaitu, “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua oranglelaki yang satunya seorang yang bisu....” Al-Qurthubi mengatakan, ayat ini menyebutkan tentang perumpamaan atas Abu Bakar dan bekas budaknya yang kafir. Ada pula yang mengatakan berkenaan dengan Abu Jahal dan Ammar bin Yasir Al-Ansi. Abu Jahal menyiksa Ammar. Ada pula yang mengatakan berkenaan dengan Hisyam bin Amru bin Al-Haris, seorang kafir yang sangat sedikit kebaikannya dan memusuhi Nabi.
budakNafkahRezeki

Tafsir Lengkap

Usai melarang manusia menyekutukan-Nya dan menetapkan sifat-sifat buruk bagi-Nya, Allah lalu membuat perumpamaan buruknya sikap dan sesatnya tindakan orang kafir bagaikan seorang hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaan orang lain; seorang hamba sahaya yang tidak berdaya bertindak dan berbuat sesuatu, dan seorang yang merdeka yang Kami beri rezeki yang baik, halal, dan melebihi kebutuhannya lalu dia menginfakkan di jalan Kami sebagian dari rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka yang keadaannya bertolak belakang itu? Tentu tidak. Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Esa, Maha Mengetahui. Kamu, wahai kaum muslim, mengetahui bahwa segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka yang kafir tidak mengetahui hal itu.

Dibaca 15 kali