Surah 24Ayat 22 / 64

An Nuur

CahayaMadaniyahJuz 18Halaman 352
Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAllah Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAmalan jika ingin diampuni AllahLarangan bagi Abu Bakr agar tidak memutus bantuan dari Misthah

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿٢٢﴾

Wa lā ya'tali ulul-faḍli minkum was-sa‘ati ay yu'tū ulil-qurbā wal-masākīna wal-muhājirīna fī sabīlillāh(i), wal ya‘fū wal yaṣfaḥū, alā tuḥibbūna ay yagfirallāhu lakum, wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Terjemahan

Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan (rezeki) di antara kamu bersumpah (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(-nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 22 - Dilarang untuk Balas Dendam

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu> Bakr yang bersumpah untuk tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup Mist}ah} bin Us\a>s\ah, satu dari beberapa orang yang menuduh putri Abu Bakr,

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حِينَ قَالَ لَهَا أَهْلُ الإِفْكِ مَا قَالُوا، فَبَرَّأَهَا اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ـ كُلٌّ حَدَّثَنِي طَائِفَةً مِنَ الْحَدِيثِ ـ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏(‏إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإِفْكِ)‏ الْعَشْرَ الآيَاتِ كُلَّهَا فِي بَرَاءَتِي‏.‏ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ ـ وَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحٍ لِقَرَابَتِهِ مِنْهُ ـ وَاللَّهِ لاَ أُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحٍ شَيْئًا أَبَدًا، بَعْدَ الَّذِي قَالَ لِعَائِشَةَ‏.‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏(‏وَلاَ يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى)‏ الآيَةَ‏.‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَلَى وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لِي‏.‏ فَرَجَعَ إِلَى مِسْطَحٍ النَّفَقَةَ الَّتِي كَانَ يُنْفِقُ عَلَيْهِ وَقَالَ وَاللَّهِ لاَ أَنْزِعُهَا عَنْهُ أَبَدًا‏. (2)

A<’isyah, istri Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bercerita bahwa dirinya dituduh berzina oleh orang-orang yang menyebarkan berita bohong, lalu Allah menurunkan ayat yang menyatakan ia bersih dari tuduhan itu. 'Ana ja’u bil-ifki, yang membebaskanku (dari tuduhan itu). Setelah ayat-ayat itu turun, Abu Bakr as-Siddiq yang sejak lama mencukupi kebutuhan hidup Mistah karena adanya hubungan kekerabatan di antara keduanya, mengatakan, ‘Demi Allah, aku tidak akan mau lagi mencukupi kebutuhan hidup Mistah setelah tuduhan yang ditujukannya kepada 'A Bakr itu Allah menurunkan ayat, wala ya’tali ulul-fadli minkum was-sa‘ati an yu’tu ulil-qurba … hingga akhir ayat. Begitu ayat itu turun, Abu Bakr berkata, ‘Baik. Demi Allah, aku sangat ingin Allah mengampuniku.’ Ia lalu kembali menafkahi Mistah seperti sedia kala. Ia berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan lagi menghentikan pemberian nafkahku kepada Mistah.’”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Aiman wa an-Nuz\ur, Bab al-Yamin fi ma La Yamlik, hlm. 1654, hadis nomor 6679. Hadis senada namun dengan redaksi yang jauh lebih panjang dan jalan cerita yang lebih runut diriwayatkan pula al-Bukhariy dan Muslim. Lihat misalnya: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, hadis nomor 2661, 4141, 4750, dan 4757; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab at-Taubah, Bab fi Hadis\ al-Ifk, hlm. 2129, hadis nomor 2770.

BeritaBohongNafkah

Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 22 - Imam as Suyuthi : Larangan Allah Kepada Orang Yang Memiliki Kelebihan Dari Yang Lain Membenci Kepada Yang Lebih Lemah

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Abu Bakar mengatakan, “Demi Allah, sesungguhnya aku sangat ingin Allah mengampuniku.” Kemudian Abu Bakar kembali memberikan nafkah kepada Misthah seperti sedia kala. Dalam bab yang sama, Ath-Thabarani meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar. Begitu pula Al-Bazzar meriwayatkan dari Abu Hurairah. Begitu pula Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abu Al-Yasar. (1)
1. Ibnu Katsir berkata (3/389): Musthah (dalam hadits banyak disebut Misthah, ed.) adalah anak sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq dari jalur ibu. Ia orang miskin yang mendapatkan nafkah dari Abu Bakar. Ia termasuk orang yang berhijrah di jalan Allah. Ia kemudian dihukum cambuk dan Allah menerima taubatnya. Al-Qurthubi berkata (6/4743): Musthah termasuk golongan orang-orang Muhajirin miskin yang ikut dalam perang Badar, ia bernama Musthah bin Atsatsah bin Ubbad bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf. Dikatakan bahwa namanya adalah Auf, sedangkah Misthah adalah julukan .... Ibnu Abbas mengatakan; Sesungguhnya sekelompok orang Mukmin memutus nafkah yang diberikan kepada orang-orang yang telah mengucapkan berita bohong itu. Mereka mengatakan; Demi Allah kami tidak akan menyambung silaturrahmi kepada orang yang ikut menyebarkan berita bohong mengenai Aisyah.” Maka turunlah ayat tersebut untuk mereka semua. Al-Qurthubi mengatakan; Pendapat pertama adalah yang lebih shahih.
kerabatsedekahsumpah

Tafsir Lengkap

Salah satu bentuk godaan setan adalah mencarikan dalih agar seseorang enggan membantu orang lain. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dalam kesalehan beragama serta keutamaan akhlak yang luhur dan kelapangan rezeki di antara kamu, wahai orang-orang yang beriman, bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabat-nya, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah hanya karena orang-orang itu pernah berbuat kesalahan kepadanya atau membuat pribadinya tersinggung. Sebaiknya mereka berbesar hati dengan tetap mengulurkan bantuan, dan hendaklah mereka memaafkan orang yang pernah melukai hatinya, dan berlapang dada sehingga dapat membuka lembaran baru dalam hubungan mereka. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampuni kesalahan dan kekurangan kamu? Tentu kamu suka. Karena itu, maafkanlah mereka agar Allah memaafkan dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun sehingga akan menghapus dosa kamu, Maha Penyayang dengan mencurahkan nikmat lebih banyak lagi kepada kamu.

Dibaca 21 kali