يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْٓ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۚ فَاِنْ كُنَّ نِسَاۤءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَۚ وَاِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُۗ وَلِاَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ اِنْ كَانَ لَهٗ وَلَدٌۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗٓ اَبَوٰهُ فَلِاُمِّهِ الثُّلُثُۚ فَاِنْ كَانَ لَهٗٓ اِخْوَةٌ فَلِاُمِّهِ السُّدُسُ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ بِهَآ اَوْ دَيْنٍۗ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْۚ لَا تَدْرُوْنَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًاۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا ﴿١١﴾
Terjemahan
Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.146) Jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Untuk kedua orang tua, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua orang tuanya (saja), ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, ibunya mendapat seperenam. (Warisan tersebut dibagi) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan dilunasi) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 11 - Tata Cara Membagi Harta Warisan Kepada Saudara
Ayat ini turun berkaitan dengan pertanyaan Ja>bir bin ‘Abdulla>h tentang bagaimana ia mesti membagi harta warisannya kepada saudara-saudaranya
عَنْ جَابِرٍ رَضِىَ الله عَنْهُ قَالَ عَادَنِي النَّبِيُّ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ فِي بَنِي سَلِمَةَ مَاشِيَيْنِ، فَوَجَدَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لاَ أَعْقِلُ، فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ، ثُمَّ رَشَّ عَلَىَّ، فَأَفَقْتُ، فَقُلْتُ مَا تَأْمُرُنِي أَنْ أَصْنَعَ فِي مَالِي يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَنَزَلَتْ: (يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ ... ). (1) عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةُ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيْعِ بِابْنَتَيْهَا مِنْ سَعْدٍ إِلَى رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ الله هَاتَانِ ابْنَتَا سَعْدِ بْنِ الرَّبِيْعِ، قُتِلَ أَبُوْهُمَا مَعَكَ يَوْمَ أُحُدٍ شَهِيْدًا وَإِنَّ عَمَّهُمَا أَخَذَ مَالَهُمَا فَلَمْ يَدَعْ لَهُمَا مَالًا، وَلَا تُنْكَحَانِ إِلَّا وَلَهُمَا مَالٌ. قَالَ: يَقْضِي اللهٌ فِيْ ذَلِكَ، فَنَزَلَتْ آيَةُ الْمِيْرَاثِ فَبَعَثَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَمِّهِمَا، فَقَالَ: أَعْطِ ابْنَتَيْ سَعْدٍ الثُّلُثَيْنِ وَأَعْطِ أُمَّهُمَا الثُّمُنَ وَمَا بَقِيَ فَهُوَ لَكَ. (2)
Jabir (bin ‘Abdullah) radiyallahu 'anhu berkata, “Dengan berjalan kaki, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakr datang menjenguk ke rumahku yang terletak di perkampungan Bani Salimah. Aku sedang pingsan ketika beliau sampai. Beliau lalu minta diambilkan air. Beliau berwudu dengan air itu dan memercikkannya ke tubuhku hingga aku sadar. Aku bertanya, ‘Apa yang mesti aku lakukan terhadap hartaku, wahai Rasulullah?’ lalu turunlah ayat, yusikumullahu fi auladikum ...” Ada juga riwayat lain yang dianggap sebagai sebab nuzul ayat ini, yaitu: Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Istri Sa‘d bin ar-Rabi‘ bersama kedua putrinya menghadap Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, mereka adalah putri-putri Sa‘d bin ar-Rabi‘. Ayah mereka telah mati syahid dalam Perang Uhud bersamamu. Paman mereka mengambil semua harta warisan mereka dan tidak menyisakan sedikit pun, padahal mereka tidak bisa dinikahkan bila tidak ada harta.’ Beliau berkata, ‘Allah akan memberi putusan terkait persoalan ini.’ Lalu turunlah beberapa ayat tentang waris. Rasulullah lalu mengutus seseorang untuk menemui paman mereka dan menyampaikan kepadanya pesan yang berbunyi, ‘Berikanlah kepada kedua putri Sa‘d dua pertiga dari warisan Sa‘d, ibunya seperdelapan, dan sisanya untukmu.’”
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Surah an-Nisa’, hlm. 1125, hadis nomor 4577; hadis serupa dapat dijumpai pula dengan nomor 194, 5651, 5676, 6723, 6743, dan 7309; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Miras\ al-Kalalah, hlm. 1234, hadis nomor 1616. (2) Hasan; diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmiz\iy, Ibnu Majah, Ahmad, dan al-Hakim dari beberapa jalur dari ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil. Menurut at-Tirmiz\iy, hadis ini sahih. Al-Hakim juga mengatakan hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy menyetujui pendapat ini. Lihat: Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Miras\ as-Sulb, hlm. 327, hadis nomor 2891 dan 2892; at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Miras\ al-Banat, hlm. 472, hadis nomor 2092; Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Fara’id as-Sulb, hlm. 462, hadis nomor 2720; Ahmad, al-Musnad, hlm.1033, hadis nomor 14858; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab al-Fara’id, juz 4, hlm. 370, hadis nomor 7954.
Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 11 - Imam as Suyuthi : Porsi Pembagian Warisan Antara Laki-Laki Dan Perempuan
Tafsir Lengkap
Dibaca 27 kali
