Surah 4Ayat 69 / 176

An Nisaa

PerempuanMadaniyahJuz 5Halaman 89
Akan bersama para Nabi, Orang-orang jujur, Syuhada dan orang-orang shalehKewajiban Taat Kepada Rasulullah saw

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ﴿٦٩﴾

Wa may yuṭi‘illāha war-rasūla fa ulā'ika ma‘al-lażīna an‘amallāhu ‘alaihim minan-nabiyyīna waṣ-ṣiddīqīna wasy-syuhadā'i waṣ-ṣāliḥīn(a), wa ḥasuna ulā'ika rafīqā(n).

Terjemahan

Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 69 - Jawaban Atas Keresahan Sahabat Nabi yang Khawatir tidak akan Bersama Rasulullah di Surga

Ayat ini turun untuk menjawab keresahan para sahabat Nabi yang khawatir tidak akan bersama beliau kelak di surga. Ayat ini menyatakan bahwa siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan bersama orangorang yang dimuliakan oleh Allah.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: جَاءَ رَجُل ٌإِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ الله، واللهِ إِنَّكَ لَأَحَبُّ إليَّ مِنْ نَفْسِيْ، وَإِنَّكَ لَأَحَبُّ إليَّ مِنْ أَهْلِيْ وَمَالِيْ، وَأَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ وَلَدِيْ، وَإِنِّيْ لَأَكُوْنَ فِي الْبَيْتِ فَأَذْكُرُكَ فَمَا أَصْبِرُ حَتَّى آتِيَكَ فَأَنْظُرَ إِلَيْكَ، وَإِذَا ذَكَرْتُ مَوْتِيْ وَمَوْتَكَ عَرَفْتُ أَنَّكَ إِذَا دَخَلْتَ الْجَنَّةَ رُفِعَتْ مَعَ النَّبِيِّيْنَ، وَإِنِّيْ إِذَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ خَشِيْتُ أَنْ لَا أَرَاكَ. فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ شيئاً حَتَّى نَزَلَ جِبْرِيْلُ عَليهِ السَّلَام بِهَذِهِ الآيَةِ: (وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُوْلَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ). (1)

Ahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku benar-benar mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri, istriku, hartaku, bahkan anakku. Di rumah aku selalu mengingatmu dan tak sabar ingin menjumpai dan melihatmu. Namun demikian, bila aku ingat kematianku dan kematianmu, aku tahu engkau pasti masuk surga dan derajatmu akan diangkat bersama para nabi. Sedangkan aku, kalaupun masuk surga, aku khawatir tidak akan dapat melihatmu.’ Mendengar pernyataan pria itu Nabi diam saja hingga Jibril turun membawa ayat, waman yuti‘illaha warrasula fa’ula’ika ma‘allaz\ina an‘amallahu ‘alaihim minan-nabiyyina wassiddiqina wasysyuhada’i was-salihin. (1)

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tabraniy, al-Wahidiy, dan Abu Nu‘aim. Lihat: at-Tabraniy, al-Mu‘jam as-Sagir, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1983), juz 1, hlm 26, hadis nomor 52; al-Mu'jam al-Ausat, (Kairo: Dar al-Haramain, 1995), juz 1, hlm. 281, hadis nomor 477; al-Wahidiy, Asbab Nuzul al-Qur’an, hlm. 170; Abu Nu‘aim, Hilyah al-Auliya’, juz 4, hlm. 240. Menurut al-Hais\amiy, para perawi dalam hadis riwayat at-Tabraniy, baik dalam al-Mu‘jam as-Sagir maupun al-Mu‘jam al-Ausat, adalah perawi Sahih} al-Bukhariy dan Sahih} Muslim, selain ‘Abdullah bin ‘Imran al-‘Atiy juga menyebutkan syahid yang menguatkan hadis ini. Hadis ini pun dinilai sahih oleh Muqbil bin Hadiy dan Ibrahim Muhammad al-‘Aliy. Lihat: al-Hais\amiy, Majma‘ az-Zawa’id, dalam Kitab at-Tafsir, juz 7, hlm. 43, hadis nomor 10936–10937; as-Suyutiy, Lubab an-Nuqul, hlm. 83; Muqbil bin Hadiy, as-Sahih} al-Musnad min Asbab an-Nuzul, hlm. 79; Ibrahim Muhammad al-‘Aliy, Sahih} Asbab an-Nuzul, h. 81–82.

JibrilNabiSurga

Asbabun Nuzul Surat An-Nisa' Ayat 69 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Yang Taat Kepada Allah Dan Rasul-Nya Akan Mendapatkan Posisi Yang Tinggi Kelak

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shidditjin, orang-orang yang mati syahid, dan orang- orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ”
Ath-Thabarani dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dengan sanad yang la ba’sa bihi (tidak mengapa), bahwa Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri, Engkau lebih aku cintai daripada anakku sendiri, Dan ketika aku berada di rumahku mengingatmu, aku tidak kuasa menahan diri. Maka saya datang kemari untuk melihatmu. Namun aku ingat kematianku dan kematianmu, Engkau pun tahu bahwa ketika engkau masuk surga, engkau akan diangkat bersama para nabi. Sedangkan aku, jika masuk surga, maka aku takut tidak dapat melihatmu.” Nabi S terdiam dan tidak menjawab kata-kata orang tersebut sama sekali hingga Jibril datang dengan membawa firman Allah, “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya)... " (1) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Masruq bahwasanya ia berkata, “Para sahabat Nabi berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak ingin berpisah denganmu, Namun ketika engkau masuk surga, engkau akan diangkat di atas kami dan kami tidak dapat melihatmu.” Lalu Allah menurunkan firman- Nya, ‘Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya)....’’ Diriwayatkan dari Ikrimah bahwasanya ia berkata, “Pada suatu hari seorang pemuda datang menghadap Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dapat melihatmu di dunia ini, akan tetapi di hari kiamat kelak kami tidak dapat melihatmu karena engkau berada di surga yang paling tinggi. Maka turunlah ayat ini, lalu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya engkau akan bersamaku di surga kelak jika Allah menghendaki.’’ (2) Ibnu Jarir meriwayatkan hadits yang serupa dari mursal Sa’id bin Jubair, Masruq, Rabi’, Qatadah, dan As-Suddi. (3)
1. Hasan: disebutkan oleh Al-Haitsami (7/7) dalam kitab AbMajma dan ia berkata: “Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam kitab Ash-Shagir dan AbAusath, para perawinya Shahih selain Abdullah bin Imran Al-Abidi, ia tsiqah, dan juga disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/690-691). 2. Al-Qurthubi berkata (2/1934) bahwasanya ayat ini turun pada Abdullah bin Zaid bin Abdu Rabbihi Al-Anshari yang berkata, “Wahai Rasulullah, jika engkau meniggal dan kami juga meninggal, maka kamu berada di ‘Illiyyin, lalu kami tidak dapat melihat dan berkumpul denganmu, dan ia menceritakan kesedihannya tersebut, maka turunlah ayat ini. Al-Qurthubi berkata bahwa Tsa’labi menceritakan bahwa ayat ini turun pada Tsauban, seorang budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah, ia sangat mencintai Rasulullah. Pada suatu hari ia datang menghadap Rasulullah dengan warna kulit wajahnya yang sudah berubah dan tubuhnya yang dha’if, terrlihat di wajahnya kesedihan yang mendalam, lalu beliau bertanya kepadanya, “Wahai Tsauban, apa yang membuat wajahmu berubah warna?” lalu ia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak sakit apapun, akan tetapi jika aku tidak melihatmu, maka rasa rindu sangat besar menghinggapi hatiku dan aku tidak dapat menahan diriku untuk bertemu denganmu, dan di akhirat nanti aku tidak dapat bertemu denganmu, karena aku tahu bahwa engkau kelak nanti akan diangkat bersaman para nabi, dan jika aku masuk surga, maka aku akan ditempatkan pada tempat yang lebih rendah dari tempatmu, maka saya tidak akan dapat melihatmu selamanya, maka Allah menurunkan ayat ini.” Lihat Al-Wahidi hlm. 136. 3. Disebutkan oleh Ibnu Katsir (1/690) dari Sa’id bin Jubair, riwayat ini mursal.
ImanPahalaTaat

Tafsir Lengkap

Dan barang siapa menaati Allah dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan juga menaati Rasul dengan cara memuliakan dan memperkenankan perintahnya, maka mereka yang sehari-hari beramal dengan ikhlas seperti itu, akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah di dalam surga, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, yakni para sahabat Nabi, orang-orang yang mati syahid di medan perang dan orang-orang beramal saleh. Mereka itulah orang yang telah mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan juga merekalah sebenarnya teman yang sebaik-baiknya di kehidupan dunia.

Dibaca 23 kali