Surah 4Ayat 37 / 176

An Nisaa

PerempuanMadaniyahJuz 5Halaman 84
Kikir

ࣙالَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ ﴿٣٧﴾

Al-lażīna yabkhalūna wa ya'murūnan-nāsa bil-bukhli wa yaktumūna mā ātāhumullāhu min faḍlih(ī), wa a‘tadnā lil-kāfirīna ‘ażābam muhīnā(n).

Terjemahan

(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 37 - Menegaskan Pentingnya Bersedekah di Jalan Allah

Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa orang Yahudi yang mendatangi sekelompok kaum Ansar dan menghasut mereka untuk tidak mendermakan hartanya di jalan Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: وَكَانَ كَرْدَمُ بْنُ زَيْدٍ حَلِيْفُ كَعْبِ بْنِ الْأَشْرَفِ، وَأُسَامَةُ بْنُ حَبِيْبٍ، وَنَافِعُ بْنُ أَبِيْ نَافِعٍ، وَبَحْرِيُّ بْنُ عَمْرٍو وَحُيَيُّ بْنُ عَمْرٍو بْنُ أَخْطَبَ وَرِفَاعَةُ بْن زَيْدِ بْنِ التَّابُوْتِ يَأْتُوْنَ رِجَالاً مِنَ الْأَنْصَارِ، وَكَانُوْا يُخَالِطُوْنَهُمْ يَنْتَصِحُوْنَ لَهُمْ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ، فَيَقُوْلُوْنَ لَهُمْ: لَا تُنْفِقُوْا أَمْوَالَكُمْ فَإِنَّا نَخْشَى عَلَيْكُمُ الْفَقْرَ فِي ذَهَابِهَا، وَلَا تُسَارِعُوْا فِي النَّفَقَةِ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ مَا يَكُوْنُ. فَأَنْزَلَ الله فِيْهِمْ: (اَلَّذِينَ يَبْخَلُونَ ويأْمُرُونَ النّاسَ بالبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ ما آتاهُمُ اللّهُ مِنْ فَضْلِهِ). (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Suatu hari Kardam bin Zaid, sekutu Ka‘b bin Asyraf; Usamah bin Habib, Nafi‘ bin Abi Nafi‘, Bahriy bin ‘Amr, Huyaiy bin Akhtab, dan Rifa‘ah bin Zaid bin at-Tabut mendatangi sekelompok kaum Ansar. Para sahabat Rasulullah ini sejak dulu memang biasa bercakap-cakap dan menerima nasihat dari mereka. ‘Jangan infakkan harta kalian. Kami khawatir kalian akan menjadi fakir karenanya. Kalian tidak boleh tergesa-gesa berinfak. Pertimbangkanlah masak-masak, sebab kalian tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari,’ demikian kaum Yahudi itu menghasut. Allah lalu menurunkan firman-Nya untuk menanggapi ucapan mereka, allaz\ina yabkhaluna waya’murunan-nasa bil-bukhli wa yaktumuna ma atahumullahu min fadlih.”

(1) Hasan ligairih; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Ibrahim Muhammad al- ‘Aliy mengatakan kualitas riwayat ini hasan ligairih. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 7, hlm. 24; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 3, hlm. 964, hadis nomor 5387. Lihat pula: Ibrahim Muhammad al-‘Aliy, as-Sahih} min Asbab an-Nuzul, hlm. 76.

AnsarInfakYahudi

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 37 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Yang Meyakini Bahwa Bersedakah Dapat Membuat Miskin

“(Yaitu) orang'orang yang kikir, dan mereka menyuruh orang lain untuk berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan'Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang'orang kafir siksa yang menghinakan."
Diriwayatkah oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id bin Jubair bahwasanya ia berkata, “Bahwa para ulama Bani Israil kikir terhadap ilmu yang mereka miliki, maka turunlah firman Allah, “(Yaitu) orang'orang yang kikir, dan mereka menyuruh orang lain untuk berbuat kikir... ” (1) Dan diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dari jalur Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Ikrimah atau Sa’id, dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, “Bahwa dahulu Kardam bin Zaid sekutu Ka’ab bin Asyraf, Usamah bin Habib, Nafi’ bin Abi Nafi’, Bahri bin Aumr, Huyay bin Akhtab, dan Rifa’ah bin Zaid bin Tabut datang kepada sekelompok orang dari kaum Anshar untuk menasihati mereka dengan berkata: “janganlah kalian menginfakkan harta kalian, karena sesungguhnya kami khawatir kalian dapat menjadi miskin karena berinfak, dan jangalah kalian terburu-buru untuk mengeluarkan nafkah karena kalian tidak akan mengetahui apa jadinya”, maka turunlah firman Allah kepada mereka, “(Yaitu) orang'orang yang kikir, dan mereka menyuruh orang lain untuk berbuat kikir... ” hingga ayat, “Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka. ” (2)
1. Lihat Ibnu Jarir (5/55), dan disebutkan juga oleh Ibnu Katsir (1/656) dan ia menisbahkannya kepada Ibnu Ishaq dan Ikrimah. 2. Al-Qurthubi berkata (2/1858): “Bahwasanya maksud dari ayat ini dalam riwayat Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah orang-orang Yahudi yang mengombinasikan antara berangan-angan, kikir, dan merahasiakan sifat-sifat Nabi Muhammad yang Allah turunkan di dalam Taurat.” Ada juga yang mengatakan bahwa maksud dari ayat ini adalah orang-orang munafik yang menginfakkan harta mereka dan beriman hanya untuk mengelabui dan membohongi orang-orang mukmin.”
keyakinanmiskinsedekah

Tafsir Lengkap

Ayat yang lalu ditutup dengan ungkapan ketidaksenangan Allah kepada orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Mereka itu adalah orang yang kikir, dan juga menyuruh orang lain agar berbuat kikir dengan cara menghalangi orang lain berinfak dengan ucapan, dan memberi contoh berinfak dengan jumlah yang sangat ke-cil, dan juga secara terus menerus menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tidak mau menginfakkannya. Untuk itu, Kami telah menyediakan hukuman untuk orang-orang kafir dalam bentuk azab yang menghinakan atas kesombongan mereka itu.

Dibaca 22 kali