يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِۗ اِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَۗ وَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْاۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌࣖ ﴿١٧٦﴾
Terjemahan
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalālah).191) Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalālah (yaitu,) jika seseorang meninggal dan dia tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai seorang saudara perempuan, bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya. Adapun saudara laki-lakinya mewarisi (seluruh harta saudara perempuan) jika dia tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang, bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) beberapa saudara laki-laki dan perempuan, bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak tersesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 176 - Tata Cara Membagi Harta Warisan ke Saudara Perempuan
Seorang sahabat bernama Ja>bir bin ‘Abdulla>h mempunyai tujuh saudara perempuan. Ketika ia sakit keras, ia bertanya kepada Nabi bagaimana ia mesti membagikan hartanya kepada mereka. Ayat di atas turun sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: مَرِضْتُ فَجَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعُودُنِي وَأَبُو بَكْرٍ، وَهُمَا مَاشِيَانِ فَأَتَيَانِي وَقَدْ أُغْمِيَ عَلَىَّ فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ صَبَّ وَضُوءَهُ عَلَىَّ فَأَفَقْتُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، - وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ: فَقُلْتُ أَىْ رَسُولَ اللَّهِ - كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي؟ كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي؟ قَالَ فَمَا أَجَابَنِي بِشَىْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ. (1) عَنْ جَابِرٍ، قَالَ اشْتَكَيْتُ وَعِنْدِي سَبْعُ أَخَوَاتٍ فَدَخَلَ عَلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَفَخَ فِي وَجْهِي فَأَفَقْتُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ أُوصِي لأَخَوَاتِي بِالثُّلُثِ؟ قَالَ: أَحْسِنْ. قُلْتُ: الشَّطْرَ؟ قَالَ: أَحْسِنْ. ثُمَّ خَرَجَ وَتَرَكَنِي، فَقَالَ: يَا جَابِرُ لاَ أُرَاكَ مَيِّتًا مِنْ وَجَعِكَ هَذَا، وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَنْزَلَ فَبَيَّنَ الَّذِي لأَخَوَاتِكَ فَجَعَلَ لَهُنَّ الثُّلُثَيْنِ. قَالَ: فَكَانَ جَابِرٌ يَقُولُ: أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِيَّ (يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ). (2)
Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Ketika aku sakit, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar dengan berjalan kaki menjengukku. Mereka berdua sampai (di rumahku) ketika aku pingsan. Beliau lalu berwudu dan memercikkan air wudunya ke tubuhku hingga aku siuman. Aku lalu bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah!—Sufyan sepertinya berkata: ya rasulallah—Putusan seperti apa yang mesti aku buat terkait hartaku? Apa yang harus aku lakukan terhadapnya?’ Beliau tidak menjawab sedikit pun hingga turun ayat waris (yakni yastaftunaka qulillahu yuftikum fil-kalalah).” Abu Dawud meriwayatkan sebab nuzul ayat di atas dengan redaksi yang berbeda sebagai berikut. Jabir (bin ‘Abdullah) berkata, “Aku mempunyai tujuh saudara perempuan (dan tidak seorang pun saudara lelaki, penerj.). Suatu hari aku jatuh sakit. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjengukku dan meniup wajahku hingga aku siuman. Aku lalu menanyainya, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan sepertiga (hartaku) untuk saudara-saudara perempuanku?’ ‘Berikan yang lebih baik!’ jawab beliau. Aku kembali bertanya, ‘Bagaimana kalau setengah?’ Beliau menjawab, ‘Berikan yang lebih baik!’ Beberapa saat kemudian beliau keluar meninggalkanku. Tidak lama kemudian beliau kembali seraya berkata, ‘Aku yakin kau tidak meninggal karena sakitmu ini, wahai Jabir. Sungguh, Allah telah menurunkan ayat yang menjelaskan bagian (warisan) untuk saudara-saudara perempuanmu. Allah memberikan kepada mereka dua pertiga (dari keseluruhan harta warisanmu).’” Jabir berkata, “Berkaitan dengan diriku turunlah ayat yastaftunaka qulillahu yuftikum fil-kalalah.”
(1) Diriwayatkan al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-I‘tisam bi al-Kitab wa as-Sunnah, Bab Ma Kan an-Nabiy Yus’al, hlm. 1806, hadis nomor 7309; hadis dengan konten yang sama disebutkan juga oleh al-Bukhariy dengan nomor hadis 194, 5651, dan 6723; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Miras\ al-Kalalah, hlm. 1234, hadis nomor 1616. (2) Sahih, diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa’iy. Lihat: Ahmad, al-Musnad, hlm. 1047, hadis nomor 15062; Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Man Kan Lais Lah Walad wa Lah Akhawat, hlm. 327, hadis nomor 2887; an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab al-Fara’id, Bab Z|ikr Miras\ al-Akhawat ‘Ala Infiradihin, juz 6, hlm. 105, hadis nomor 6290.
Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 176 - Imam as Suyuthi : Seorang Sahabat Menanyakan Hendak Mewariskan Sebagian Hartanya Kepada Para Saudara Perempuannya
Tafsir Lengkap
Dibaca 21 kali
