Surah 4Ayat 100 / 176

An Nisaa

PerempuanMadaniyahJuz 5Halaman 94
Yang berhijrah fi sabilillahKata-kata Bumi dalam al-Qur'an

۞ وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةًۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاࣖ ﴿١٠٠﴾

Wa may yuhājir fī sabīlillāhi yajid fil-arḍi murāgaman kaṡīraw wa sa‘ah(tan), wa may yakhruj mim baitihī muhājiran ilallāhi wa rasūlihī ṡumma yudrik-hul-mautu faqad waqa‘a ajruhū ‘alallāh(i), wa kānallāhu gafūrar raḥīmā(n).

Terjemahan

Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang banyak dan kelapangan (rezeki dan hidup). Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal (sebelum sampai ke tempat tujuan), sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 100 - Kisah Sahabat Menyusul Rasulullah Hijrah Meski Sakit Keras dan Akhirnya Wafat di Perjalanan

Ayat ini turun berkaitan dengan d}amrah bin Jundab yang ingin sekali berhijrah ke Madinah menyusul Nabi s}allalla>hu ‘alaihi wasallam. Meski sakit keras, ia tetap berangkat menuju Madinah hingga akhirnya wafat di tengah perjalanan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيةُ: (إنّ الّذِينَ تَوَفّاهُمُ المَلائِكَةُ ظالِمِي أنْفُسهِمْ) فَكَانَ بِمَكَّةَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ ضَمْرَةُ مِنْ بَنِيْ بَكْرٍ، وَكَانَ مَرِيْضًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ: أَخْرِجُوْنِي مِنْ مَكَّةَ فَإِنِّيْ أَجِدُ الحَرَّ. فَقَالُوْا: أَيْنَ نُخْرِجُكَ؟ فَأَشَارَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَدِيْنَةِ، فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ (وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ...) إِلَى آخِرِ الآيةِ. (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Turunlah ayat innal-laz\ina tawaffahumul-mala’ikatu zalimi anfusihim. Ketika itu di Mekah ada seorang pria dari Bani Bakr bernama Damrah (bin Jundab). (2) Dalam kondisi sakit ia berkata kepada keluarganya, ‘Bawalah aku keluar dari Mekah. Aku merasa kepanasan di sini.’ Keluarganya menjawab, ‘Kemana kami mesti membawamu?’ Dengan tangannya ia menunjuk ke arah Madinah, lantas turunlah ayat, waman yakhruj min baitihi muhajiran ilallahi warasulihi.”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Muhammad bin Syuraik dari ‘Amr bin Dinar dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 7, hlm. 398; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 3, hlm. 1050, hadis nomor 5887. Menurut penelusuran Muqbil bin Hadi, para perawi hadis ini s\iqat, meski ia cenderung mengatakannya mursal. Selain melalui jalur tersebut, at-Tabariy juga menyebutkan banyak riwayat serupa dari jalur lain secara mursal, misalnya dari Sa‘id bin Jubair, ‘Ikrimah, Qatadah, as-Suddiy, dan ad-Dahhak. Hadis serupa juga disebutkan oleh Abu Ya‘la dengan para perawi yang s\iqat, demikian kata al-Hais\amiy. at-Tabraniy juga meriwayatkan hadis yang sama secara marfu', sedangkan al-Baihaqiy secara mursal. Lihat: Abu Ya‘la al-Mausiliy, Musnad Abi Ya‘la, (Damaskus: Dar as\-S|aqafah al-‘Arabiyyah, cet. 2, 1992), juz 5, hlm. 81, hadis nomor 2679; al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, juz 7, hlm. 47, hadis nomor 10949; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Kabir, juz 11, hlm. 273, hadis nomor 11709. (2) Pria tersebut akhirnya meninggal sebelum sampai Madinah, tepatnya di wilayah Tan‘im. Sebetulnya damrah bukanlah satu-satunya nama yang muncul dalam kisah ini. Ada banyak nama lain yang disebut, misalnya Damrah bin ‘I‘ah, pria dari Bani Lais\, pria dari Bani Kinanah, atau pria dari Bani Bakr. Lihat: as-Suyutiy, Lubab an-Nuqul, hlm. 89.

MadinahWafat

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 100 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Hijrah Di Jalan Allah Akan Mendapat Kenikmatan Yang Besar

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid bahwa Ibnu Abbas berkata, “Dhamrah bin Jundab keluar dari rumahnya untuk hijrah. Ia pun berkata kepada anak-anaknya, “Bawalah aku keluar dari negeri orang-orang musyrik ini menuju Rasulullah. Ketika di perjalanan ia meninggal dunia sebelum sampai kepada Nabi Lalu turunlah firman Allah, “Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya... " (1) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id bin Jubair dari Abi Dhamrah Az-Zurqi yang ketika itu sedang berada di kota Makkah. Ketika turun firman Allah, “Kecuali mereka yang tertindas baik laki-kali atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah).”(An-Nisa’: 98) Abu Dhamrah berkata: “Aku adalah orang yang kaya dan memiliki kemampuan untuk hijrah.” Lalu ia bersiap-siap untuk hijrah ke Madinah, namun ia meninggal dunia di suatu tempat yang bernama Tan’im. Lalu turunlah firman Allah, .”..Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya.. .” (2) Ibnu Jarir meriwayatkan hadits yang serupa dari jalur Sa’id bin Jubair, Ikrimah, Qatadah, As-Suddi, Adh-Dhahhak, dan yang lainnya, dan di sebagian jalur disebutkan Dhamrah Ibnu Al-Aish atau Al-Aish bin Dhamrah. Sedangkan di sebagian jalur Jundab bin Dhamrah Al-Junda’i, di sebagiannya lagi Ad-Dhamri. Di sebagian jalur disebutkan, “Seorang lelaki dari Bani Dhamrah.” Di sebagian jalur yang lain disebutkan, “Seorang lelaki dari Bani Khuza’ah.” Di sebagian yang lain disebutkan, “Seorang lelaki dari Bani Laits.” Dan di sebagian yang lain disebutkan, "Seorang lelaki dari Bani Kinanah.” Dan di sebagian yang lain disebutkan, “Seseorang dari Bani Bakar” (3) Ibnu Sa’ad dalam kitab Ath-Thabaqat Al-Kubra meriwayatkan dari Yazid bin Abdillah bin Qisth bahwa Jundub bin Dhamrah ketika berada di Makkah ia jatuh sakit. Lalu ia berkata kepada anak-anaknya, “Bawa aku keluar dari Makkah. Sungguh kesulitan di dalamnya telah membunuhku.” Anak- anaknya pun bertanya, “Kemana kami membawamu?” Dia pun menunjuk ke arah Madinah dan bermaksud ingin hijrah. Lalu mereka membawanya ke arah Madinah. Ketika sampai di aliran air Bani Ghaffar ia meninggal di dunia. Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul'Nya.. ,” (4) Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mandah, dan Al-Barudi di dalam Ash-Shahabah meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya bahwa Zubair bin Awwam berkata: “Ketika Khalid bin Haram berhijrah ke Ethopia (Habasyah), ia digigit ular di perjalanan. Lalu dia meninggal dunia. Maka turun padanya firman Allah,.”..Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya... ” (5) Diriwayatkan oleh Al-Umawi dalam kitabnya Maghazi bahwa Abdul Malik bin Umair berkata, “Ketika Aktsam bin Shaifi mendengar berita tentang diangkatnya Muhammad menjadi utusan Allah, ia ingin mendatanginya. Namun kaumnya tidak membiarkannya menemui beliau. Ia pun berkata, “Datangkan orang yang mau menyampaikan pesanku kepadanya dan menyampaikan pesannya kepadaku.” Kemudian ia mengutus dua orang untuk mendatangi Rasulullah Ketika sampai di hadapan beliau, mereka berdua berkata, “Kami adalah utusan Aktsam bin Shaifi. Dia bertanya kepadamu: “Siapakah engkau? Apa kedudukan engkau? Dan apa yang engkau bawa?” Rasulullah S menjawab: “Saya adalah Muhammad bin Abdillah. Dan saya adalah hamba dan utusan Allah." Kemudian beliau membacakan firman Allah, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” Kemudian keduanya kembali dan menemui Aktsam dan berkata kepadanya tentang apa yang dikatakan dan dibacakan Rasulullah oleh Rasulullah. Maka Aktsam berkata, “Wahai orang-orang, sesungguhnya ia memerintahkan akhlak yang mulia dan melarang perilaku-perilaku yang tercela. Jadilah kalian para tokoh terdepan dalam hal ini dan janganlah kalian hanya jadi pengekor di dalamnya.” Lalu ia menunggangi untanya menuju Madinah. Namun, ia meninggal dunia di tengah perjalanannya. Maka turunlah padanya firman Allah, "..Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya....” Riwayat ini mursal dan sanadnya lemah. Diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam kitab Al-Mu’ammarin dari dua jalur dari Ibnu Abbas , bahwa ia ditanya tentang ayat ini. Ibnu Abbas H menjawab, “Ayat ini turun pada Aktsam bin Shaifi.” Ketika ia ditanya, “Lalu mana Al-Laitsi?” ia menjawab: “Ia lama sebelum Al-Laitsi. Dan ayat ini bersifat khusus dan umum sekaligus” (6)
1. Jayyid: Abu Ya’la dalam Musnod-nya (5/81). Dan, disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/718). 2. Ibnu Katsir meriwayatkan semua riwayat-riwayat ini (1/719-720). Al-Qurthubi berkata, “Ada yang mengatakan nama Dhamrah bin Al-Aish adalah Dhamirah.” Abu Al-Farraj Al-Jauzi menceritakan bahwasanya ia adalah Habib bin Dhamrah. Dan, ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah Dhamrah bin Khuza’ah (2010/2). Al-Qurthubi berkata, “Khalid bin Hizam bin Khuwailid adalah anak dari saudara laki-laki Khadijah.” (2/2011). 3. Lihat sebelumnya. 4. Lihat sebelumnya. 5. Lihat sebelumnya. 6. Riwayat Aktsam dha’if seperti yang dikutip oleh As-Suyuthi, adapun Laitsi dapat dilihat dalam kitab Al'Majma (7/10) dan Al-Haitsami menisbahkannya kepada Al-Bazzar dan ia mengatakan, “Perawinya shahih kecuali Muhammad bin Syuraik, ia tsiqah”
HijrahJalan AllahKenikmatan besar

Tafsir Lengkap

Usai mengecam mereka yang enggan berhijrah, pada ayat ini Allah lalu memberi janji dan harapan kepada mereka yang berhijrah. Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah dengan niat dan hanya mengharap keridaan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan menemukan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju dan sebelum kembali ke rumahnya, maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun atas segala dosa orangorang yang berhijrah atau siapa pun yang memohon ampunannya, dan Maha Penyayang yang senantiasa mencurahkan aneka rahmatnya.

Dibaca 19 kali